Pertemuan Trump-Xi Tunjukkan Dampak Besar Geopolitik terhadap Pasar Kripto dan Sentimen Global

Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping menjadi bukti geopolitik memengaruhi pasar kripto dan sentimen investor global.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 November 2025, 20:20 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, saling memandang usai pertemuan puncak mereka di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025).(Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Bola.com, Jakarta - Pasar keuangan dunia, termasuk aset digital, sedang bergerak hati-hati usai pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, di Busan, Korea Selatan.

Momen diplomatik tersebut mempertegas bahwa faktor geopolitik masih menjadi pendorong utama arah sentimen investor global, tak terkecuali di pasar kripto.

Advertisement

Wakil Presiden Indodax, Antony Kusuma, menilai bahwa koreksi yang terjadi di pasar kripto belakangan ini merupakan bagian dari penyesuaian alami terhadap kondisi global yang berubah cepat.

Menurutnya, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mengalami penurunan moderat masing-masing sebesar 1,66 persen dan 1,64 persen, yang membuat kapitalisasi pasar kripto menyusut sekitar 0,77 persen.

"Pergerakan ini menunjukkan proses adaptasi pasar digital terhadap dinamika makroekonomi dunia. Saat ini, investor tidak hanya memperhatikan kebijakan suku bunga, tetapi juga mulai memasukkan faktor geopolitik dalam analisis mereka," jelas Antony.


Geopolitik dan Respons Pasar Kripto

Ilustrasi Kripto, Crypto atau Cryptocurrency. Foto: Freepik/Frimufilms

Antony menambahkan, konsolidasi harga yang sedang terjadi di pasar kripto menggambarkan mekanisme penyesuaian yang sehat.

Menurutnya, pasar kini lebih responsif terhadap perkembangan geopolitik ketimbang sekadar menunggu kebijakan moneter dari bank sentral.

Pertemuan Trump-Xi, yang menghasilkan sinyal positif terkait tarif dan kerja sama perdagangan mineral langka, menjadi bukti bagaimana keputusan politik tingkat tinggi mampu menggoyang pasar global.

Namun, para pelaku pasar cenderung menunggu realisasi kebijakan sebelum mengambil langkah besar.

Koreksi ringan pada Bitcoin dan Ethereum setelah pengumuman terbaru dari The Federal Reserve juga memperlihatkan tingkat rasionalitas investor yang semakin tinggi.

Mereka kini lebih berhati-hati dalam membaca konteks ekonomi global secara menyeluruh, termasuk arus modal institusional dan psikologi pasar.


Peluang di Tengah Volatilitas

Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple. Kredit: WorldSpectrum via Pixabay

Kendati volatilitas menjadi ciri khas pasar kripto, Antony menilai kondisi ini justru bisa menjadi peluang strategis bagi investor yang disiplin dan berpandangan jangka panjang.

Ia menekankan bahwa kunci menghadapi ketidakpastian pasar adalah diversifikasi aset, pemahaman fundamental terhadap kripto, serta kemampuan membaca dinamika ekonomi global.

Investor yang mampu menilai situasi secara objektif akan lebih siap menghadapi fluktuasi harga jangka pendek.

"Saat pasar mengalami koreksi, itulah waktu yang baik untuk melakukan akumulasi aset. Dengan strategi yang tepat, potensi keuntungan jangka panjang tetap bisa dioptimalkan," ujar Antony.


Strategi di Tengah Ketidakpastian

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (kiri), dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, berjabat tangan saat meninggalkan Pangkalan Udara Gimhae, yang terletak di sebelah Bandara Internasional Gimhae di Busan, pada Kamis 30 Oktober 2025. Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping membuka pertemuan tatap muka pertama mereka dalam enam tahun, mengupayakan gencatan senjata untuk mengakhiri perang dagang yang telah mengguncang ekonomi dunia. (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP)

Lebih lanjut, Antony menyoroti pentingnya memahami keterkaitan antara kebijakan moneter global dan respons pasar digital.

Ia menjelaskan bahwa pemangkasan suku bunga oleh The Fed dan pertemuan strategis seperti Trump-Xi memberi sinyal peningkatan likuiditas, tetapi dampaknya tetap bergantung pada kondisi ekonomi riil serta ekspektasi pelaku pasar.

Menurutnya, investor institusional telah menunjukkan kematangan dalam memanfaatkan momentum koreksi harga untuk menambah portofolio.

Sementara itu, investor ritel diimbau untuk selalu memperbarui informasi, meninjau ulang strategi, dan melakukan analisis pribadi sebelum mengambil keputusan investasi.

Pendekatan yang hati-hati dan berbasis data, kata Antony, akan membantu investor menavigasi pasar kripto yang dinamis dengan lebih efektif, di tengah kondisi geopolitik global yang terus berubah.

 

Sumber: merdeka.com

Berita Terkait