Keras! Hansi Flick Kunci Pemain Barcelona di Ruang Ganti usai Imbang Melawan Rayo Vallecano, Ini Alasannya

Alasan Hansi Flick mengunci pemain Barcelona di ruang ganti Usai imbang Rayo Vallecano.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 September 2025, 08:30 WIB
Starting XI Barcelona saat bertamu ke markas Rayo Vallecano di pekan ketiga La Liga 2025/2026 di Estadio de Vallecas, Senin (01/09/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Barcelona menjalani awal musim La Liga 2025/26 dengan hasil yang tidak sepenuhnya buruk, tetapi cukup untuk memicu teguran keras dari pelatih Hansi Flick.

Usai ditahan imbang 1-1 oleh Rayo Vallecano pada Senin (1-92-2025) dini hari WIB, pelatih asal Jerman itu mengambil langkah drastis: mengunci ruang ganti dan memanggil seluruh pemain untuk rapat internal.

Advertisement

Dalam pertemuan tersebut, Flick menegaskan ketidakpuasannya terhadap performa tim, sekaligus menyampaikan pesan penting soal komitmen dan kerja sama.

Dalam laga yang membuat Flick geram itu, kiper Joan Garcia justru menjadi sorotan sebagai pemain terbaik Barcelona berkat lima penyelamatan krusial.

Momen itu sekaligus menjadi bukti bahwa masalah Barcelona bukan hanya soal individu, melainkan juga soal keseimbangan tim secara keseluruhan.


Flick Tidak Puas

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, berbicara dengan Andreas Christensen saat pertandingan La Liga Spanyol melawan Rayo Vallecano di Stadion Vallecas, Madrid, Spanyol, Senin, 1 September 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Awal musim Barcelona memang tidak buruk secara statistik. Dari tiga laga tandang, mereka mengumpulkan tujuh poin, hasil yang sesuai permintaan klub agar musim dimulai dengan jadwal yang lebih ringan karena pembangunan kembali Camp Nou masih berlangsung.

Namun, Flick tidak puas. Menurut sumber internal tim, pesan yang disampaikan pelatih saat rapat ruang ganti hampir serupa dengan yang ia sampaikan di konferensi pers, hanya dengan nada lebih tegas.

Ia ingin memastikan bahwa setiap pemain memahami pentingnya kerja kolektif dan menyingkirkan ego pribadi.

"Yang paling penting adalah, setelah bursa transfer ditutup, semua yang tetap di sini harus memberikan komitmen 100 persen pada klub. Tidak ada ego, karena ego membunuh kesuksesan. Musim lalu, kami bermain sebagai satu unit. Sekarang harus kembali seperti itu," kata Flick kepada media.

Banyak pemain menanggapi kritik Flick sebagai hal yang wajar dan bahkan dibutuhkan. Namun, waktu penyampaian pesan ini cukup strategis. Dengan adanya jeda internasional, kata para staf Barca, pesan Flick akan lebih mudah diterima dan diproses pemain sebelum mereka kembali berlaga.

"Jika ingin menyampaikan pesan ini, sekarang adalah waktunya agar para pemain merenung lebih dalam daripada saat jadwal pertandingan padat," ujar satu di antara sumber di ruang ganti.


Masalah Utama Barcelona

Kiper Barcelona, Joan Garcia, melakukan penyelamatan dari tembakan pemain Rayo Vallecano, Sergio Camello, dalam laga La Liga antara Rayo Vallecano dan Barcelona di Stadion Vallecas, Madrid, Spanyol, Senin (1-9-2025) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Laga kontra Rayo menyoroti beberapa masalah utama Barcelona. Pertama, keberadaan Joan Garcia sebagai penyelamat tim menunjukkan ketergantungan Barca pada penampilan individu.

Kedua, catatan defensif tim menjadi peringatan serius: dalam tiga pertandingan awal, Barcelona kebobolan 12 peluang besar, terburuk di La Liga sejauh ini. Bandingkan dengan Real Madrid yang baru kebobolan satu peluang besar.

Kehilangan Inigo Martinez ke Al Nassr turut berpengaruh, tetapi Flick menekankan bahwa sistem pertahanan Barcelona membutuhkan keselarasan seluruh pemain, termasuk lini depan yang melakukan pressing tinggi.

Seminggu kemudian, melawan Levante, kesalahan sederhana membuat Barca tertinggal dua gol di babak pertama sebelum akhirnya membalikkan keadaan menjadi 3-2. Flick menilai kebiasaan buruk ini lebih membahayakan daripada strategi lawan.


Pentingnya Satu Kesatuan

Lamine Yamal (Barcelona) dihadang oleh Unai Lopez dan Pathe Ciss (Rayo) dalam laga La Liga Spanyol di Vallecas stadium, Madrid, Senin (1-9-2025) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Kini, mayoritas pemain Barcelona sedang membela timnas masing-masing, termasuk enam pemain di Spanyol.

Saat diwawancarai terkait kritik Flick, Pedri menegaskan pentingnya tim bermain sebagai satu kesatuan.

"Musim lalu, kami semua bermain sebagai tim, bukan demi keberhasilan individu. Itu kunci kesuksesan," ujar Pedri.

Sementara itu, Lamine Yamal menambahkan bahwa masalah Barcelona saat ini bukan soal ego, melainkan intensitas permainan yang belum setara dengan akhir musim lalu.

Barcelona, dengan skuad terbaik mereka dalam beberapa tahun terakhir, memulai musim sebagai favorit di setiap kompetisi. Namun, catatan defensif di laga-laga besar musim sebelumnya menjadi peringatan.

Selain memperbaiki aspek teknis di lapangan, kemampuan Flick dalam mengelola kelompok pemain yang sebagian besar merupakan kandidat Ballon d'Or sekaligus mengubah tim dari skuad tidak seimbang menjadi tim elite akan menjadi tantangan terbesar musim ini.

 

Sumber: NY Times

Berita Terkait