Mengapa Jean-Philippe Mateta Boleh Menendang Penalti 2 Kali saat Crystal Palace Hadapi MU

Penjelasan mengapa Jean-Philippe Mateta boleh menendang penalti dua kali saat Crystal Palace kalah dari MU.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Desember 2025, 05:30 WIB
Penyerang Crystal Palace asal Prancis #14, Jean-Philippe Mateta, mengambil penalti pertama, sebelum tinjauan VAR memutuskan bahwa ia secara tidak sengaja menyentuh bola dua kali, yang mengakibatkan tendangan ulang, dalam pertandingan Liga Inggris antara Crystal Palace dan Manchester United di Selhurst Park, London selatan, pada 30 November 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Bola.com, Jakarta - Jean-Philippe Mateta menjadi pencetak gol pertama bagi Crystal Palace dalam laga melawan Manchester United, Minggu malam lalu, tetapi cara gol itu tercipta terbilang unik.

Gol lahir setelah Leny Yoro melakukan pelanggaran di kotak penalti, menjatuhkan Mateta secara kurang rapi di Selhurst Park.

Advertisement

Penyerang asal Prancis itu maju sebagai eksekutor penalti pertama dan menembak ke sudut bawah gawang. Sekilas, bola tampak sedikit memantul sebelum masuk ke gawang.

VAR kemudian meninjau ulang situasi tersebut dan menemukan bahwa Mateta menyentuh bola dua kali secara tidak sengaja, dengan kakinya mengenai kaki yang berdiri saat menendang.

Di masa lalu, sentuhan ganda semacam ini biasanya membuat gol dianulir. Namun, aturan kini telah berubah.

Dalam aturan terbaru, sentuhan ganda yang tidak disengaja pada eksekusi penalti akan menyebabkan tendangan penalti diulang.

Dengan demikian, Mateta kembali maju menghadapi kiper Senne Lammens untuk kesempatan kedua. Kali ini ia menendang ke sudut yang berbeda, tetapi hasilnya sama, bola tetap masuk ke gawang.

 


Perubahan Aturan

Pemain Atletico Madrid, Julian Alvarez, mengeksekusi tendangan penalti ke gawang Real Madrid pada laga leg 2 babak 16 besar Liga Champions 2024/2025 di Metropolitano Stadium, Madrid, Spanyol, Kamis (13/03/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Perubahan aturan ini sebenarnya sudah diberlakukan pada Juni 2025, setelah kontroversi penalti Julian Alvarez saat Atletico Madrid menghadapi Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions.

Penalti Alvarez dianulir karena ia menyentuh kaki yang berdiri saat mengeksekusi, padahal hal itu tidak disengaja, dan Real Madrid akhirnya lolos ke perempat final.

Menanggapi hal tersebut, International Football Association Board (IFAB) mengklarifikasi Law 14 mengenai penalti.

IFAB menyatakan bahwa penalti yang terkena sentuhan ganda secara jelas tidak disengaja dapat diulang, hanya jika tendangan pertama masuk ke gawang.

 


Penjelasan UEFA dan Premier League

Sementara itu, dua gol lainnya masing-masing dicetak oleh Jean-Philippe Mateta dan Tyrick Mitchell. (AP Photo/Ian Walton)

Situs resmi UEFA menegaskan:

"UEFA akan segera menerapkan klarifikasi IFAB atas Law 14 terkait kasus sentuhan ganda pemain saat mengeksekusi penalti. Semua pertandingan UEFA, dimulai dari semifinal UEFA Nations League antara Jerman dan Portugal pada 4 Juni 2025, kini dimainkan sesuai interpretasi baru Law 14. FIFA juga memastikan aturan ini berlaku untuk kualifikasi Eropa."

Di Premier League, aturan baru ini juga sudah diterapkan sejak awal musim 2025/26.

Dokumen resmi liga menyebutkan:

"Sentuhan ganda yang tidak disengaja oleh eksekutor penalti akan membuat penalti diulang. Namun, jika sentuhan dilakukan secara sengaja, tim bertahan berhak mendapatkan tendangan bebas tidak langsung."

 

Sumber: Metro

Berita Terkait