Absen di Liga Champions, Liverpool Rugi Secara Bisnis

Liverpool mencatat kerugian sebesar £57 juta untuk tahun keuangan yang berakhir pada 31 Mei 2024.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 01 Maret 2025, 11:30 WIB
Suporter Liverpool memberikan dukungan saat melawan Wolverhampton pada laga Liga Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Minggu (12/5). Liverpool menang 2-0 atas Wolves. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta Liverpool mencatat kerugian sebesar £57 juta untuk tahun keuangan yang berakhir pada 31 Mei 2024.

Jumlah ini meningkat signifikan dari kerugian sebesar £9 juta pada periode sebelumnya.

Advertisement

Meskipun demikian, pendapatan keseluruhan klub tumbuh sebesar £20 juta menjadi £614 juta. Pendapatan komersial mencapai rekor £308 juta, sebagian besar didorong oleh perluasan kemitraan dan penjualan eceran.

Ini menandai pertama kalinya pendapatan komersial Liverpool melampaui £300 juta, menggarisbawahi kekuatan finansial klub meskipun tidak bermain di Liga Champions.

Periode keuangan bertepatan dengan musim terakhir Jurgen Klopp sebagai pelatih, di mana Liverpool memenangkan Piala Carabao, finis ketiga di Liga Inggris, dan mencapai perempat final Piala FA dan Liga Europa.


BelanjaPemain

Gelandang asal Hongaria, Dominik Szoboszlai dilepas RB Leipzig ke Liverpool dengan nilai transfer 70 juta euro atau kini setara Rp1,2 triliun pada bursa transfer pemain musim 2023/2024 setelah dua setengah musim berseragam RB Leipzig usai didatangkan dari RB Salzburg pada tengah musim 2020/2021. Bersama Chelsea, ia masih terikat kontrak hingga akhir musim 2027/2028. (AFP/Kamil Krzaczynski)

Liverpool menghabiskan sekitar £165 juta untuk pemain baru, mendatangkan Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai, Wataru Endo, dan Ryan Gravenberch untuk memperkuat skuad.

Namun, absennya mereka di Liga Champions berdampak pada pendapatan media, yang turun sebesar £38 juta menjadi £204 juta, mencerminkan dampak finansial karena bermain di Liga Europa.

Berita Terkait