Son Heung-min dan Dampak Selevel Messi di Los Angeles FC: Rekrutan Sempurna

Dalam sembilan penampilan pertamanya di Major League Soccer (MLS), Son Heung-min langsung mencetak delapan gol dan tiga assist.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 09 Oktober 2025, 11:00 WIB
Son Heung-Min #7 dari LAFC merayakan gol pembuka dalam pertandingan MLS antara FC Dallas dan Los Angeles Football Club di Stadion Toyota pada 23 Agustus 2025 di Frisco, Texas. (Omar Vega/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Jika ada yang disebut sebagai transfer sempurna dalam sepak bola, kepindahan Son Heung-min ke Los Angeles FC (LAFC) tampak menjadi salah satunya. Dalam waktu singkat, bintang asal Korea Selatan itu mengubah wajah klub dan liga tempat ia berkarier.

Dalam sembilan penampilan pertamanya di Major League Soccer (MLS), Son Heung-min langsung mencetak delapan gol dan tiga assist.

Advertisement

Catatan itu bukan hanya menghidupkan kembali kariernya yang sempat diragukan di penghujung masa baktinya bersama Tottenham Hotspur, di mana ia menorehkan 173 gol dari 454 laga, tetapi juga menjadikan LAFC salah satu kandidat kuat juara MLS Cup musim ini.

Ketika sebagian pemain bintang Eropa kesulitan beradaptasi di MLS, Son justru tampil brilian sejak hari pertama. Ia mendarat di Los Angeles pada Selasa, menjalani konferensi pers pada Rabu, dan sudah tampil pada Jumat dalam laga melawan Chicago Fire. Tak hanya bermain, ia langsung mencatatkan kontribusi nyata di pertandingan perdananya.

“Dia langsung menyatu. Rekan-rekan setimnya menyukainya sejak awal, seolah-olah ia sudah bertahun-tahun di sini,” ujar komentator sepak bola AS, Max Bretos.

 

 
 

Idola Baru Komunitas Korea di Los Angeles

Gelandang Los Angeles FC, Son Heung-min, tampil dalam laga melawan New England Revolution di Gillette Stadium, Minggu (17/8/2025) pagi WIB. (Winslow Townson/Getty Images/AFPWinslow Townson / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

 

Bagi warga Los Angeles, terutama komunitas Korea yang besar di kota tersebut, kedatangan Son adalah momen bersejarah.

“Kalau Vela dulu mewakili komunitas Meksiko, Son kini menjadi simbol bagi warga Korea di LA,” jelas Trebor Tracy, pendiri laman penggemar Angels on Parade.

Salah satu kelompok suporter LAFC, The Tigers, bahkan mayoritas terdiri dari pendukung keturunan Korea. “Begitu Son datang, rasanya seperti mimpi. Ia bukan cuma pemain hebat, tapi juga bagian dari kami,” tambah Tracy.

Kombinasi antara kemampuan kelas dunia dan ikatan emosional itu membuat Son langsung dicintai, baik oleh pendukung lama maupun penggemar baru klub.


Kunci Harmoni di Lapangan

Debut Son Heung-min bersama LAFC dalam laga MLS versus Chicago Fire, Minggu (10/8/2025). (MLS Official)

 

Tidak seperti beberapa superstar lain yang mendominasi klub baru mereka, Son justru membaur dengan identitas LAFC. Ia bukan pusat perhatian yang menyerap segalanya, melainkan bagian penting dari sistem yang sudah ada.

“Jika Cristiano Ronaldo datang ke MLS, klubnya akan berubah menjadi klub Ronaldo. Namun, Son berbeda, ia menyatu tanpa mengubah DNA tim,” kata Bretos.

Efeknya langsung terasa. Striker Gabon, Denis Bouanga, meledak bersama Son: mencetak 11 gol dalam sembilan laga terakhir, sejajar dengan Lionel Messi di puncak perburuan Golden Boot 2025.

Keduanya bahkan mencetak 18 gol terakhir LAFC, kombinasi yang membuat lawan-lawan mereka gentar menjelang babak play-off MLS.

 
 

Dampak Global dan Lokal yang Luar Biasa

Pemain baru Los Angeles FC, Son Heung-min berfoto bersama owner klub Bennett Rosenthal (kedua kiri), Co-Managing Owner Brandon Beck (kedua kanan), dan general manager John Thorrington (kanan) dalam acara konferensi pers di BMO Stadium, Los Angeles, Amerika, Rabu (06/08/2025) waktu setempat. (AFP/Frederic J. Brown)

 

Kehadiran Son juga memicu lonjakan perhatian luar biasa di luar lapangan. Video konferensi pers perkenalannya mencapai 200.000 tayangan di YouTube, sementara jumlah interaksi media sosial LAFC naik 594 persen sejak kedatangannya.

Jersey Son bahkan menjadi yang terlaris di semua cabang olahraga Amerika Serikat, menurut General Manager klub, John Thorrington.

Namun bagi banyak orang di Los Angeles, statistik digital hanyalah bonus. Lebih penting adalah semangat dan koneksi yang ia bawa.

“Banyak pemain besar datang ke MLS tanpa benar-benar terhubung dengan klub atau kota, tapi Son berbeda. Ia memberi pengaruh seperti Messi—bukan hanya di lapangan, tapi juga di hati penggemar,” ujar Bretos.


Transfer Sempurna yang Tak Terduga

Momen Son Heung-min (kanan) mencetak gol pertama di ajang MLS. (Omar Vega / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

 

Seperti Carlos Vela saat pertama kali datang ke LAFC pada 2018, Son telah menjadi sosok yang menyatukan kualitas, karisma, dan kedekatan budaya.

“Vela dulu luar biasa. Tapi saya tak menyangka akan melihat hal yang sama lagi. Son melakukan itu—transfer yang sempurna,” kata komentator LAFC, Dave Denholm.

Kini, LAFC bukan hanya diperbincangkan sebagai tim kuat MLS, tapi juga sebagai rumah baru bagi ikon Asia yang membawa gairah sepak bola Korea ke jantung Los Angeles.

Dengan performa selevel Messi dan pengaruh budaya yang mendalam, Son Heung-min telah membuktikan bahwa karier gemilangnya jauh dari kata selesai — justru baru memasuki babak baru yang sempurna.

 
 

Berita Terkait