Terkuak, Erik Ten Hag sempat Punya Rencana Membangun Manchester United selama 10 Tahun agar Jadi Raksasa Premier League

Kalangan media di Inggris sempat mengendus rencana Erik Ten Hag yang akan bertahan di Manchester United selama satu dekade.

BolaCom | Nurfahmi BudiDiperbarui 10 Maret 2025, 15:41 WIB
Erik ten Hag berhasil menanamkan kedisipilanan di skuad Manchester United. Ia tak segan-segan akan memberikan hukuman kepada pemain yang melanggar aturannya. Contohnya saat Alejandro Garnacho yang tak diberikan kesempatan main di laga pramusim karena terlambat menghadiri beberapa pertemuan tim. Ronaldo juga pernah merasakannya ketika kabur sebelum laga usai saat MU melawan Tottenham. Akibatnya, CR7 dicoret dari skuad saat melawan Chelsea pada minggu berikutnya. (AFP/Geoff Caddick)

Bola.com, Jakarta - Erik Ten Hag sudah tak menangani Manchester United. Namun, cerita tentang sosok asal Belanda tersebut masih mendapat atensi publik. Satu di antaranya adalah rencana eks arsitek tim Ajax Amsterdam tersebut untuk bertahan di Old Trafford selama satu dekade. Wow banget!

Benni McCarthy, yang pernah menjabat sebagai pelatih di Manchester United, menyatakan, Erik ten Hag memiliki ambisi untuk menjalani masa kepelatihan selama 10 tahun di Old Trafford. Sayang, ia dipecat pada bulan Oktober 2024. 

Advertisement

Rencana tersebut terpaksa dihentikan karena Ten Hag tidak mampu memenuhi harapan selama 2,5 tahun masa jabatannya. Kala itu, MU berada di peringkat 15 klasemen Premier League dan mengalami kesulitan di Liga Europa.

McCarthy mengungkapkan, Ten Hag memiliki visi jangka panjang untuk mengembalikan kejayaan Manchester United. Rancangan Ten Hag mirip dengan apa yang sudah dilakukan Sir Alex Ferguson serta Arsene Wenger di Arsenal.


Strategi Ambisius Ten Hag

Manajer Manchester United Erik ten Hag menyaksikan jalannya pertandingan Liga Inggris saat melawan Manchester City di Old Trafford, Minggu, 29 Oktober 2023. (Paul ELLIS / AFP)

McCarthy menilai Ten Hag merupakan individu yang sangat berdedikasi, pekerja keras, dan memiliki semangat yang tinggi terhadap sepak bola. "Dia sangat profesional, disiplin, dan berencana membangun MU dalam jangka panjang," ungkap McCarthy. 

Rencana yang telah disusun selama 10 tahun itu bertujuan menciptakan tim yang kokoh dan berkelanjutan, serta mengembalikan MU ke posisi teratas dalam kompetisi sepak bola Eropa. Namun, kegagalan dalam mencapai target jangka pendek menghambat pelaksanaan rencana tersebut.

McCarthy mengaku tidak sepenuhnya memahami apa yang menjadi penyebab masalah di MU. Tapi, dirinya sadar bahwa permasalahan yang dihadapi klub ini telah berlangsung sejak ditinggal Sir Alex Ferguson pada 2013. 


Masalah di MU yang Terus Berlanjut

Pelatih Manchester United, Erik ten Hag, berbincang dengan Victor Lindelof saat melawan Burnley pada laga Liga Inggris di Stadion Turf Moor, Minggu (24/9/2023). Dengan kemenangan ini, Man United merangsek naik ke posisi delapan klasemen sementara Premier League. Skuad asuhan Erik ten Hag mengumpulkan sembilan poin dari enam laga. (Richard Sellers/PA via AP)

Ungkapan McCarthy selaras dengan pundit BBC, Alan Shearer. Sang eks bomber Timnas Inggris tersebut mengakui, MU terus bermasalah sejak ketiadaan Sir Alex. 

Siapapun yang menjadi pengganti terbukti gagal mengangkat tim, terutama di pentas Premier League. "Mereka punya masalah besar, sayang tak pernah ada solusi jangka panjang. Jika seperti ini, tiap tahun MU akan menderita," tegas Shearer.


MU Masih Menderita

Berita Terkait