Espanyol 2-0 Barcelona: 3 Fakta Menarik Setelah Lamine Yamal Cs Pastikan Juara Liga Spanyol

Barcelona resmi mengunci gelar La Liga musim 2024/2025 dengan kemenangan 2-0 atas rival sekota Espanyol dalam laga Derby di Stadion RCDE, Cornellà, Jumat (16/5/2025) dini hari WIB.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiperbarui 16 Mei 2025, 06:32 WIB
Para pemain Barcelona berpesta merayakan gelar juara Liga Spanyol setelah mengalahkan Espanyol dengan skor 2-0, Jumat (16/5/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Bola.com, Jakarta - Barcelona resmi mengunci gelar La Liga musim 2024/2025 dengan kemenangan 2-0 atas rival sekota Espanyol dalam laga Derby di Stadion RCDE, Cornellà, Jumat (16/5/2025) dini hari WIB. Kemenangan ini membuat Barcelona tak terkejar dengan sisa dua pertandingan, sekaligus menambah koleksi gelar liga mereka menjadi 28 kali sepanjang sejarah klub.

Pada babak pertama, Barcelona tampil kurang maksimal dan sempat terancam kebobolan beberapa kali akibat kesalahan dalam penguasaan bola dan pertahanan yang kurang rapat. Espanyol yang bermain agresif beberapa kali menciptakan peluang emas, namun penjaga gawang Barcelona, Wojciech Szczesny, tampil sigap menggagalkan ancaman tersebut.

Advertisement

Memasuki babak kedua, pelatih Hansi Flick melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Alejandro Balde menggantikan Gerard Martín untuk menambah daya gedor sisi kiri serangan Barcelona. Pergantian ini langsung berdampak positif.

Lamine Yamal, bintang muda Barcelona, memanfaatkan ruang yang tercipta di sayap kanan dan melepaskan tendangan melengkung indah ke pojok atas gawang Espanyol pada menit ke-53, membuka keunggulan bagi Barcelona.

Espanyol terus menekan meski tertinggal, namun pada menit ke-80, situasi berubah drastis ketika bek Espanyol, Leandro Cabrera, menerima kartu merah langsung setelah memukul Yamal di perut, yang dianalisis melalui VAR. Bermain dengan sepuluh orang, Espanyol tetap berusaha mencari gol penyama, namun pertahanan Barcelona mampu bertahan dengan baik.

Menjelang akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-90+6, Fermín López menambah keunggulan Barcelona dengan tendangan dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau kiper Espanyol, memastikan kemenangan 2-0 sekaligus gelar juara La Liga untuk Barcelona.

Berikut ini Bola.com merangkum tiga fakta menarik di balik gelar juara Liga Spanyol yang diraih Real Madrid.


Hansi Flick Sang Masterclass

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, menggiring bole melewati penjagaan bek Espanyol, Carlos Romero, dalam sebuah pertandingan Liga Spanyol yang digelar di RCDE Stadium, Jumat (16/5/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Hansi Flick adalah manajer kedua asal Jerman yang berhasil memenangi La Liga.

Adapun, manajer asal Jerman pertama yang menjuarai Liga Spanyol adalah Bernd Schuster pada 2008 bersama Real Madrid.

 


Debut Langsung Treble

Wasit memberikan kartu merah kepada Leandro Cabrera saat Barcelona menghadapi Espanyol pada sebuah pertandingan Liga Spanyol yang digelar di RCDE Stadium, Jumat (16/5/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Debut Hansi Flick bersama Barcelona juga sangat spesial. Ia meraih tiga gelar sekaligus pada musim pertamanya di Liga Spanyol.

Flick berhasil memenangi LaLiga, Copa del Rey, dan Supercopa de Espana.

 


Lamine Yamal Sudah Samai Catatan Cristiano Ronaldo

Pemain Barcelona, Lamine Yamal merayakan golnya ke gawang Real Madrid dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2024/2025 di Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Spanyol, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/Jose Breton)

Cristiano Ronaldo butuh sembilan tahun di Spanyol untuk memenangi dua gelar La Liga sepanjang kariernya.

Lamine Yamal, superstar baru Barcelona, baru berusia 17 tahun, namun sudah menyamai pencapaian Ronaldo tersebut.


Persaingan di Liga Spanyol 2024/2025

Berita Terkait