4 Senjata Mematikan PSG yang Bisa Bikin Chelsea Terjungkal di Final Piala Dunia Antarklub 2025: Kolektivitas yang Luar Biasa!

Berikut empat senjata mematikan PSG yang bisa membuat The Blues sengsara di final Piala Dunia Antarklub 2025.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 12 Juli 2025, 09:15 WIB
Para pemain Paris Saint-Germain (PSG) berpose untuk fotografer sebelum pertandingan sepak bola Grup B Piala Dunia Antarklub antara PSG dan Atletico Madrid di Pasadena, California, Minggu, 15 Juni 2025. (AP Photo/Mark J. Terrill)

 

Bola.com, Jakarta - Tanpa Kylian Mbappe, banyak yang sempat meragukan kekuatan Paris Saint-Germain (PSG). Namun kenyataannya, raksasa Ligue 1 itu justru tampil lebih padu dan kolektif.

Advertisement

PSG berhasil mencetak treble dengan meraih gelar juara Liga Champions 2024/2025 selain Ligue 1 dan Coupe de Ligue yang biasa mereka dapatkan.

Mendapatkan kesempatan tampil di Piala Dunia Antarklub 2025 dengan format baru, siapa sangka PSG juga mampu dan berhasil menembus final dan bersiap menghadapi Chelsea.

Perjalanan PSG menuju laga puncak pun menarik. Tim asuhan Luis Enrique itu berulang kali meraih kemenangan besar dan clean sheet atas tim-tim besar di Piala Dunia Antarklub 2025.

PSG menang 4-0 atas Atletico Madrid di fase grup, 4-0 atas Inter Miami di 16 besar, 2-0 atas Bayern Munchen di perempat final, dan membantai Real Madrid dengan skor 4-0.

Lalu bagaimana dengan laga final kontra Chelsea? Berikut empat senjata mematikan PSG yang bisa membuat The Blues tersungkur di partai puncak:


1. Ousmane Dembele – Kecepatan di Sektor Sayap

Selebrasi Ousmane Dembele dalam laga PSG vs Real Madrid di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025, Kamis (10/7/2025). (AP Photo/Pamela Smith)

Sejak kedatangan dari Barcelona, Ousmane Dembele menunjukkan peran vital di lini serang PSG.

Tanpa Mbappe, Dembele jadi tumpuan utama dalam membongkar pertahanan lawan dengan kecepatan, dribel eksplosif, dan umpan silang akurat.

Duetnya dengan Asensio atau Kang-in Lee di sisi kanan bisa jadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Chelsea.


2. Goncalo Ramos – Target Man Baru yang Makin Tajam

Goncalo Ramos mencetak gol dalam laga PSG vs Real Madrid di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025, Kamis (10/7/2025). (AP Photo/Seth Wenig)

Didatangkan dari Benfica, Goncalo Ramos mulai menunjukkan ketajamannya di fase gugur turnamen ini.

Dengan postur ideal, insting gol tinggi, dan kemampuan menahan bola, ia menjadi poros serangan PSG yang baru. Ramos juga kerap jadi pemantul dalam skema serangan balik cepat PSG.


3. Warren Zaire-Emery – Wonderkid Ajaib di Lini Tengah

Gelandang Paris Saint-Germain asal Prancis bernomor punggung 33, Warren Zaire-Emery, bertepuk tangan saat pemanasan sebelum pertandingan Liga Champions UEFA, fase La Liga - Matchday 5, antara FC Bayern Munich Paris Saint-Germain (PSG) di Munich, Jerman selatan, pada 26 November 2024. (FRANCK FIFE/AFP)

Masih berusia 19 tahun, Zaïre-Emery sudah jadi starter reguler di bawah asuhan Luis Enrique. Ia adalah simbol regenerasi PSG pasca-era Mbappe.

Visi bermain, ketenangan, dan stamina luar biasa membuatnya jadi jenderal muda di lini tengah. Duelnya dengan Enzo Fernández atau Moises Caicedo akan jadi salah satu kunci laga ini.


4. Luis Enrique – Arsitek Taktik yang Membentuk Tim Lebih Kolektif

Pelatih PSG, Luis Enrique (kanan) pada laga melawan Real Madrid di Piala Dunia Antarklub 2025. (FRANCK FIFE / AFP)

Kepergian Mbappe justru membuat PSG tampil lebih sebagai tim. Enrique memainkan sepak bola dengan struktur dan koordinasi tinggi.

Fleksibilitas taktiknya, dari 4-3-3 ke 3-4-3, memungkinkan PSG beradaptasi melawan gaya bermain Chelsea. Enrique juga terbukti mampu membuat para pemain muda dan rekrutan anyar bermain dengan konsisten dan disiplin.

 

Berita Terkait