Soal Lamine Yamal, Hansi Flick Enggak Lebay kok, Ini Buktinya!

Hansi Flick tidak berlebihan dalam memuji Lamine Yamal.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 Januari 2025, 06:15 WIB
Barcelona - Ilustrasi Lamine Yamal (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Lamine Yamal, bintang muda Barcelona, terus menunjukkan sinarnya di bawah asuhan Hansi Flick. Dengan torehan sembilan gol dan 13 assist musim ini, Yamal telah menjadi pemain kunci di tim utama Barcelona.

Dalam sejarah sepak bola, hanya sedikit remaja yang mampu memberikan dampak besar di level tertinggi. Namun, Lamine Yamal menjadi pengecualian.

Advertisement

Mengenai pemain muda berbakat ini, pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan pujian luar biasa.

"Dia adalah pemain terbaik di dunia setelah Messi," ujarnya.

Kendati pernyataan ini terdengar seperti berlebihan, apa yang telah diperlihatkan Lamine Yamal di lapangan membuat komentar Flick terasa sangat beralasan.


Statistik yang Berbicara

Selebrasi Lamine Yamal dalam laga semifinal Supercopa de Espana 2025 antara Athletic Bilbao vs Barcelona, Kamis (9/1/2025). (c) AP Photo/Altaf Qadri

Pada usia 17 tahun, Lamine Yamal telah bermain dalam 76 pertandingan resmi untuk Barcelona, mencetak 16 gol dan memberikan 24 assist.

Musim ini saja, dari 23 pertandingan yang telah ia mainkan, ia mencatatkan sembilan gol dan 13 assist, jauh melampaui pencapaian musim lalu.

Di laga terakhir Copa del Rey melawan Real Betis, Kamis (16-1-2025), Yamal tampil gemilang dengan satu gol dan satu assist yang membantu Barcelona menang 5-1. Kreativitas dan kemampuan mengolah bolanya membuat pertahanan lawan kewalahan.

Lebih mengesankan lagi, Yamal kini memegang rekor sebagai pemain termuda dalam sejarah Barcelona yang berhasil mencatatkan 20 assist di kompetisi resmi, rekor yang bahkan tidak dicapai oleh Lionel Messi di usia yang sama.


Lebih dari Sekadar Statistik

Menit ke-28, Blaugrana menyamakan skor setelah Lamine Yamal berhasil melesakkan bola ke gawang AS Monaco. (AP Photo/Laurent Cipriani)

Perbandingan dengan legenda seperti Messi dan Neymar tak dapat dihindarkan. Namun, Yamal sedang menulis kisahnya sendiri.

Ketika Messi memulai debutnya di usia 17 tahun, ia hanya mencetak satu gol dalam sembilan pertandingan tanpa assist. Sementara itu, Yamal telah melampaui angka-angka tersebut dan menjadi pemain yang tak tergantikan di skuad Barcelona.

Gaya bermain Yamal yang penuh kreativitas, kecepatan, dan kemampuan melewati lawan mengingatkan pada Neymar di masa jayanya.

Namun, yang membedakan Yamal adalah ketenangan dan kedewasaan dalam pengambilan keputusan, sesuatu yang jarang dimiliki oleh pemain seusianya.


Kepercayaan Penuh dari Hansi Flick

Dani Olmo (kanan) dan Lamine Yamal, merayakan gol kedua Barcelona dalam kemenangan 2-1 atas Rayo Vallecano di Vallecas Stadium, Rabu (28/8/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Hansi Flick tidak hanya mengakui bakat luar biasa Yamal, tetapi juga tahu cara memaksimalkan potensinya.

"Dia berada di puncaknya dan kami harus melindunginya," ujar Flick.

Di bawah arahan Flick, Yamal tidak hanya diberikan kesempatan bermain tetapi juga kepercayaan untuk mengambil peran penting di laga-laga besar.

Rekan setimnya, Dani Olmo, turut memujinya.

"Lamine memiliki visi dan koneksi yang luar biasa. Bermain bersamanya adalah sebuah kesenangan," kata Olmo.


Masa Depan yang Cerah

Lamine Yamal menempati peringkat pertama dalam daftar lima pemain muda yang tampil bersinar di Euro 2024. Gelandang berusia 16 tahun tersebut bermain dalam lima laga bersama Spanyol, empat di antaranya sebagai starter. Dalam 328 menit penampilannya tersebut, penggawa Barcelona ini mencetak tiga assist dan mencatatkan 14 umpan kunci bagi rekan-rekannya. (AFP/Tobias Schwarz)

Selain bersinar di level klub, Yamal juga mencatat sejarah di level internasional dengan menjadi pemain termuda yang mencetak gol untuk Timnas Spanyol.

Bagi Barcelona, Yamal bukan hanya pemain muda berbakat, tetapi juga simbol masa depan klub.

Dengan pengelolaan yang baik dari Hansi Flick dan dukungan penuh dari tim, Yamal dipastikan memiliki jalan yang cerah untuk menjadi satu di antara pemain terbaik dunia.

Pujian Hansi Flick bahwa Lamine Yamal adalah pemain terbaik setelah Messi bukanlah pernyataan berlebihan. Dengan performa luar biasa di lapangan, Yamal telah membuktikan bahwa ia adalah lebih dari sekadar talenta muda.

Jika terus berkembang dengan stabil, Yamal memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi pemain legendaris di masa depan.

 

Sumber: Berbagai sumber

Berita Terkait