Peringatan untuk Hansi Flick: Cara Bermain Barcelona Sudah Dipahami Lawan

Mantan pelatih Las Palmas sekaligus sosok kelahiran Barcelona, Manolo Marquez, mengungkapkan pandangan bahwa para lawan kini telah “menemukan cara” untuk menghadapi Barcelona asuhan Hansi Flick.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 11 Oktober 2025, 20:30 WIB
Pelatih Barcelona, Hansi Flick meminta timnya belajar dari kesalahan dan kembali ke jalur kemenangan. (Josep LAGO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Barcelona, Hansi Flick, kembali mendapat sorotan tajam setelah timnya menelan dua kekalahan beruntun dari Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions dan Sevilla di La Liga.

Dua hasil buruk itu memicu kritik terhadap gaya bermain khas Flick, terutama penggunaan garis pertahanan tinggi (high line) yang kini dinilai mulai mudah dibaca oleh lawan.

Advertisement

Mantan pelatih Las Palmas sekaligus sosok kelahiran Barcelona, Manolo Marquez, mengungkapkan pandangannya kepada Sport bahwa para lawan kini telah “menemukan cara” untuk menghadapi tim asuhan Flick.

“Saya sangat menikmati menonton permainan mereka. Saya selalu senang menyaksikan Barça bermain,” ujar Márquez.

“Namun kalau boleh menyebut sisi negatifnya, sekarang dengan begitu banyaknya informasi, analisis video, dan data, tim-tim lawan mulai memahami cara bermain mereka.”


Garis Pertahanan Tinggi Jadi Sorotan

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, berbicara dengan Andreas Christensen saat pertandingan La Liga Spanyol melawan Rayo Vallecano di Stadion Vallecas, Madrid, Spanyol, Senin, 1 September 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Menurut Marquez, permasalahan Barcelona bukan hanya karena kehilangan bek berpengalaman seperti Iñigo Martínez, melainkan karena pola permainan yang sama kini semakin mudah diantisipasi lawan.

“Banyak orang bilang, ‘ya, karena Inigo Martínez pergi’. Namun, saya tidak berpikir begitu. Ini bukan tentang pemain yang pergi, melainkan tentang tim-tim lawan yang sudah tahu bagaimana mengeksploitasi pertahanan tinggi mereka,” lanjutnya.

“Dengan lini belakang yang sangat maju, jika pressing tidak berjalan sempurna, lawan bisa dengan mudah menyerang balik dan menciptakan peluang berbahaya.”

Pola pertahanan tinggi milik Flick sejatinya menjadi ciri khas sejak ia menangani Bayern Munchen. Namun, di Barcelona, sistem tersebut tampak belum berjalan optimal.

Dalam dua kekalahan terakhir, timnya berulang kali kebobolan lewat serangan balik cepat, menandakan koordinasi pressing dan posisi bek belum sepenuhnya solid.

 

Masih Ada Harapan untuk Bangkit

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, berbicara kepada Ferran Torres saat laga Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Kamis (2/10/2025) dini hari WIB. (Lluis Gene/AFP) AFP

 

Meski mengkritik, Marquez tetap percaya Flick memiliki kapasitas untuk membalikkan situasi.

Ia menilai Barcelona masih memiliki peluang besar untuk tampil konsisten di kompetisi jangka panjang seperti La Liga, meski mungkin kesulitan di turnamen sistem gugur seperti Liga Champions atau Copa del Rey.

“Saya pikir Flick bisa memperbaikinya, dan saya yakin dia akan melakukannya jika ingin meraih hasil bagus,” ucapnya.

“Bagi saya, Barcelona lebih cocok sebagai tim yang kuat di kompetisi panjang seperti liga. Untuk turnamen seperti Liga Champions, satu pertandingan buruk bisa menghancurkan segalanya, seperti yang terjadi pada Inter Milan musim lalu saat mereka kalah dengan empat gol meski bermain baik.”


Tantangan Besar Menanti

Pemain Barcelona, Raphinha (kiri), merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Valencia pada pekan 4 Liga Spanyol 2025/2026, Senin (15/9/2025) dini hari WIB. (Lluis GENE / AFP)

 

Dengan jeda internasional yang sedang berlangsung, Flick memiliki waktu untuk melakukan evaluasi dan perbaikan struktur pertahanan.

Tantangannya kini adalah bagaimana membuat sistem pressing Barcelona lebih kompak dan efektif, tanpa kehilangan karakter menyerang yang menjadi identitas klub.

Jika tidak segera dibenahi, pola permainan yang terlalu mudah ditebak bisa kembali menjadi titik lemah Blaugrana—dan ancaman kehilangan momentum di awal musim akan semakin nyata.

Sumber: Barca Blaugranes


Persaingan di La Liga

Berita Terkait