Alexander Isak, Kandidat Terbesar Flop Terburuk di Premier League

Transfer Alexander Isak ke Liverpool melibatkan biaya sembilan digit, sebuah angka yang otomatis menimbulkan ekspektasi besar, meskipun sang pemain jelas tidak bisa disalahkan atas harga tersebut.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 26 November 2025, 07:30 WIB
Penyerang Liverpool asal Swedia #09, Alexander Isak (tengah), gelandang Liverpool asal Hongaria #08, Dominik Szoboszlai (kiri), dan penyerang Liverpool asal Mesir #11, Mohamed Salah, menunggu babak kedua dimulai dalam pertandingan Premier League antara Liverpool dan Manchester United di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 19 Oktober 2025. (PETER POWELL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pertanyaan keras, tidak adil, namun tetap perlu diajukan: apakah Alexander Isak kini menjadi flop terbesar dalam sejarah Premier League?

Berbagai faktor yang menyertai kepindahannya ke Liverpool membentuk kombinasi sempurna dari semua elemen kegagalan, mulai dari harga fantastis hingga dampak buruknya terhadap struktur skuad.

Advertisement

Transfer Alexander Isak ke Liverpool melibatkan biaya sembilan digit, sebuah angka yang otomatis menimbulkan ekspektasi besar, meskipun sang pemain jelas tidak bisa disalahkan atas harga tersebut.

Namun, proses panjang negosiasi yang semakin berlarut-larut membuat Liverpool terjebak dalam komitmen emosional, hingga kesannya mereka harus menyelesaikan kesepakatan berapa pun biayanya.

Ironisnya, fokus besar pada pembelian Isak membuat Liverpool gagal melakukan hal yang jauh lebih penting: memperkuat lini pertahanan yang menua dan kekurangan tenaga.

Keputusan itu berubah menjadi sebuah pursuit yang salah langkah, apalagi setelah Liverpool lebih dulu merekrut Florian Wirtz dan Hugo Ekitike, sosok yang dianggap sebagai “Isak yang sudah ada di rumah.”

Isak sebenarnya tidak perlu benar-benar gagal untuk disebut sebagai kegagalan; bahkan jika ia mencetak empat atau lima gol pada tahap awal, kerusakan struktural pada skuad Liverpool tetap tidak terhindarkan.

 
 

Minim Prestasi dan Dampak Negatif di Lapangan

Alexander Isak menjalani debut sebagai pemain Liverpool dalam duel versus Atletico Madrid pada fase liga Liga Champions 2025/2026 di Anfield, Kamis (18/9/2025) dini hari WIB. (AFP/Oli Scraff)

Sayangnya bagi Liverpool, Isak bukan hanya gagal memenuhi ekspektasi, ia bahkan tampil jauh di bawah standar minimum.

Tidak luar biasa, tidak cukup baik, tidak memadai, bahkan tidak sekadar mengecewakan. Ia tampil, dalam istilah teknis yang kasar, “benar-benar buruk.”

Dengan kehadirannya di lapangan, Liverpool bukan hanya tidak menjadi lebih baik, tetapi justru lebih buruk. Bukan sekadar perbandingan dengan pemain yang tidak mereka datangkan, seperti bek Marc Guehi, yang mungkin lebih dibutuhkan,  tapi dibandingkan para pemain yang mereka miliki sekarang, kontribusi Isak justru membuat tim tertinggal.

Bekas bintang Newcastle itu berada dalam posisi yang mengharuskannya tampil luar biasa hanya untuk membuat transfernya “impas” secara nilai.

Namun kenyataannya, performanya bahkan tidak setara dengan pemain gratisan. Hasil akhirnya tampak jelas: pertahanan gelar Liverpool sudah kandas, dan mereka kini berada di papan bawah klasemen, bahkan di bawah Manchester United dan Tottenham Hotspur, dua tim yang juga sedang kacau.


Kombinasi Fatal dari Keputusan Salah

Pemain Liverpool, Alexander Isak, berusaha mencetak gol melewati kiper Manchester United, Senne Lammens, dalam pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester United di Liverpool, Inggris, Minggu, 19 Oktober 2025. (AP Photo/Ian Hodgson)

Melihat seluruh rangkaian peristiwa, kegagalan Isak bukan hanya soal performa pribadi.

Ini adalah akumulasi dari biaya besar, perekrutan yang tidak perlu, hilangnya kesempatan memperkuat sektor penting lain, serta kenyataan kedatangannya justru merusak keseimbangan tim.

Transfer ini kini tampak sebagai flop yang hampir mustahil dikalahkan: sebuah kombinasi kejadian tidak menguntungkan yang menjadi pelajaran pahit tentang pentingnya perencanaan skuad yang rasional.

Jika ada gelar “flop terbesar di Premier League,” Isak saat ini tampak menjadi kandidat utamanya.

Sumber: Football365

 
 

Persaingan di Premier League

Berita Terkait