Pengamat Mewanti-wanti Timnas Indonesia U-17 untuk Bermain Jauh Lebih Baik Lagi

Setelah mengalahkan Timnas Korea Selatan U-17, kini Timnas Indonesia U-17 kembali membidik kemenangan dari Timnas Yaman U-17 dan Timnas U-17 Afganistan.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 05 April 2025, 19:45 WIB
Skuad Timnas Indonesia U-17 berfoto jelang laga melawan Korea Selatan pada laga pertama Grup C Piala Asia U-17 2025. (Dok. Timnas Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Setelah mengalahkan Timnas Korea Selatan U-17, kini Timnas Indonesia U-17 kembali membidik kemenangan dari Timnas Yaman U-17 dan Timnas U-17 Afganistan.

Meski begitu, kemenangan 1-0 Garuda Muda atas Korsel dalam duel pembuka Grup C Piala Asia U-17 2025 di Stadion Prince Abdullah Al-Faisal, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (4/3/2025) bukan tanpa catatan.

Advertisement

Pengamat sepak bola nasional, Anton Sanjoyo, memberikan banyak catatan yang tentunya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pelatih Nova Arianto dalam misi menuju ke Piala Dunia U-17 2025 pada November mendatang.

"Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia U-17. Apalagi lawannya adalah Korea Selatan yang kalau di tim senior merupakan salah satu yang terbaik di Asia bersama Jepang. Jadi memang cukup mengejutkan, meski pun kalau saya lihat memang kemenangan ini banyak catatannya ya," kata Anton Sanjoyo lewat kanal YouTube Breaking News Kompas TV.

"Indonesia kan hampir tertekan hampir 90 menit. Kalah di semua departemen, depan, belakang, tengah. Kita hanya bisa bertahan dan sesekali menyerang. Duel one by one juga sering sekali kalah," imbuhnya.

 


Semangat Harus Dijaga

Selebrasi emosional gelandang Timnas Indonesia U-17, Evandra Florasta setelah mencetak gol ke gawang Timnas Korea Selatan dalam laga perdana fase grup Piala Asia U-17 2025, Jumat (4/4/2025) (Instagram Timnas Indonesia)

Pengamat yang juga jurnalis senior itu memuji pertahanan Indonesia yang solid dan kompak.

"Memang pertahanan Indonesia begitu bersemangat. Hampir semua pemain ikut turun bertahan. Jadi semangat ini yang harus tetap dijaga. Masih ada dua pertandingan melawan Yaman dan Afganistan," tukasnya.

 


Jangan Terlena

Anton Sanjoyo mengingatkan agar para penggawa Garuda Muda jangan terlalu lama terlena karena dua laga berat menanti di depan. Masih banyak yang harus diperbaiki.

"Mudah-mudahan sih fokus terus ya. Jangan terlena dengan kemenangan ini. Karena catatannya masih banyak. Penyelesaian akhir sangat kurang dan determinasi terutama di lini tengah meskipun Evandra Florasta bermain sangat bagus," katanya.

"Tapi menurut saya lini tengah tidak cukup berperan untuk mencegat serangan-serangan dari Korea Selatan. Tapi itu masih bisa improvisasi dalam dua tiga hari ini. Karena kalau saya lihat hasil sejak kualifikasi Indonesia kan hanya sekali kalah dalam pertandingan uji coba melawan Iran. Jadi overall sebetulnya tim Nova Arianto ini sangat oke".

"Meskipun harus bersaing dengan tim seperti Korea Selatan harus banyak improvisasinya. Kalau tidak hanya bisa masuk ke Piala Dunia tapi di Piala Dunia mungkin tidak banyak berbicara. Jadi mumpung masih ada waktu, masih ada dua pertandingan, jadi sih harusnya tim Nova Arianto bisa improvisasi. Mudah-mudahan melawan Yaman improvisasinya lebih banyak sehingga bisa marih kemenangan yang sangat meyakinkan," tuntas Anton Sanjoyo.

Berita Terkait