Thierry Henry Tuai Pujian: Analisisnya soal Kisruh Mo Salah di Liverpool Mengena Banget!

Thierry Henry menuai pujian atas analisisnya soal kisruh Mohamed Salah di Liverpool.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Desember 2025, 13:15 WIB
Legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry. (AFP/Michael Owens)

Bola.com, Jakarta - Thierry Henry mendapat banyak apresiasi setelah menyampaikan pandangannya mengenai komentar Mohamed Salah pada akhir pekan lalu dan situasi panas yang kini melingkupi penyerang Liverpool tersebut.

Segmen yang ditayangkan jelang pertandingan Liga Champions itu berlangsung emosional, tetapi dinilai tajam dan tepat sasaran.

Advertisement

Dalam program yang dipandu Kate Abdo, Henry duduk berdampingan dengan Jamie Carragher dan Micah Richards.

Salah menjadi topik besar malam itu setelah memilih meluapkan frustrasinya secara terbuka seusai hasil imbang 3-3 melawan Leeds United pada laga Premier League, Minggu dini hari WIB lalu.

Salah, pencetak 250 gol yang menempati urutan ketiga daftar top scorer sepanjang masa Liverpool, merasa dirinya telah "dikorbankan" oleh klub.

Penyerang berusia 33 tahun itu juga mengklaim hubungan dengan pelatih Arne Slot memburuk lantaran ia kembali duduk di bangku cadangan untuk kali ketiga beruntun.

Pernyataannya berlanjut dengan sejumlah keluhan lain, termasuk isyarat bahwa ia mungkin akan berpamitan kepada suporter saat Liverpool menjamu Brighton, Sabtu (13-12-2025).


Penilaian Jujur

Legenda sepak bola asal Prancis, Thierry Henry, kini aktif sebagai pundit sepak bola dunia. (Frederic J. Brown / AFP)

Di tengah tensi itu, Henry memberikan penilaian jujur atas tindakan Salah, sementara Carragher di sebelahnya juga sebelumnya telah melontarkan kritik keras.

"Lihat, tidak ada yang meragukan apa yang sudah Mo Salah capai. Kita sedang membicarakan satu momen yang menurut saya keliru," ujar Henry membuka komentarnya.

"Ketika tim sedang terpuruk, Anda tidak mengumbar urusan pribadi. Sampaikan di ruang ganti. Saya juga pernah melakukannya. Saya masuk ke ruang ganti, menghancurkan apa pun yang ada. Saya datangi kantor pelatih untuk mengeluhkan banyak hal," ungkapnya.

Henry kemudian menyinggung pengalamannya sendiri.

"Saat saya di Barcelona, saya pernah ikut perjalanan tim, lalu ditempatkan di tribune. Anda tidak pernah mendengar saya membicarakannya di depan umum. Ada tim yang harus dilindungi, apa pun situasinya."

"Saya paham soal kebebasan berbicara. Saya paham rasa frustrasi itu. Tapi, saya tidak mengerti cara dan waktunya. Itu tidak masuk akal buat saya. Itu keliru."

Menurut Henry, inti hubungan antara pelatih dan pemain ada pada performa.

"Jika Anda tidak tampil baik maka posisi Anda terancam. Tidak ada jaminan tempat, terutama di klub sekelas Liverpool. Dia tetap pemain luar biasa, dan itu tidak berubah. Tapi, yang ia lakukan itu salah," ujarnya.

Pertanyaan Micah

Micah Richards. Eks bek kanan Manchester City ini kini bekerja sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports dan BBC Sport tak lama setelah memutuskan pensiun bersama Aston Villa pada Juli 2019. Di samping tampil di studio, ia juga kerap menyiarkan langsung dan memberikan sejumlah pertanyaan dari lapangan saat sebelum maupun sesudah pertandingan. (AFP/Pool/Shaun Botterill)

Micah Richards kemudian mengajukan pertanyaan.

"Boleh saya tanya? Dia seorang superstar. Anda pernah berada di posisi itu. Kalian semua punya ego besar. Ketika ia bicara seperti itu, saya sempat memahami perasaannya, meski saya tidak setuju ia menempatkan diri di atas tim. Anda pernah jadi sosok utama. Bagaimana rasanya ketika dicadangkan?"

Henry menjawab dengan pengalaman pribadi.

"Saya sudah bilang, kami pernah bertandang ke markas Villarreal. Saya berada di bus, ikut perjalanan, tapi tidak banyak bermain untuk Barcelona saat itu. Kami baru memenangi treble semusim sebelumnya, tetapi saya tidak tampil baik. Jika Anda tidak tampil, Anda membuka peluang bagi orang lain untuk masuk."

"Kami tiba di stadion, dan saya ditempatkan di tribune. Apakah saya membuat keributan? Apakah saya menjadikannya tentang diri saya? Apakah saya bicara ke media setelah itu?"

"Saya sudah meraih banyak hal dalam sepak bola, tapi tim tetap yang utama," ucap legenda Arsenal itu.

Jangan Curhat di Media

Penyerang Liverpool asal Mesir bernomor punggung 11, Mohamed Salah, merayakan gol pembuka dalam pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Aston Villa di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, Minggu (2-11-2025). (Paul ELLIS/AFP)

Henry menegaskan bahwa jika ingin menyampaikan keluhan, tempatnya bukan di media.

"Kalau saya harus bicara, dan itu pun saya lakukan, saya menyampaikannya kepada Pep. Bukan ke publik. Di situlah letak kesalahannya, dan sekali lagi, ini tidak ada hubungannya dengan apa yang sudah ia capai."

Henry mengakhiri analisisnya dengan penegasan.

"Saya ulangi, saya mengagumi Mo Salah. Saya menghargai apa yang sudah ia lakukan. Itu hal berbeda. Tapi, soal ini, cara seperti itu bukan langkah yang tepat," ucapnya.

Reaksi Suporter

Lini depan mereka juga gagal menekan lawan dengan efektif sepanjang musim, dengan Florian Wirtz, Cody Gakpo, Hugo Ekitike, dan Mohamed Salah kerap tidak mampu memberikan tekanan awal yang dibutuhkan. (AP Photo/Jon Super)

Segmen Henry tersebut memicu respons besar di media sosial, mayoritas memuji pandangannya.

Seorang penggemar menulis, "Ini analisis terbaik tentang situasi Salah di Liverpool."

Komentar lain berbunyi, "Henry menyikapi masalah ini dengan jauh lebih elegan dibanding Jamie."

Pendapat serupa muncul dari pengguna lain.

"Tepat sekali! Siapa pun Anda, jangan curhat ke media saat tim sedang kesulitan. Itu sama saja mengorbankan demi diri sendiri, mengkhianati. Tidak ada pemain yang lebih besar dari klub."

Ada pula yang menambahkan, "Henry merangkum isi kepala saya dengan sempurna," sementara komentar lainnya menyebut, "Benar-benar tepat, keluar dari salah satu yang terbaik sepanjang masa."

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait