Alasan Liverpool Tak Rekrut Pemain Akademi untuk Pertama Kalinya Sejak 2020

Mengapa Liverpool tidak merekrut pemain akademi untuk pertama kalinya sejak 2020.

BolaCom | Aning JatiDiperbarui 04 September 2025, 15:33 WIB
Arne Slot, pelatih Liverpool, setelah pertandingan melawan PSG di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Anfield, Rabu dini hari WIB (12-3-2025). (Bola.com/liverpoolfc.com)

Bola.com, Jakarta - Liverpool mencatat satu di antara bursa transfer paling sibuk dalam sejarah klub pada musim panas 2025. Total sekitar 450 juta paun (sekitar Rp9,9 triliun) dikeluarkan untuk mendatangkan pemain baru, melampaui aktivitas belanja sebagian besar rival Premier League.

Meski begitu, berkat pemasukan besar dari hasil penjualan, net spend Liverpool justru lebih rendah dibanding Arsenal setelah bursa transfer resmi ditutup.

Advertisement

Angka itu bahkan bisa lebih tinggi seandainya transfer bek Crystal Palace, Marc Guehi, tidak batal di detik-detik akhir.

Drama penutupan bursa makin menarik setelah Liverpool sukses memecahkan rekor transfer Inggris dengan mendatangkan Alexander Isak dari Newcastle United senilai 125 juta paun.

Namun, di balik gegap gempita perekrutan besar, ada hal berbeda di Akademi Kirkby; tidak ada satu pun pemain akademi baru yang didatangkan musim panas ini.


Fokus pada Pengembangan Talenta Muda

Rio dipercaya tampil pada menit ke-90+6 oleh pelatih Arne Slot untuk menggantikan Cody Gakpo. Kala itu, pertandingan berlangsung dengan skor 2-2. (AP Photo/Jon Super)

Keputusan ini ternyata bukan tanpa alasan. Menurut jurnalis akademi, Lewis Bower, manajemen Liverpool menyadari pentingnya membuka jalan yang jelas bagi para pemain muda yang saat ini sedang berkembang di internal klub.

"Ini adalah pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir Liverpool tidak mendatangkan pemain akademi baru ke intake beasiswa musim panas. Namun, hal ini bukan berarti buruk," ujar Bower.

Ia menambahkan, generasi muda di Kirkby saat ini sangat menjanjikan. Beberapa nama yang sudah menembus radar, antara lain Erik Farkas dan Joshua Abe dari kelompok U-16, yang kabarnya juga menarik minat sejumlah klub Eropa.


Dukungan Slot

Manajer Liverpool, Arne Slot, bereaksi saat final FA Community Shield antara Liverpool dan Crystal Palace di Stadion Wembley, London, Minggu, 10 Agustus 2025. (AP Photo/Dave Shopland)

Pelatih Arne Slot juga diyakini mendukung kebijakan ini. Slot disebut memiliki keinginan kuat untuk memberi kesempatan lebih bagi lulusan akademi agar bisa menembus tim utama.

Contohnya, Rio Ngumoha (17 tahun) sudah mencuri perhatian ketika turun sebagai pemain pengganti dan mencetak gol kemenangan saat Liverpool mengalahkan Newcastle United 3-2 di St James' Park.

Sementara itu, Trey Nyoni yang tampil impresif musim lalu juga akan mulai mendapat tempat lebih reguler di skuad senior.


Sejarah Sanksi Transfer Akademi

Pemain Liverpool, Trey Nyoni, melakukan selebrasi setelah mencetak gol keempat timnya ke gawang Sevilla pada laga persahabatan yang berlangsung di Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu (11/08/2024) WIB. (AP Photo/Richard Sellers)

Ini bukan kali pertama Liverpool mendapat sorotan terkait perekrutan pemain akademi. Pada 2017, BBC Sport melaporkan bahwa The Reds dijatuhi sanksi larangan merekrut pemain muda selama dua tahun serta denda 100 ribu paun.

Sanksi itu dijatuhkan setelah Liverpool terbukti melanggar aturan dengan mendekati pemain berusia 12 tahun dari Stoke City.

The Reds bahkan disebut menawarkan pembayaran biaya sekolah kepada keluarga sang pemain, sebuah pelanggaran terhadap regulasi baru yang menyatakan fasilitas hanya boleh diberikan jika berlaku untuk semua pemain akademi.

Liverpool mengakui kesalahan tersebut dan langsung menjalani tahun pertama hukuman pada 2017. Sementara tahun kedua ditangguhkan, lalu efektif diberlakukan pada 2020.

 

Sumber: TBR Football

Berita Terkait