John Terry Kecam Pemerintah Inggris atas Perlakuan terhadap Roman Abramovich

John Terry Roman Abramovich

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 18 Oktober 2025, 17:45 WIB
John Terry adalah kapten paling sukses dalam sejarah Chelsea. Ia juga mampu memainkan pertahanan kokohnya untuk merebut gelar-gelar bergengsi. Terry menjadi pembuat penampilan tertinggi ketiga (717) dalam sejarah klub sebelum meninggalkan The Blues pada 2017. (AFP/Adrian Dennis)

Bola.com, Jakarta Legenda Chelsea, John Terry, melontarkan kritik keras kepada pemerintah Inggris atas cara mereka memperlakukan mantan pemilik The Blues, Roman Abramovich.

Terry menilai bahwa keputusan pemerintah untuk memaksa Abramovich melepaskan kepemilikan klub merupakan tindakan yang tidak adil terhadap sosok yang telah memberikan begitu banyak hal bagi Chelsea dan masyarakat Inggris.

Advertisement

Abramovich, yang mengakuisisi Chelsea pada tahun 2003, dipaksa menjual klub pada 2022 setelah pemerintah Inggris membekukan aset-asetnya akibat dugaan keterkaitannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Keputusan tersebut mengakhiri era 19 tahun kepemilikan Abramovich yang penuh prestasi, sebuah periode di mana Chelsea menjelma menjadi kekuatan besar di Eropa dengan koleksi trofi bergengsi, termasuk dua gelar Liga Champions.


POV dari Pemain

Roman Abramovich dan Dasha Zhukova bertepuk tangan saat final Liga Champions antara Bayern Munich dan Chelsea, Jerman pada 19 Mei 2012. Abramovich dan Zhukova mengumumkan perceraiannya setelah 10 tahun menikah. (AP Photo/Matt Dunham)

Berbicara dalam acara langsung The Obi One Podcast, yang dipandu oleh mantan gelandang Chelsea John Obi Mikel, Terry mengungkapkan rasa kecewa dan simpatinya terhadap mantan bosnya itu.

“Menurut saya, apa yang terjadi padanya benar-benar menjijikkan,” ujar Terry.

“Apa yang dia lakukan selama masa lockdown luar biasa, membuka Stamford Bridge bagi para tenaga medis, menyediakan tempat tinggal bagi perawat dan staf NHS. Dia benar-benar pria yang baik, yang sangat mencintai klub ini. Beruntung dia menolak tawaran dari klub lain dan memilih Chelsea.”


Kemanusiaan

Pemilik Chelsea, Roman Abramovich sebelum menyaksikan Liga Inggris antara Chelsea dan Sunderland di stadion Stamford Bridge di London pada 19 Desember 2015. Dari pernikahannya tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak. (AP Photo/Matt Dunham)

Selain Terry, Mikel Obi juga menuturkan pengalaman pribadinya yang menunjukkan sisi kemanusiaan Abramovich. Ia mengisahkan momen ketika ayahnya sempat diculik di Nigeria, dan bagaimana Abramovich langsung berusaha membantu tanpa pikir panjang.

“Roman adalah sosok yang benar-benar peduli kepada pemain, staf, bahkan para suporter,” ujar Mikel.

“Ketika ayah saya diculik, dia sendiri menelepon saya dan berkata, ‘Mikel, apa yang kamu butuhkan? Apakah kamu tahu bagaimana mendapatkannya kembali?’ Saat saya bilang belum tahu, dia menjawab, ‘Oke, beri saya waktu 24 jam, saya akan berusaha membawa ayahmu pulang.’ Saya kaget, karena dia bahkan tidak tahu di mana ayah saya berada, tapi dia tetap mencoba membantu. Itu benar-benar luar biasa.”


Legacy

Gelar Piala Liga Inggris musim 2005 menjadi trofi pertama Chelsea di bawah kepemimpinan Roman Abramovich. Mereka menyabet tiga Piala Liga Inggris pada tahun 2005, 2007 dan 2015. (AFP/Ben Stansall)

Mikel menegaskan bahwa warisan Abramovich tidak akan pernah terlupakan di Stamford Bridge.

“Roman adalah sosok yang membentuk siapa kita hari ini. Chelsea menjadi klub besar, memenangkan banyak trofi, dan dikenal di seluruh dunia karena dia,” ujarnya. “Semua yang kami capai tidak bisa dipisahkan dari kontribusinya.”

Sejak diambil alih oleh konsorsium yang dipimpin Todd Boehly dan Clearlake Capital, Chelsea memang terus berupaya melanjutkan tradisi sukses era Abramovich. Namun, bagi para legenda klub seperti Terry dan Mikel, sosok sang miliarder asal Rusia itu tetap akan dikenang sebagai figur yang mengubah sejarah Chelsea selamanya.

 

Berita Terkait