5 Pemain Real Madrid yang Mulai Gerah dengan Gaya Melatih Xabi Alonso

Baru empat bulan kerja sama, lima pemain Real Madrid ini dikabarkan sudah tak puas dengan gaya kepelatihan Xabi Alonso.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 November 2025, 12:45 WIB
Jude Bellingham #5 dari Real Madrid C. F. berjabat tangan dengan Xabi Alonso, Pelatih Kepala Real Madrid C. F., setelah digantikan selama pertandingan Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 antara Real Madrid CF dan CF Pachuca di Stadion Bank of America pada tanggal 22 Juni 2025 di Charlotte, Carolina Utara. (Richard Pelham/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Musim panas lalu menjadi awal baru bagi Real Madrid. Carlo Ancelotti yang telah memimpin klub dalam 234 pertandingan di periode keduanya meninggalkan kursinya, dan posisi pelatih utama diambil alih oleh Xabi Alonso, sosok yang sukses membangun reputasi impresif bersama Bayer Leverkusen di Jerman.

Namun, laporan dari Spanyol menyebutkan bahwa tak semua pemain Los Blancos nyaman bekerja di bawah pelatih baru tersebut.

Advertisement

Memasuki 12 pertandingan Liga Spanyol musim 2025/26, Madrid masih memimpin klasemen sementara dengan keunggulan tiga poin atas rival utamanya, Barcelona.

Dalam periode empat bulan pertamanya, Alonso mencatat hasil gemilang dengan 10 kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Di Liga Champions, performa Madrid juga cukup solid. Terlepas dari kekalahan 0-1 dari Liverpool di Anfield baru-baru ini, tim yang masih mengandalkan ketajaman Kylian Mbappé itu telah memenangi tiga dari empat laga fase grup.

Namun, menurut sejumlah laporan, tidak semua pemain menyukai metode yang diterapkan sang pelatih.


Evaluasi Diri

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, merayakan golnya bersama rekan setimnya setelah melakukan penyelamatan atas tendangan penalti dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions antara Real Madrid dan Arsenal di stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Kamis dini hari WIB (17-4-2025). (AP Photo/Bernat Armangue)

Menggantikan sosok legendaris seperti Ancelotti tentu bukan tugas mudah. Meski Alonso dikenal sebagai pelatih muda bertalenta dan berkarakter kuat, gaya kepelatihannya ternyata tidak sepenuhnya diterima di ruang ganti Madrid.

Hal itu mencuat usai hasil imbang 0-0 kontra Rayo Vallecano, Minggu (9-11-2025). Dalam laga tersebut, Madrid tampil dominan tetapi gagal mencetak gol, meski menurunkan skuad utama.

Seusai pertandingan, Alonso menegaskan pentingnya evaluasi diri.

"Kami sudah mempersiapkan diri untuk laga berat. Bermain di Vallecas memang tidak pernah mudah. Rayo memaksa kami bermain dalam tempo tinggi," ujarnya.


Lima Pemain Mulai Tak Nyaman

Gelandang Real Madrid, Federico Valverde, mencetak gol pembuka kemenangan Los Blancos atas Osasuna pada jornada 22 La Liga Spanyol, Minggu (19/2/2023) dini hari WIB. Real Madrid menang 2-0 atas Osasuna dalam laga tersebut. (AP Photo/Alvaro Barrientos)

Namun, laporan Mundo Deportivo mengungkapkan bahwa setelah hasil tersebut, ada lima pemain yang mulai menunjukkan ketidakpuasan terhadap gaya kepelatihan Alonso.

Nama-nama besar seperti Thibaut Courtois, Vinicius Jr, dan Jude Bellingham disebut termasuk di antara mereka.

"Terlihat jelas bahwa beberapa pemain seperti Vinicius Jr, (Jude) Bellingham, dan (Thibaut) Courtois tidak sepenuhnya senang dengan keputusan pelatih dalam memainkan bola dari belakang," tulis jurnalis, Mario Calderon.

Ia menambahkan bahwa dua gelandang lain, Fede Valverde dan Eduardo Camavinga, juga merasa tidak nyaman karena belum mendapatkan posisi dan menit bermain yang konsisten.

"Keduanya tampak kurang terhubung dengan Xabi Alonso," lanjut Calderon.


Gaya Kepelatihan

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Osasuna pada laga pekan perdana La Liga di Stadion di Santiago Bernabeu, Rabu (20/8/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Alasan utama ketegangan tersebut, menurut laporan yang sama, terletak pada perbedaan pendekatan. Alonso dikenal lebih tegas dan menuntut disiplin tinggi di sesi latihan dibandingkan Ancelotti.

Ia disebut menerapkan sistem latihan yang sangat terstruktur dengan bantuan analisis video, penggunaan drone, serta pembahasan taktik secara mendetail. Tujuannya, agar para pemain benar-benar siap secara fisik dan taktis setiap kali turun ke lapangan di kompetisi domestik maupun Eropa.

Namun, sebagian pemain Madrid ternyata lebih menyukai gaya kepemimpinan yang lebih longgar seperti yang diterapkan Ancelotti dan Zinedine Zidane, dua pelatih yang dikenal santai, tetapi berhasil membawa klub meraih kejayaan di Liga Champions.

Setelah jeda internasional, Real Madrid akan melanjutkan perjalanan di La Liga dengan menghadapi Elche yang kini menempati posisi ke-11 klasemen.

Alonso berharap timnya dapat segera kembali ke jalur kemenangan di kompetisi domestik, di tengah isu ketegangan yang mulai menyeruak di ruang ganti Los Blancos.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait