Peringkat Boleh Jeblok, Tapi Pendapatan MU Bikin Iri : Ini 9 Klub dengan Revenue Terbanyak per Laga

oleh Choki Sihotang diperbarui 16 Apr 2024, 15:05 WIB
Suporter Manchester United hadir langsung di Old Trafford dalam laga pekan ke-37 Premier League kontra Fulham, Rabu (19/5/2021) dini hari WIB. MU menjadi satu di antara klub di Eropa yang memiliki pendapatan tinggi ketika laga kandang. (PHIL NOBLE / POOL / AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United jeblok secara permainan. Hingga pekan ke-32 atau jelang berakhirnya Liga Inggris 2023/2024, MU belum juga menunjukkan tanda-tanda signifikan bakal masuk empat besar pada akhir musim nanti.

Alih-alih memperbaiki posisinya di klasemen sementara, MU malah melorot ke posisi ketujuh dengan tabungan 50 poin. Pada laga terakhir, pasukan Erik ten Hag gagal menang di markas Bournemouth, setelah duel berakhir imbang 2-2.

Advertisement

Hasil ini memupuskan asa MU untuk mengamankan satu tempat di Liga Champions musim depan. Walhasil, Erik ten Hag dan para penggawanya semakin tertekan. Kabar beredar, manajemen MU sudah siap melego banyak pemain pada musim panas 2024, termasuk sang pelatih.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

 

2 dari 5 halaman

Pendapatan Oke

Bruno Fernandes dan Marcus Rashford merayakan sukses MU mengalahkan Cyrstal Palace Old Trafford, Sabtu (4/2/2023) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson). (AP Photo/Dave Thompson)

Jeblok secara performa, namun dalam urusan mendulang uang, Manchester United masih jagonya. Khelnow merilis, tim yang bermarkas di Old Trafford ini masuk daftar teratas klub sepak bola dengan pendapatan terbanyak per hari pertandingan. Wow!

Berapa pendapatan Manchester United? Sabar. Satu yang pasti, pemasukan berasal dari sponsorship, penjualan merchandise, dan hak siar. Khusus item terakhir, klub raksasa seperti MU sudah pasti mendapatkan porsi keuntungan lebih besar.

Perlu dicatat pula kemitraan komersial dengan sponsor, yang meliputi sponsorship jersey, periklanan, dan dukungan, juga memberikan kontribusi yang besar. Pendapatan hari pertandingan dari penjualan tiket, paket di tribun khusus, dan penjualan merchandise di stadion merupakan sumber pendapatan penting lainnya.

 

3 dari 5 halaman

Wakil Italia

Di babak awal laga, AC Milan cukup kerepotan mengatasi tekanan AS Roma. (Isabella BONOTTO/AFP)

Selain itu, revenue dari transfer pemain, penjualan online dan offline, serta distribusi konten digital semakin meningkatkan pasokan keuangan. Selain Manchester United, ada sembilan klub lain yang memiliki pendapatan istimewa ketika hari 'H' pertandingan.

Nama pertama adalah AC Milan, dengan pendapatan sebesar 79 juta euro atau lebih dari Rp 1,27 triliun. Angka itu berasal dari terusan dan pembelian di tempat, pembayaran pajak dari tenant sekitar San Siro, sampai hak siar.

Nilai pendapatan bisa semakin besar, terutama jika ada laga-laga penting. Faktor tersebut juga menjadi bagian dari sumber penerimaan Manchester City ketika berstatus tuan rumah.

 

4 dari 5 halaman

Wakil Inggris

Selebrasi gelandang Manchester City, Jeremy Doku (kanan) bersama Oscar Bobb setelah mencetak gol keempat timnya ke gawang Luton Town pada laga pekan ke-33 Premier League 2023/2024 di Etihad Stadium, Manchester, Sabtu (13/4/2024). (AP Photo/Rui Vieira)

Nilai uang yang masuk ke kas Manchester City rata-rata ada di angka 84 juta euro. Pada sisi lain, angka tersebut seperti tak mempengaruhi kesehatan finansial klub, berkat sokongan kuat dari investor.

Klub ketiga yang memiliki pemasukan tinggi saat hari pertandingan adalah Liverpool. Sang raksasa Liga Inggris ini sanggup mengakumulasi pemasukan sebesar 92 juta euro.

Jumlah tersebut membuat Liverpool memiliki kesehatan finansial di atas rata-rata klub peserta Premier League. Meski begitu, pengumpulan ala Liverpool masih lebih rendah dibanding beberapa tim lainnya.

 

5 dari 5 halaman

Kejutan Spurs

Arsenal misalnya, berhasil menggapai rata-rata 118 juta euro atau lebih dari Rp1,8 triliun. Koleksi tersebut sesuai prediksi, karena kapasitas Emirates Stadium, plus loyalitas fans Arsenal yang tergolong tinggi.

Beberapa klub lain yang sanggup mendapatkan revenue lebih dari 100 juta euro pada waktu pertandingan adalah Bayern Munchen (121 juta euro), Manchester United (128 juta euro) dan Real Madrid (134 juta euro). Satu nama yang mengejutkan adalah keberadaan Tottenham Hotspur yang ada di atas para raksasa.

The Lilywhites sanggup meraup rata-rata pendapatan 135 juta euro setiap kali menjadi tuan rumah. Mereka hanya kalah dari PSG (153 juta euro) dan FC Barcelona (190 juta euro).

Sumber : Khelnow

Berita Terkait