Pemerintah Spanyol Selidiki Pesta Ulang Tahun Lamine Yamal, Diduga Langgar Hukum Disabilitas

Ulang tahun jadi masalah. Lamine Yamal terjerat dugaan pelanggaran Undang-Undang Disabilitas.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 15 Juli 2025, 05:15 WIB
Pemain Barcelona, Lamine Yamal merayakan kemenangan setelah timnya mengalahkan Real Madrid dalam laga final Copa Del Rey di La Cartuja stadium, Sevilla, Spanyol. (AP Photo/Joan Monfort)

Bola.com, Jakarta - Pesta ulang tahun megabintang muda Barcelona dan Timnas Spanyol, Lamine Yamal, sedang menjadi sorotan tajam di Negeri Matador.

Pemain yang baru saja genap berusia 18 tahun itu kini terancam menghadapi konsekuensi hukum serius usai menggelar perayaan mewah yang diduga melibatkan tindakan diskriminatif terhadap penyandang disabilitas.

Advertisement

Pesta ulang tahun tersebut digelar Sabtu (12-7-2025) malam waktu setempat di sebuah kota pesisir tak jauh dari Barcelona, dengan jumlah tamu undangan mencapai sekitar 250 orang.

Acara itu berlangsung hanya satu hari sebelum para pemain Barcelona dijadwalkan kembali menjalani tes pramusim.

Kendati sejumlah anggota skuad dilaporkan meninggalkan lokasi lebih awal, pesta tersebut kini menjadi bahan penyelidikan lantaran konten dan elemen hiburan yang dinilai problematik.


Dituduh Gunakan Penyandang Dwarfisme sebagai Hiburan

Selebrasi striker Barcelona, Lamine Yamal setelah mencetak gol ke gawang Mallorca pada laga pekan ke-28 LaLiga 2023/2024 yang berlangsung di Olimpic Lluis Companys Stadium, Barcelona, Sabtu (9/3/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Asosiasi Achondroplasia dan Displasia Rangka Lainnya (ADEE) mengumumkan bahwa mereka akan menempuh jalur hukum terhadap Lamine Yamal.

Hal ini menyusul laporan bahwa dalam pesta tersebut, beberapa orang dengan dwarfisme (tubuh kerdil) dipekerjakan sebagai bagian dari hiburan, sebuah praktik yang secara eksplisit dilarang dalam hukum Spanyol.

Larangan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Penyandang Disabilitas, yang menegaskan bahwa tindakan memperolok, merendahkan, atau menggunakan perbedaan fisik seseorang sebagai bentuk hiburan dapat digolongkan sebagai pelanggaran serius.

Jika terbukti bersalah, pelanggaran ini dapat dikenai sanksi denda antara 600.000 hingga 1 juta euro.


Pemerintah Minta Kejaksaan Selidiki Dugaan Pelanggaran

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Inter Milan dalam duel leg pertama semifinal Liga Champions di Estadi Olimpic Lluis Companys, Kamis (1/5/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Menyusul laporan dari ADEE, Kementerian Hak Sosial Spanyol langsung bereaksi.

Mereka secara resmi meminta Kejaksaan Umum untuk membuka penyelidikan, sekaligus melibatkan Kantor Penanggulangan Kejahatan Kebencian (Oficina de Lucha contra los Delitos de Odio) guna menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran terhadap undang-undang anti-diskriminasi.

Direktur Jenderal Urusan Disabilitas, Jesús Martín, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menelusuri apakah benar orang-orang dengan dwarfisme dalam acara tersebut diperlakukan secara tidak hormat.

"Kami meminta klarifikasi atas dugaan penghinaan atau perendahan terhadap penyandang disabilitas," ujarnya, dikutip dari Marca.


Sinyal untuk Peter Dinklage?

Peter Dinklage tak hanya meraih piala Outstanding Supporting Actor In A Drama Series di Emmy Awards 2019. (Photo by Jordan Strauss/Invision/AP)

Satu hal yang turut menimbulkan pertanyaan adalah unggahan Lamine Yamal di Instagram. Dalam satu di antara komentar pada Sabtu malam, ia menulis pesan singkat yang ditujukan kepada aktor Peter Dinklage, "cek DM (direct message) Anda."

Dinklage, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Tyrion Lannister dalam serial Game of Thrones, adalah satu di antara tokoh paling terkemuka yang hidup dengan kondisi dwarfisme.

Gestur ini memancing dugaan bahwa sang pemain muda mencoba menghubungi atau melibatkan Dinklage dalam konteks yang belum jelas, dan bisa berimplikasi negatif di tengah isu yang sedang bergulir.


Belum Ada Respons dari Klub

Penyerang Barcelona asal Spanyol bernomor punggung 19, Lamine Yamal, merayakan gol kelimanya dalam pertandingan leg pertama perempat final Copa del Rey (Piala Raja) antara Valencia CF dan FC Barcelona di Stadion Mestalla, Valencia, pada 6 Februari 2025. (JOSE JORDAN/AFP)

Hingga saat ini, Barcelona belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus yang menyeret satu di antara bintangnya tersebut.

Lamine Yamal telah kembali bergabung dalam sesi latihan klub pada Minggu (13-7-2025) pagi waktu setempat, seolah tidak terjadi apa-apa.

Namun, jika tuduhan yang disampaikan ADEE terbukti benar, Lamine Yamal bukan hanya harus berhadapan dengan krisis citra, tetapi juga ancaman hukum yang sangat serius.

 

Sumber: Football Espana

Berita Terkait