Keterisian Baru 9 Persen, LRT Jakarta Fokus Genjot Minat Penumpang

LRT Jakarta masih sepi penumpang, Dirut akui tantangan berat.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 November 2025, 10:20 WIB
Penumpang menunggu kedatangan kereta LRT Jabodebek di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (30/1/2024). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Bola.com, Jakarta - PT LRT Jakarta mengungkapkan bahwa tingkat keterisian kereta pada lintasan Velodrome-Pegangsaan Dua masih sangat rendah.

Rata-rata okupansi baru sekitar sembilan persen sehingga menjadi satu di antara tantangan terbesar dalam operasional tahun 2025.

Advertisement

Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, menyampaikan bahwa jumlah penumpang harian saat ini berkisar 3.579 orang.

Angka tersebut jauh di bawah kapasitas maksimal satu rangkaian yang mampu membawa 270 penumpang, setiap rangkaian terdiri dari dua gerbong dengan daya tampung 135 orang per gerbong.

"Tantangan saya, tantangan teman-teman saya adalah bagaimana meningkatkan ridership atau keterisian kereta kami yang rata-rata itu belum mencapai sembilan persen," ujar Roberto dalam Media Day di Stasiun Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Rabu (26-11-2025).


Akumulasi Penumpang

Proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2026. (merdeka.com/Imam Buhori)

Ia menegaskan bahwa dalam kondisi ideal satu rangkaian bisa penuh hingga 270 penumpang, tetapi kondisi aktual masih sangat jauh dari angka tersebut.

"Keterisiannya itu kira-kira baru mendekati 10 persennya. Jadi, bisa dibayangkan dari kapasitas 270, ya baru 27 orang sekali naik dan seterusnya," ungkapnya.

Roberto menyebutkan, akumulasi total penumpang harian yang berada di kisaran 3.400-3.500 orang menunjukkan bahwa tingkat keterisian kereta belum memadai. Karena itu, meningkatkan jumlah pengguna menjadi fokus strategi perusahaan.

"Oleh karena itu upaya-upaya yang kami lakukan sekarang, kami fokus untuk menjaga agar layanan kami tetap tinggi kualitasnya. Tapi, kami juga melakukan berbagai macam event," tuturnya.


Perpanjangan Rute

Ia menambahkan bahwa pendeknya rute yang tersedia saat ini turut membatasi jumlah penumpang.

Itulah mengapa, perpanjangan jalur seperti pengembangan rute Velodrome-Manggarai dipandang penting untuk mendongkrak ridership.

LRT Jakarta berharap pembukaan rute menuju Manggarai pada 2026 mampu meningkatkan minat masyarakat dan secara bertahap mendorong keterisian kereta mendekati kapasitas ideal.

 

Sumber: merdeka.com