Kisah Unik Sebastien Migne: Kerja Hybrid, Sukses Bawa Timnas Haiti Lolos Piala Dunia 2026

Sebastien Migne berhasil memimpin Haiti lolos ke Piala Dunia 2026 tanpa sekalipun menginjakkan kakinya di negara tersebut.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 19 November 2025, 21:30 WIB
Warga Haiti turun ke jalan-jalan di Port-au-Prince saat merayakan lolosnya tim nasional mereka di putaran final Piala Dunia 2026, pada Selasa 18 November 2025 waktu setempat. Timnas Haiti memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Nikaragua dengan skor 2-0. (Clarens SIFFROY/AFP)

Bola.com, Jakarta - Haiti mencetak sejarah besar setelah memastikan tiket ke Piala Dunia musim panas tahun depan, sebuah pencapaian yang terasa ajaib mengingat kondisi negara yang tengah dilanda krisis. Lebih mengejutkan lagi, keberhasilan ini diraih di bawah komando Sebastien Migne, pelatih yang selama 18 bulan menjabat belum sekalipun menginjakkan kaki di tanah Haiti karena alasan keamanan.

Untuk pertama kalinya sejak 1974, Haiti kembali ke putaran final Piala Dunia. Mereka memastikan langkah tersebut lewat kemenangan 2-0 atas Nicaragua pada laga kandang yang harus dimainkan jauh dari rumah. Momentum ini menjadi titik terang bagi sebuah bangsa yang tengah berjuang melewati masa-masa sulit.

Advertisement

Haiti menjuarai grup yang berisi tim-tim kuat seperti Honduras dan Kosta Rika, dua negara yang memiliki ranking FIFA lebih baik. Pada partai penutup, mereka menahan imbang Kosta Rika 0-0 pada malam dramatis di La Sabana, sementara para pemain dan staf hanya bisa menunggu hasil pertandingan lain dari layar ponsel.

Karena konflik berkepanjangan, Haiti tak bisa bertanding di negaranya sendiri. Mereka terpaksa menjadikan Stadion Ergilio Hato di Curaçao sebagai rumah sementara, sekitar 800 kilometer dari tanah kelahiran mereka. Seusai laga, perayaan kecil di stadion menjadi penanda mimpi besar yang akhirnya terwujud.

 


Situasi Haiti yang Kian Memburuk

Pelatih Timnas Haiti, Sebastien Migne. (X/Actu Foot Stats)

Lolosnya Haiti ke Piala Dunia terjadi di tengah kondisi negara yang semakin tidak stabil. Selama bertahun-tahun, Haiti diguncang masalah politik, kemiskinan ekstrem, serta bencana alam seperti gempa bumi dan badai. Namun dalam beberapa tahun terakhir, eskalasi kekerasan geng membuat situasi semakin mengerikan.

Laporan Amnesty International menggambarkan betapa brutal kehidupan sehari-hari di sana.

"Anak-anak menjadi sasaran dan kerap dieksploitasi geng," tulis laporan tersebut. "Hampir setiap jalan bisa berubah menjadi medan perang. Makanan sangat langka dan setengah populasi menghadapi kelaparan akut."

Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris (FCDO) bahkan mengeluarkan peringatan keras agar tidak ada perjalanan ke Haiti karena kondisi keamanan yang sangat tidak stabil.

 


Pelatih Tak Bisa Masuk Haiti, Tim Tetap Menanjak

Para pemain Timnas Haiti bersuka cita merayakan sukses lolos ke Piala Dunia 2026. (X/Actu Foot Stats)

Situasi keamanan yang memburuk membuat Sebastien Migne tak pernah bisa masuk ke negara yang ia latih sejak 2024. Ia terpaksa mengatur strategi dari luar negeri sambil mengandalkan laporan dan pemantauan jarak jauh.

Migne mengaku ingin tinggal dekat dengan tim, seperti yang biasa ia lakukan sepanjang kariernya.

"Itu mustahil karena terlalu berbahaya," ujar Migne kepada L’Equipe. "Biasanya saya tinggal di negara tempat saya bekerja, tetapi kali ini tidak bisa. Tidak ada lagi penerbangan internasional yang mendarat di sana."

Untuk membangun skuad kompetitif, Migne memanfaatkan jaringan federasi sepak bola Haiti dan berhasil membujuk sejumlah pemain diaspora untuk bergabung. Salah satunya adalah gelandang Wolves, Jean-Ricner Bellegarde.

 


Main untuk Haiti, Main untuk Keluarga

Bellegarde menjadi salah satu figur penting dalam proyek Haiti menuju Piala Dunia. Ia mengaku bangga dapat mewakili tanah leluhurnya, terlebih di momen langka seperti ini.

"Saya merasa sedang mewakili keluarga saya," ujar Bellegarde.

"Negara kami kecil, tapi sekarang kami punya kesempatan bermain di Piala Dunia. Keluarga saya bilang ini momen yang tepat bagi saya bermain untuk Haiti, dan saya rasa ini kesempatan besar buat karier saya."