6 Tanda Pekerjaan Mulai Menggerus Kesehatan Mental Anda

Berikut enam tanda bahwa pekerjaan sudah mulai memengaruhi kesehatan mental Anda.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Oktober 2025, 14:20 WIB
Ilustrasi stres, depresi, anxiety, lelah bekerja. (Photo By Unsplash)

Bola.com, Jakarta - Tidak semua orang merasa puas dengan pekerjaan yang dijalaninya. Namun, ada perbedaan besar antara pekerjaan yang sekadar membuat stres dan pekerjaan yang benar-benar berdampak buruk pada kesehatan mental maupun emosional.

Psikolog klinis Seth J. Gillihan, PhD, menjelaskan bahwa terjebak dalam lingkungan kerja yang toksik dapat menimbulkan konsekuensi jangka panjang.

Advertisement

Dampaknya bisa berupa gangguan tidur, stres berkepanjangan, perubahan perilaku, hingga penurunan kondisi fisik.

Berbagai faktor bisa memicu kondisi tersebut, dari beban kerja berlebihan, rutinitas yang monoton, tekanan dari klien, hingga hubungan yang tidak harmonis dengan atasan atau rekan kerja.

Jika dibiarkan, situasi ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang menguras energi dan menggerus kesejahteraan mental.

Berikut enam tanda yang perlu diwaspadai ketika pekerjaan mulai memengaruhi kesehatan mental Anda.

Jika tanda-tanda tersebut mulai Anda rasakan, bisa jadi pekerjaan telah mengambil alih keseimbangan hidup Anda. Mengenali gejalanya sejak dini dapat menjadi langkah awal untuk memulihkan kesehatan mental dan menemukan kembali makna dalam bekerja.


Tanda yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi cemas hari Senin. Credit: freepik.com

1. Suasana Positif di Kantor Sulit Dirasakan

Anda mungkin merasa bahagia saat berada di luar kantor, tetapi suasana hati itu seketika hilang ketika kembali ke tempat kerja atau sekadar memikirkan pekerjaan.

Ketika kantor menjadi topik pembicaraan, perasaan yang muncul justru cemas, tegang, dan lelah secara emosional.

2. Hari Senin Jadi Sumber Kecemasan

Malam Jumat atau Sabtu bisa terasa lega karena pekerjaan sejenak terlupakan. Namun, begitu Minggu malam tiba, rasa gelisah dan takut akan hari Senin mulai muncul.

Kecemasan ini bahkan dapat mengganggu waktu bersama keluarga karena pikiran Anda terus terbayang pada rutinitas kerja keesokan harinya.


Tanda yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi susah tidur, kualitas tidur menurun. (Image by Freepik)

3. Sering Berkhayal untuk Berhenti atau Pensiun

Jika Anda kerap memimpikan untuk segera pensiun atau berhenti bekerja, bisa jadi itu tanda kelelahan mental.

Perasaan jenuh ini menandakan bahwa Anda sudah kehilangan energi menghadapi tantangan dan tekanan dalam dunia kerja sehari-hari.

4. Kualitas Tidur Menurun

Lingkungan kerja yang tidak sehat sering berdampak langsung pada kualitas tidur. Ada yang sulit beristirahat setiap malam setelah hari-hari sibuk di kantor, ada pula yang mulai merasakan gangguan tidur menjelang akhir pekan ketika beban kerja makin menumpuk.


Tanda yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi mudah sakit. (copyright Freepik)

5. Tubuh Mudah Sakit

Penelitian menunjukkan stres kronis dapat menurunkan daya tahan tubuh. Saat stres tak kunjung reda, sistem imun menjadi lemah dan tubuh lebih rentan terhadap penyakit atau infeksi.

Kondisi ini merupakan tanda bahwa tekanan pekerjaan telah memengaruhi kesehatan fisik Anda.

6. Sering Mengambil Cuti Tanpa Alasan Mendesak

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah keinginan kuat untuk bolos atau mengambil cuti pribadi tanpa alasan yang jelas. Kadang seseorang sudah bersiap berangkat kerja, tetapi mendadak merasa mual, pusing, atau enggan melangkah ke kantor.

"Pernah suatu kali saya berkata, 'Hari ini saya lebih baik kerja dari rumah saja,'" ujar Gillihan menggambarkan perasaan yang kerap muncul saat beban kerja terasa terlalu berat.

 

Sumber: merdeka.com

Berita Terkait