Bola.com, Jakarta - Ada pencapaian menarik ketika Luca Marini berstatus pembalap Honda terbaik ketika finis ketujuh pada balapan MotoGP Valencia 2025 di Sirkuit Ricardo Tormo hari Minggu (17/11/2025).
Ya berkat hasil tersebut, kini Honda naik peirngkat di klasemen konsesi pabrikan dari D ke C. Alhasil Yamaha jadi satu-satunya pabrikan MotoGP dengan konsesi level D saat ini.
Lantas apa untung dan ruginya buat Honda harus naik level konsesi ke C? Keuntungan jelas dalam bentuk motor Honda RC213V kini sudah improve signifikan.
Pada MotoGP 2025, pembalap LCR Honda, Johann Zarco bahkan bisa menang balapan MotoGP Prancis, disusul finis kedua di MotoGP Inggris.
Lalu pembalap tim pabrikan Honda HRC Castrol, Joan Mir dua kali finis podium ketiga pada balapan MotoGP Jepang dan Malaysia.
Sedikit Merugikan dari Sisi Teknis
Namun naik level konsesi ini sebenarnya sedikit merugikan dari sisi teknis. Karena Honda kehilangan beberapa keuntungan yang didapat jika tetap berstatus pabrikan konsesi level D.
Salah satunya larangan menggelar tes di semua trek. Pabrikan pada konsesi level C hanya bisa tes pada sirkuit yang telah ditentukan.
Tes tersebut juga hanya bisa dijalankan test rider bukan pembalap utama seperti yang didapat konsesi level D. Alokasi total ban pada MotoGP 2026 milik Honda juga bakal berkurang dari 260 menjadi hanya 220.
Jatah Wildcard Berkurang
Tidak berhenti sampai di situ, karena konsesi Level C, jatah Honda menurunkan test rider mereka pada balapan MotoGP 2026 dengan wildcard juga berkurang dari enam menjadi tiga.
Alokasi mesin yang didapat Honda dalam satu musim kompetisi akan dikurangi dari sepuluh menjadi delapan. Spesifikasi mesin juga akan dibekukan, alih-alih bebas mengembangkan mesin seperti level D.
Sementara update perangkat aerodinamika juga akan dibatasi hanya sekali dalam satu musim, bukan dua seperti yang diizinkan saat berada di Level D.
Sumber: Crash