Mengenal Sosok Maria Corina Machado, Aktivis Venezuela Peraih Nobel Perdamaian 2025

Maria Corina Machado dianugerahi Nobel Perdamaian 2025. Siapa dia dan apa saja kiprahnya?

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 11 Oktober 2025, 09:35 WIB
Maria Corina Machado meraih Nobel Perdamaian 2025. Ia dikenal sebagai simbol perjuangan demokrasi di Venezuela (Dok. AFP).

Bola.com, Jakarta - Maria Corina Machado dianugerahi Nobel Perdamaian 2025. Siapa dia dan apa saja kiprahnya? 

Machadomenjadi ikon dalam perjuangan untuk demokrasi di Venezuela. Di tengah semakin menekannya otoritarianisme, ia tetap teguh membela prinsip-prinsip kebebasan, hak asasi manusia, dan pemerintahan yang adil bagi rakyatnya.

Advertisement

Machado menempuh pendidikan di bidang teknik dan keuangan, serta memiliki pengalaman singkat di dunia bisnis sebelum beralih ke aktivitas sosial.

Pada 1992, ia mendirikan Yayasan Atenea, yang berfokus pada membantu anak-anak jalanan di Caracas.

Sepuluh tahun setelah itu, ia ikut mendirikan Smate, sebuah organisasi yang berupaya menciptakan pemilu yang adil dan bebas di Venezuela.

Melalui Smate, Machado memainkan peran penting dalam pelatihan dan pengawasan proses pemilu, sebagaimana dikutip dari laman Nobelprize.org, Jumat (10/10/2025).

 

 


Karier Politik Machado

Komite Nobel menuturkan bahwa Maria Corina Machado dinilai pantas menerima penghargaan ini karena dedikasinya yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan hak-hak demokratis rakyat Venezuela serta perjuangannya untuk mewujudkan transisi yang adil dan damai. Tampak dalam foto ketika pemimpin oposisi Maria Corina Machado berpidato di hadapan para pendukungnya dalam protes menentang Presiden Nicolas Maduro sehari sebelum pelantikannya untuk masa jabatan ketiga di Caracas, Venezuela, Kamis, 9 Januari 2025. (AP Photo/Matias Delacroix)

Karier politiknya semakin bersinar setelah terpilih sebagai anggota Majelis Nasional Venezuela pada 2010, mencatatkan rekor jumlah suara terbanyak.

Namun, empat tahun kemudian, rezim yang berkuasa mencopotnya dari jabatan tersebut. Meskipun demikian, Machado tidak menyerah dan terus berjuang melalui partai oposisi Vente Venezuela.

Pada 2017, ia juga mendirikan aliansi Soy Venezuela, yang menyatukan kekuatan pro-demokrasi dari berbagai partai di negara itu. Pada 2023, ia mengumumkan pencalonannya untuk pemilihan presiden 2024.

Namun, setelah dilarang untuk maju, ia memberikan dukungannya kepada kandidat oposisi Edmundo Gonzlez Urrutia. Oposisi berhasil menggalang dukungan luas dan mengumpulkan bukti kuat bahwa mereka memenangkan pemilu.

Meski demikian, rezim yang berkuasa tetap mengklaim kemenangan dan memperketat cengkeramannya terhadap kekuasaan.

 

 


Keteguhan dan Keberanian

Maria Corina Machado juga dikenal sebagai seorang perempuan yang terus menjaga api demokrasi tetap menyala. Tampak dalam foto ketika pemimpin oposisi Maria Corina Machado memberi isyarat kepada para pendukungnya dalam protes menentang Presiden Nicolas Maduro sehari sebelum pelantikannya untuk masa jabatan ketiga, di Caracas, Venezuela, Kamis, 9 Januari 2025. (AP Photo/Ariana Cubillos)

Maria Corina Machado dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2025 atas keteguhan dan keberaniannya dalam memperjuangkan demokrasi di Venezuela.

Penghargaan ini tidak hanya mengakui peran pribadinya, tetapi juga mengingatkan kita bahwa demokrasi, hak untuk berbicara, memilih, dan diwakili secara sah, merupakan fondasi perdamaian, baik di dalam negeri maupun antarbangsa.