Asosiasi Pesepak Bola Belanda Kecam FC Twente: Dianggap Merundung Mees Hilgers, Langkah Hukum Bisa Ditempuh

Direktur serikat pemain VVCS, Louis Everard, mengatakan FC Twente telah merundung Hilgers dengan tidak memasukannya ke skuad karena kontraknya segera berakhir.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 24 September 2025, 14:30 WIB
Empat pemain keturunan Indonesia yang berlaga di Eropa telah diajukan pelatih Shin Tae-yong untuk dinaturalisasi agar bisa membela Timnas Garuda. Dari keempatnya, Mees Hilgers berpeluang paling cepat, karena sama sekali belum pernah berseragam Timnas negara lain. (twitter@fctwente)

Bola.com, Jakarta - Asosiasi Pesepak Bola Belanda yang bernama Asosiasi Pemain Kontrak (VVCS) mengecam FC Twente karena membekukan bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers.

Direktur serikat pemain VVCS, Louis Everard, mengatakan FC Twente telah merundung Hilgers dengan tidak memasukannya ke skuad karena kontraknya segera berakhir.

Advertisement

Mees Hilgers nyaris pindah dari FC Twente ke klub Prancis, Stade Brestois 29, pada deadline bursa transfer musim panas 2025/2026, tetapi kolaps karena waktunya tidak cukup untuk menyelesaikan proses administrasi.

Masa bakti Hilgers bersama FC Twente bakal berakhir pada 30 Juni 2026. Pesepak bola berusia 24 tahun itu memang terang-terangan ngebet untuk angkat kaki dari De Grolsch Veste.

"Itu terlihat seperti penyalahgunaan posisi kekuasaan oleh klub. Dia tidak bermain selama kontraknya tidak diperpanjang bahkan diakui secara terbuka," ujar Everard dinukil dari media Belanda, Voetbal Primeur.

 
 

Perundungan

Aksi bek tengah keturunan Indonesia milik FC Twente, Mees Hilgers (paling kiri) di laga leg pertama Kualifikasi Ketiga UEFA Conference League melawan Cukaricki pada 6 Agustus 2022 lalu. (Dok. Instagram Mees Hilgers)

Everard menjelaskan bahwa Hilgers bisa menyeret FC Twente ke pengadilan. Sebab, tim berjulukan The Tukkers itu dinilai tidak profesional.

"Itu pada dasarnya semacam perundungan. Hal itu tidak sejalan dengan sikap profesional sebagai pemberi kerja dan saya pikir di sini bisa ada langkah hukum yang ditempuh," jelasnya.


Kasus Ajax

Everard berkaca dari kejadian pada musim lalu kala AFC Ajax mengasingkan beberapa pemain yang telah mendapatkan lampu hijau untuk pindah.

"Kami benar-benar sangat mempermasalahkan hal itu dan menyampaikannya ke Ajax, karena jelas ini bukan cara yang pantas memperlakukan karyawan," ungkap Everard.

"Itu sama saja dengan merundung pemain. Ironisnya, itu justru berhasil juga," terangnya.

Sumber: Voetban Primeur

Berita Terkait