Bukan Minum Ya, Ini Alasan Ilmiah di Balik Ritual Kumur-Kumur Air Cristiano Ronaldo yang Terlihat Aneh

Penjelasan ilmiah di balik kebiasaan Cristiano Ronaldo "berkumur" saat di lapangan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Desember 2025, 14:45 WIB
Penyerang Portugal #07, Cristiano Ronaldo, memuntahkan air menjelang pertandingan Grup F UEFA Euro 2024 antara Turki dan Portugal di Stadion BVB, Dortmund, pada 22 Juni 2024. (OZAN KOSE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kebiasaan Cristiano Ronaldo yang kerap hanya membasahi mulut lalu memuntahkan air saat bertanding akhirnya terungkap. Ternyata ada penjelasan ilmiah di balik ritual yang selama ini dianggap tak lazim tersebut.

Ronaldo, yang kini berusia 40 tahun, memiliki rekam jejak karier luar biasa dengan lima trofi Ballon d'Or.

Advertisement

Ia pernah berseragam Sporting Lisbon, dua periode bermain untuk Manchester United, serta meraih kejayaan bersama Real Madrid dan Juventus, sebelum melanjutkan petualangan di Al Nassr, Arab Saudi.

Perjalanan panjang itu dimulai ketika ia direkrut Manchester United dari Sporting pada 2003 dengan biaya sedikit di atas 12 juta paun. Di Old Trafford, Ronaldo meraih tiga gelar Premier League dan satu Liga Champions.

Enam tahun kemudian, pada 2009, MU menerima tawaran 80 juta paun dari Real Madrid, saat itu rekor transfer dunia, untuk melepas sang bintang ke Santiago Bernabeu.


Rekam Jejak Ronaldo

Selebrasi Cristiano Ronaldo dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Portugal vs Hungaria, Rabu (15/10/2025). (AP Photo/Armando Franca)

Selama satu dekade bersama Madrid, Ronaldo menambah empat gelar Liga Champions dan dua trofi La Liga, sekaligus menahbiskan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub.

Pada 2018, ia hijrah ke Juventus dengan mahar awal 100 juta euro dan memenangkan dua gelar Serie A.

Ronaldo kemudian kembali ke Manchester United pada 2021, meski masa keduanya di klub tidak semulus periode pertama. Kontraknya diputus pada akhir 2022 setelah wawancara bersama Piers Morgan yang berisi kritik terhadap berbagai aspek di klub.

Kini, Ronaldo melanjutkan karier di Liga Pro Saudi bersama Al Nassr.

Di level timnas, ia juga memegang rekor penampilan dan gol terbanyak untuk Portugal, 161 gol dari 260 laga, serta mempersembahkan gelar Euro 2016 dan dua trofi UEFA Nations League.


Kebiasaan Janggal, tapi Berguna

Gol lewat penalti pada menit ke-42 tersebut membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan Al Nassr atas Al Okhdood, yang sebelumnya unggul lebih dulu. (AFP/Fayez Nureldine)

Reputasi Ronaldo sebagai atlet yang disiplin dan sangat menjaga kondisi tubuh telah dikenal luas. Cara hidupnya di luar lapangan demi menjaga performa dan usia kariernya sering menjadi sorotan.

Satu di antara kebiasaan yang sempat terlihat janggal kini mendapat penjelasan ilmiah yang memperjelas dedikasinya.

Dalam pertandingan, Ronaldo dan sejumlah pemain lain tidak menelan air minum. Mereka hanya mengusapkan air ke mulut lalu memuntahkannya.

Menurut penjelasan ilmiah, praktik tersebut berkaitan dengan teknik bernama carbohydrate mouth rinse, berkumur dengan larutan karbohidrat yang merangsang reseptor di mulut, "mengelabui" otak, mengurangi rasa lelah, dan memberikan sensasi tambahan energi tanpa harus menelan air.


Penjelasan Kumur-Kumur

Penyerang Portugal #07, Cristiano Ronaldo, meludahkan air sebelum dimulainya pertandingan kualifikasi putaran pertama Grup A EURO 2024 antara Portugal dan Slovakia di Stadion Dragao, Porto, pada 13 Oktober 2023. (MIGUEL RIOPA/AFP)

Akun Instagram 45performancepro menjelaskan:

"Pernahkah Anda memperhatikan bahwa Cristiano Ronaldo dan atlet lain tidak benar-benar minum air saat pertandingan? Mereka hanya membasahi mulut lalu memuntahkannya. Ada penjelasan ilmiahnya. Mereka menggunakan 'carbohydrate mouth rinse', yaitu kumur karbohidrat yang mengaktifkan reseptor di mulut dan 'menipu' otak, mengurangi kelelahan dan memberi rasa berenergi tanpa perlu menelan."

Dalam unggahan yang sama, dijelaskan pula bahwa meminum air di tengah aktivitas intens bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada perut.

Itulah mengapa, hidrasi besar dilakukan sebelum pertandingan atau saat jeda, bukan ketika permainan sedang berlangsung.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait