Forbes Rilis Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu Posisi Teratas

Forbes telah mengumumkan daftar sepuluh individu terkaya di Indonesia untuk bulan Juli 2025.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiperbarui 31 Juli 2025, 11:44 WIB
Prajogo Pangestu (Liputan6/Achmad Dwi)

Bola.com, Jakarta - Majalah ternama, Forbes, kembali merilis pembaruan Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia pada Juli 2025, Rabu (30/7/2025). Ada perubahan signifikan di posisi teratas daftar konglomemat paling tajir di Tanah Air. 

Pendiri Barito Pacific Group, Prajogo Pangestu, berhasil merebut kembali posisi teratas sebagai orang terkaya di Indonesia. Posisi puncak sebelumnya ditempati oleh Low Tuck Kwong, yang merupakan pendiri Bayan Resources, salah satu perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara. 

Advertisement

Menurut Forbes, pergeseran di posisi puncak tersebut merupakan indikasi adanya perubahan.  Perubahan yang terjadi ini mencerminkan fluktuasi nilai aset serta kinerja bisnis para taipan di tengah situasi ekonomi global yang dinamis.

Informasi ini sangat penting untuk memberikan gambaran mengenai arah investasi serta sektor-sektor yang sedang berkembang pesat di Indonesia. 

Daftar terbaru orang terkaya di Indonesia versi Forbes tersebut tidak hanya memuat nama-nama lama yang sudah dikenal oleh publik. Ada juga beberapa pendatang baru yang menjanjikan di kancah binis Tanah Air. 

 


Total Kekayaan Prajogo Pangestu

Presiden Prabowo Subianto menerima delapan pengusaha besar Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/3/2025). Mereka antara lain, Anthony Salim, Sugianto Kusuma atau Aguan, Prajogo Pangestu, Boy Thohir, Franky Widjaja, Dato Sri Tahir, hingga Tomy Winata. (Instagram Sekretariat Kabinet)

Berapa total kekayaan Prajogo Pangestu yang kini menghuni posisi teratas dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes ini? 

Kekayaannya mencapai angka yang mengesankan, yaitu 33,7 miliar dolar AS atau setara Rp551 triliun per 28 Juli 2025.

Sumber utama kekayaan Prajogo dari Barito Pacific Group, yang beroperasi di bidang petrokimia, batu bara, dan energi terbarukan.

Pria yang lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 13 Mei 1944 tersebut memulai karier bisnis dari nol. Dia kemudian berhasil membangun kerajaan bisnis yang sangat besar di Indonesia.

 


Low Tuck Kwong, Raja Batu Bara

Secara simbolis, bantuan diberikan oleh CEO dan pendiri Bayan Resources, Dato Dr Low Tuck Kwong kepada Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Grahan BNPB, Jakarta. (Istimewa)

Low Tuck Kwong, yang menempati posisi kedua, memiliki kekayaan sebesar 24,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp402 triliun per 28 Juli 2025.

Ia dikenal luas sebagai raja batu bara. Kekayaannya mengalami sedikit penurunan, sehingga dia harus menyerahkan posisi puncak ke Prajogo Pangestu. 

Perubahan posisi ini mencerminkan ketidakstabilan yang terjadi di pasar komoditas dan energi. Namun, Prajogo dan Low Tuck Kwong tetap menjadi kekuatan utama dalam perekonomian Indonesia, terus memperluas portofolio bisnis mereka di berbagai sektor yang strategis.


Perubahan di Jajaran Elite: Dari Hartono Bersaudara ke Pendatang Baru

FOTO4: Atlet bridge Indonesia, Bambang Hartono memberi keterangan pers di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/8). Menurut laman Forbes pada Maret 2018, bos Djarum Group ini memiliki kekayaan sebesar USD 16,7 miliar. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Sementara itu, dua bersaudara dari keluarga Hartono, yaitu Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, masih menjadi sosok yang berpengaruh dalam daftar orang terkaya.

Robert Budi Hartono menduduki posisi ketiga dengan total kekayaan mencapai 21,5 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp351 triliun. Michael Bambang Hartono menghuni peringkat keempat dengan kekayaan sebesar 20,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp338 triliun. Kekayaan yang mereka miliki berasal dari Djarum Group dan kepemilikan saham di Bank Central Asia (BCA).

Sektor pusat data menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan, terutama dengan kehadiran Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman.

Otto Toto Sugiri, yang merupakan pendiri PT DCI Indonesia Tbk, menempati posisi kelima dengan kekayaan mencapai 15,3 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp250 triliun.

 


Posisi Keenam hingga Kesepuluh

Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk (DCII) Marina Budiman (Dok: PT DCI Indonesia Tbk)

Di posisi keenam, ada Marina Budiman, yang menjabat sebagai Presiden Komisaris DCI Indonesia.  Ia menjadi wanita terkaya di Indonesia dengan kekayaan sebesar 11,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp183 triliun.

Sri Prakash Lohia, pendiri Indorama Corporation, memiliki kekayaan sebesar 8,7 miliar, dolar AS yang jika dirupiahkan setara dengan sekitar Rp142 triliun. Ia menghuni posisi ketujuh. Perusahaannya berfokus pada industri petrokimia dan serat sintetis.

Sementara itu, Han Arming Hanafia muncul sebagai pendatang baru yang menarik perhatian, menempati posisi kedelapan dengan kekayaan sebesar 7,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp117 triliun. Ia dikenal sebagai pendiri Indonet dan merupakan salah satu tokoh kunci di balik DCI Indonesia.

Tahir dan keluarganya, yang merupakan pemilik Mayapada Group, berada di posisi kesembilan dengan total kekayaan mencapai 6,2 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp101 triliun. Bisnis yang mereka jalankan mencakup sektor perbankan, kesehatan, dan properti.

Terakhir, Agoes Projosasmito melengkapi daftar sepuluh orang terkaya. Ia menjabat sebagai Presiden Direktur Amman Mineral International, yang merupakan perusahaan pertambangan tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia, serta memiliki saham minoritas di Medco Energi Internasional dan Bumi Resources.


Daftar 10 Individu Terkaya di Indonesia Menurut Forbes (Juli 2025)

  1. Prajogo Pangestu: Rp551 triliun.
  2. Low Tuck Kwong: Rp402 triliun
  3. Robert Budi Hartono: Rp351 triliun
  4. Michael Bambang Hartono: Rp338 triliun
  5. Otto Toto Sugiri: Rp250 triliun
  6. Marina Budiman: Rp183 triliun
  7. Sri Prakash Lohia: Rp142 triliun
  8. Han Arming Hanafia: Rp117 triliun
  9. Tahir dan keluarga: Rp101 triliun
  10. Agoes Projosasmito: Rp95 triliun

Sumber: Forbes