Bola.com, Jakarta - Hujan Meteor Geminid kembali hadir menghiasi langit Desember, menjadi satu di antara tontonan alam yang paling dinantikan para pencinta astronomi.
Setiap tahun, fenomena ini selalu menawarkan kilatan cahaya berjumlah puluhan hingga ratusan meteor yang melintas cepat di langit malam.
Banyak lembaga astronomi dan pendidikan menilai Geminid sebagai hujan meteor paling stabil dan paling terang setiap tahunnya. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, penampilannya sering disebut lebih memukau dibandingkan Perseid yang rutin muncul pada bulan Agustus.
Situs astronomi seperti Planetary Society dan EarthSky menjelaskan bahwa Geminid terjadi ketika Bumi menabrak jalur debu yang ditinggalkan asteroid 3200 Phaethon.
Berbeda dari mayoritas hujan meteor yang berasal dari komet, Geminid justru bersumber dari asteroid yang diduga merupakan komet yang telah kehilangan material volatilnya.
Inilah yang membuat meteor-meteor dari hujan Geminid tampak lebih terang dan sering memunculkan warna-warna menarik.
Sebagai fenomena yang dapat disaksikan tanpa teleskop, Geminid menjadi kesempatan langka bagi siapa pun untuk menikmati pemandangan langit yang dramatis.
Dengan langit cerah dan lokasi gelap minim polusi cahaya, kilatan meteor yang tampak seolah berasal dari konstelasi Gemini bisa terlihat sangat jelas.
Berikut ulasannya seperti dilaporkan Liputan6.com, Jumat (12-12-2025).
Kapan Puncak Geminid Terjadi?
Puncak aktivitas Hujan Meteor Geminid diprediksi berlangsung pada malam 13-14 Desember 2025. Intensitas tertinggi diperkirakan terjadi sekitar pukul 3 UTC pada 14 Desember, atau sekitar pukul 09.00 WIB.
Lantaran puncaknya terjadi setelah matahari terbit di Indonesia, waktu terbaik untuk melihatnya adalah malam sebelumnya.
Menurut Planetary Society, pengamat di lokasi gelap tanpa polusi cahaya berpeluang menyaksikan hingga 120 meteor per jam pada malam puncaknya.
EarthSky juga menyebut 2025 sebagai tahun yang ideal untuk mengamati Geminid karena fase bulan sedang sabit tua dan baru terbit beberapa jam setelah tengah malam sehingga tidak mengganggu kegelapan langit.
Kendati jumlah meteor terbanyak muncul pada malam 13-14 Desember, kemunculan Geminid sebenarnya sudah dapat dilihat sejak 19 November hingga 24 Desember, meski intensitasnya jauh lebih rendah.
Posisi Terbaik untuk Menikmati Hujan Meteor
1. Menentukan Lokasi Pengamatan
Rekomendasi lokasi ideal menurut Planetary Society dan berbagai jurnal astronomi meliputi:
- daerah pegunungan atau pedesaan yang jauh dari lampu kota,
- lokasi dengan cakrawala luas tanpa bangunan penghalang,
- langit cerah dan kelembapan rendah.
Geminid dapat diamati dari belahan bumi Utara maupun Selatan. Namun, pengamat di wilayah Utara biasanya melihat jumlah meteor lebih banyak.
2. Arah Pandang yang Tepat
Meski hujan meteor ini tampak berasal dari konstelasi Gemini, pengamat tidak harus menatap langsung ke arah rasi tersebut karena meteor akan melintas dari berbagai sisi langit.
Konstelasi Gemini sendiri:
- muncul dari timur pada awal malam sepanjang Desember,
- mencapai posisi tertinggi sekitar pukul 02.00 dini hari.
Tahun ini, keberadaan Jupiter yang berada sangat dekat dengan titik radian Geminid akan memudahkan pengamatan.
3. Teknik Mengamati yang Dianjurkan
Beberapa langkah sederhana dapat meningkatkan pengalaman melihat meteor:
- matikan perangkat elektronik agar mata cepat menyesuaikan dengan gelap,
- beri waktu sekitar 20 menit bagi mata untuk beradaptasi,
- gunakan kursi rebah atau posisi berbaring agar pandangan ke langit lebih nyaman,
- siapkan jaket tebal karena suhu malam biasanya turun drastiS
Waktu terbaik untuk mengamati adalah antara tengah malam hingga menjelang fajar, ketika Bumi berada pada sisi orbit yang mengarah langsung ke sumber meteor, ibarat kaca depan mobil yang lebih dahulu terkena hujan.
Keistimewaan Hujan Meteor Geminid
Geminid dikenal sebagai satu di antara hujan meteor paling spektakuler karena beberapa alasan:
- meteor cenderung lebih terang dibanding hujan meteor lain,
- kilauannya bisa menampilkan warna-warna seperti kuning, hijau, atau biru,
- meteor dapat muncul sepanjang malam,
- berpotensi menghasilkan earthgrazer, meteor panjang yang bergerak mendatar di ufuk saat awal malam.
Earthgrazer memang jarang muncul, tetapi jika terlihat, pancaran cahayanya bisa sangat memukau.
Asal-Usul Geminid
Jejak Geminid berasal dari debu asteroid 3200 Phaethon, objek langit yang menarik karena memiliki karakteristik campuran antara asteroid dan komet.
Sejak ditemukan pada 1983, para astronom mencatat bahwa orbit Phaethon sangat selaras dengan aliran partikel yang menciptakan Geminid.
Ketika Bumi memasuki jalur partikel tersebut, serpihan seukuran pasir terbakar saat melewati atmosfer dan menciptakan cahaya meteor yang kita lihat.
Geminid juga istimewa karena:
- partikel debu yang dihasilkannya lebih padat dibandingkan debu komet,
- orbit Phaethon yang stabil membuat intensitas Geminid konsisten setiap tahun,materialnya yang keras menjadikan meteor yang muncul tampak lebih terang.
Sumber: merdeka.com