Malut United Maafkan Imran Nahumarury, Lalu Bagaimana dengan Yeyen Tumena?

Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena dinilai melakukan pelanggaran berat di Malut United.

BolaCom | Hery KurniawanDiperbarui 24 Juni 2025, 22:59 WIB
Pelatih Malut United di BRI Liga 1 2024/2025, Imran Nahumarury (Dok. Malut United)

Bola.com, Jakarta - Ada perkembangan menarik mengenai kasus yang menimpa Imran Nahumarury, Yeyen Tumena dan Malut United. Pihak manajemen Laskar Kie Raha menyatakan sudah memaafkan Imran.

Hal itu diungkapkan sang asisten manajer, Asghar Saleh, Selasa (24/6/2025). Menurut Asghar, Imran Nahumarury sudah berbicara dengan pihak manajemen Malut United.

Advertisement

Imran Nahumarury pun sudah mengirimkan surat permintaan maaf secara resmi kepada manajemen Malut United. Imran pun disebut berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan serupa. 

Sebelumnya, Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena sempat membuat heboh. Keduanya dipecat Malut United karena melakukan pelanggaran berat dengan mengambil fee dari pemain.

"Imran sudah minta maaf secara tertulis dan berjanji tidak memperpanjang masalah ini di media. Kami menerima itu dengan lapang dada dan berharap jadi pelajaran pribadi baginya," kata Asghar Saleh dikutip dari Antara.


Bagaimana dengaan Yeyen Tumena?

Direktur teknik Malut United, Yeyen Tumena (kanan) bersama asisten manajer, Asghar Saleh. (Bola.com/Hery Kurniawan)

Asghar Saleh kemudian berbicara mengenai Yeyen Tumena. Sosok yang sebelumnya mengisi posisi direktur teknik itu disebut tidak memiliki itikad baik. 

Menurut Asghar Saleh, sejauh ini belum ada bentuk komunikasi apa pun dari Yeyen Tumena kepada manjemen Malut United. Manajemen Laskar Kie Raha pun akan membawa kasus ini ke arah yang lebih serius.

"Kalau Yeyen tidak ada itikad baik, kami akan bawa ke jalur hukum. Ini bukan soal pribadi, tapi soal menjaga integritas klub dan dunia sepak bola Indonesia," tegas Asghar Saleh.


Kecewa Berat

Pelatih Malut United, Imran Nahumarury saat menghadapi FC Bekasi City pada laga ketiga Grup Y babak 12 besar Pegadaian Liga 2 2023/2024 di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Kamis (18/1/2024). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Lebih lanjut, Asghar Saleh menyatakan kekecewaan yang besar kepada Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena. Keduanya dinilai melakukan pelanggaran yang sangat berat.

"Kami kecewa berat. Ada pemain yang mengaku harus menyetor uang agar bisa bermain. Fee pemain juga diambil dan itu jelas melanggar," jelasnya.

Bola.com sudah mencoba beberapa kalo menghubungi Yeyen Tumane dan Imran Nahumarury terkait persoalan ini. Namun, keduanya kompak untuk tidak merespon permintaan wawancara dari kami. 

Berita Terkait