Gelombang Protes Mendunia: Paul Pogba dan 70 Lebih Atlet Bersatu Minta UEFA Hukum Israel

Lebih dari 70 atlet dari berbagai cabor menandatangani Petisi yang menyerukan agar UEFA melarang Israel tampil di kompetisi internasional.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 November 2025, 20:15 WIB
Paul Pogba saat diperkenalkan sebagai pemain Monaco. (X/Monaco)

Bola.com, Jakarta - Tekanan terhadap UEFA untuk melarang Israel tampil di kompetisi internasional makin meningkat menjelang Piala Dunia 2026.

Lebih dari 70 atlet dari berbagai negara, termasuk bintang sepak bola Paul Pogba, menyerukan agar Israel dijatuhi sanksi atas dugaan pelanggaran kemanusiaan di Gaza.

Advertisement

Petisi ini digagas oleh gerakan Athletes 4 Peace, yang menuntut UEFA dan FIFA menangguhkan Israel dari seluruh ajang sepak bola internasional hingga negara tersebut mematuhi hukum internasional.

Seruan ini datang di tengah meningkatnya protes global terhadap konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

Israel saat ini masih berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan menutup fase tersebut dengan laga kontra Moldova, Senin (17-11-2025) dini hari WIB. Namun, nasib mereka akan diputuskan dalam rapat Komite Eksekutif UEFA bulan depan di Nyon, Swiss.

Menurut laporan The Times, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan disebut siap mengajukan permohonan pribadi kepada para petinggi UEFA dan FIFA demi memastikan timnya tidak dilarang tampil, seperti halnya Rusia yang telah diskors sejak invasi ke Ukraina pada 2022.


Pogba dan Atlet Dunia Serukan Sanksi

Hakim Ziyech. Gelandang serang Maroko berusia 29 tahun yang kini menjalani musim ke-3 bersama Chelsea usai didatangkan dari Ajax Amsterdam pada awal musim 2020/2021 ini menempati posisi keempat sebagai pemain termahal yang pernah didatangkan klub Liga Inggris dari Liga Belanda. The Blues mengeluarkan biaya senilai 40 juta euro atau kini setara Rp593 miliar untuk mendatangkannya. Menjelang ditutupnya bursa transfer musim panas 2022/2023 Chelsea berencana meminjamkannya ke klub lamanya, Ajax untuk memberinya kesempatan bermain yang lebih banyak. (AFP/Glyn Kirk)

Dalam surat terbuka yang diunggah ke situs resmi Athletes 4 Peace, para atlet menilai tindakan Israel melanggar hukum kemanusiaan internasional dan bertentangan dengan nilai dasar olahraga.

"Olahraga tidak bisa bersikap netral di hadapan ketidakadilan. Diam berarti menerima bahwa nyawa sebagian orang lebih berharga daripada yang lain," tulis pernyataan resmi kelompok tersebut.

Bintang asal Prancis Paul Pogba menjadi nama paling menonjol di daftar penandatangan. Ia bergabung dengan Cheick Doucoure (Crystal Palace), Hakim Ziyech (mantan Chelsea), Sam Morsy (eks kapten Ipswich Town), serta Moeen Ali (mantan pemain kriket Inggris).


Dukungan Lintas Cabang Olahraga

Sam Morsy (Foto: Instagram @sammorsy08)

Selain pesepak bola, sejumlah atlet dari cabang lain juga menandatangani petisi tersebut. Mereka di antaranya petinju Ty Mitchell dan Zak Chelli, pemain jockey. Khadijah Mellah, serta pemain kriket, Abtaha Maqsood dan Ajaz Patel.

Klub FC Palestino asal Chili bahkan menjadi tim sepak bola pertama yang resmi mendukung petisi itu.

CEO Athletes 4 Peace, Ebs Rahman, menyebut gerakan ini bukan sekadar aksi politik, tetapi bentuk solidaritas kemanusiaan

"Olahraga tidak boleh diam ketika atlet dan warga sipil, termasuk anak-anak, dibunuh secara massal di Gaza," ujar Rahman.

"Ini bukan tentang memilih pihak, melainkan tentang keadilan dan nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh dunia olahraga," lanjutnya.

Tekanan terhadap UEFA juga makin besar setelah PBB mengeluarkan pernyataan yang menyerukan lembaga olahraga dunia untuk tidak menutup mata terhadap situasi kemanusiaan di Gaza.

Protes ini mencuat usai meninggalnya legenda sepak bola Palestina, Suleiman al-Obeid, yang dikenal sebagai "Pele Palestina", Agustus lalu.

Bahkan, Mohamed Salah turut menyoroti sikap UEFA setelah badan sepak bola Eropa itu mengunggah penghormatan untuk al-Obeid tanpa menyebutkan penyebab kematiannya.


Situasi Serupa dengan Rusia?

Timnas Rusia lolos ke Piala Eropa 2022 setelah pesta gol atas Siprus di penyisihan Grup I di Neo GSP, Nicosia Levkosia (13/10/2019). (AFP)

Langkah sanksi terhadap Israel akan menjadi keputusan besar kedua UEFA setelah melarang Rusia tampil di semua ajang internasional akibat invasi ke Ukraina. Namun, hingga kini belum ada indikasi kuat bahwa keputusan serupa akan diterapkan terhadap Israel.

Israel menempati peringkat ketiga Grup I di kualifikasi Piala Dunia 2026 dan tertinggal sembilan poin dari Norwegia di puncak klasemen. Jika larangan diberlakukan, mereka berpotensi kehilangan kesempatan tampil di turnamen dunia tahun depan.

Athletes 4 Peace menyebut petisi ini sebagai "suara bersatu dari para profesional olahraga di seluruh dunia yang berdiri untuk keadilan, kejujuran, dan kemanusiaan".

Gerakan tersebut juga mendapat dukungan dari kelompok pro-Palestina seperti Game Over Israel, yang sebelumnya melobi agar suporter klub Maccabi Tel Aviv dilarang hadir di laga Liga Europa melawan Aston Villa.

Meningkatnya dukungan lintas cabang olahraga ini menandai babak baru dalam aktivisme atlet global, di mana suara mereka tak lagi terbatas pada lapangan, melainkan juga menjadi bagian dari tekanan moral terhadap lembaga olahraga dunia.

(Razaqa Roger Arif Ali)

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait