FIFA Siapkan Aturan VAR Khusus Piala Dunia 2026, Termasuk Keputusan Sepak Pojok

FIFA berpeluang mendapatkan izin untuk memakai aturan VAR versi mereka sendiri pada Piala Dunia 2026.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 02 Desember 2025, 21:30 WIB
Wasit memberikan penalti lagi kepada FC Twente setelah pemeriksaan VAR (video assistant referee) selama pertandingan Liga Europa UEFA antara Malmoe FF dan FC Twente di Malmoe, pada 23 Januari 2025. (Johan NILSSON/KANTOR BERITA TT/AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA berpeluang mendapatkan izin untuk memakai aturan VAR versi mereka sendiri pada Piala Dunia 2026. Otoritas sepak bola dunia itu sedang mengajukan dispensasi khusus agar VAR bisa digunakan untuk memeriksa keputusan sepak pojok yang keliru.

Proposal tersebut sebelumnya mendapat respons beragam saat dibahas panel teknis IFAB (International Football Association Board), badan pembuat Laws of the Game. Meski begitu, IFAB kini mempertimbangkan memberi keleluasaan bagi FIFA untuk menerapkan aturan khusus di turnamen-turnamen pendek seperti Piala Dunia.

Advertisement

Selain sepak pojok, FIFA juga tertarik membuka wacana review kartu kuning kedua. Namun, dalam jangka pendek, pemeriksaan untuk keputusan sepak pojok disebut sebagai prioritas utama.

Langkah FIFA tersebut diprediksi bakal menimbulkan tanda tanya, terutama dari Premier League. Manajer Nottingham Forest, Sean Dyche, beberapa pekan lalu mengkritik VAR karena dua pekan beruntun timnya kebobolan dari situasi sepak pojok yang dianggap keliru.

Meski begitu, perubahan aturan untuk kompetisi liga seperti Premier League tidak diharapkan terjadi dalam waktu dekat.

 

 

 


Meminimalisir Kesalahan

Meski sempat terindikasi offside, gol Georginio Wijnaldum tetap disahkan usai wasit Andreas Ekberg memeriksa ulang lewat rekaman VAR. PSG pun unggul 2-1 hingga babak pertama usai. (AP/Michael Sohn)

FIFA disebut ingin meminimalkan kesalahan mencolok, terlebih pada laga-laga besar seperti final Piala Dunia. Ide untuk memasukkan sepak pojok ke dalam jangkauan VAR sebenarnya sudah dibicarakan sejak musim panas lalu.

Meski demikian, penggunaan VAR untuk mengoreksi keputusan sepak pojok cukup kontroversial. Situasi itu dinilai berkaitan dengan salah satu prinsip dasar Law 5, yaitu wasit tidak bisa mengubah keputusan restart jika permainan sudah dimulai kembali.

Dalam satu pertandingan Premier League, terdapat rata-rata 10 sepak pojok. CEO Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Mark Bullingham, beberapa waktu lalu menolak perluasan cakupan VAR.

IFAB terdiri dari empat asosiasi sepak bola Inggris Raya (FA, FA Wales, FA Skotlandia, dan FA Irlandia Utara) yang masing-masing memiliki satu suara, serta FIFA yang memiliki empat suara.

Karena perubahan Laws of the Game membutuhkan enam dari delapan suara, dispensasi khusus untuk FIFA dianggap sebagai cara lebih mudah tanpa harus mengubah aturan global.


Premier League Tak Akan Ikuti Jejak FIFA

Namun sayang, wasit Chris Kavanagh memutuskan menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR. Posisi Andy Robertson berada di jalur offside. (AFP/Darren Staples)

Jika disetujui pada pertemuan IFAB, Maret mendatang, aturan baru itu bisa langsung diterapkan pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Namun sebagian anggota IFAB masih skeptis terhadap perluasan wewenang VAR, terutama karena khawatir menambah durasi penundaan pertandingan.

Kecil kemungkinan kompetisi klub seperti Premier League akan mengikuti jejak FIFA. Keluhan Sean Dyche tentang gol gelandang Manchester United, Casemiro, dari sepak pojok yang dianggap keliru sempat memunculkan kembali wacana tersebut, tetapi di komunitas pembuat aturan, usulan ini masih mendapat resistensi.


Perbedaan Aturan FIFA dan Kompetisi Eropa

Jika FIFA akhirnya menerapkan VAR yang berbeda dari yang digunakan kompetisi domestik, hal itu bisa memperlebar jurang antara aturan turnamen FIFA dan kompetis Eropa. Isu tersebut sudah sejak lama memicu ketegangan.

Beberapa keputusan besar FIFA sebelumnya, seperti revisi siklus tuan rumah Piala Dunia dan perubahan kalender internasional, juga sempat menuai protes keras tetapi tetap berjalan.

Hanya sepekan setelah larangan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia dicabut, tidak mengherankan jika kini FIFA kembali mendapat kelonggaran untuk menentukan aturan VAR sesuai kehendak mereka.

Sumber: The Telegaph

Berita Terkait