Sir Alex Ferguson Pernah Ngambek ke Pemain Liverpool Selama 20 Tahun, Gara-gara Komentar Tak Sopan

Manajer legendaris Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson, dikabarkan sempat mengabaikan seorang pemain Liverpool selama lebih dari dua dekade.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 22 Desember 2025, 17:45 WIB
Sir Alex Ferguson, eks manajer Manchester United. (Dok. manutd.com)

Bola.com, Jakarta - Manajer legendaris Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson, dikabarkan sempat mengabaikan seorang pemain Liverpool selama lebih dari dua dekade. Ferguson disebut kesal setelah mendengar komentar sang pemain yang menurutnya tidak sopan.

Sebagai salah satu rivalitas terbesar di dunia sepak bola, pertarungan antara MU dan Liverpool selalu dipenuhi tensi tinggi, baik di dalam maupun  luar lapangan. Dari sumpah Ferguson untuk “menjatuhkan Liverpool dari takhtanya” hingga konferensi pers legendaris Rafael Benitez dengan “fakta-faktanya” pada 2009, manajer asal Skotlandia itu dikenal sebagai raja perang urat saraf jelang laga besar.

Advertisement

Namun, di balik berbagai kisah panas yang sudah sering diceritakan, ada satu insiden yang lebih jarang diketahui publik. Kejadian itu terjadi pada pengujung musim 1991/1992, melibatkan Gary McAllister, yang kala itu masih bermain untuk Leeds United.

McAllister bercerita bahwa ia menonton laga Liverpool vs MU di rumah rekan setimnya, Lee Chapman, bersama Eric Cantona, David Batty, dan kru televisi besar. Leeds berpeluang memastikan gelar juara jika Setan Merah kalah, dan itulah yang terjadi. Liverpool menang 2-0, memastikan Leeds menjadi juara Divisi Utama Inggris


Komentar Spontan McAllister

Sir Alex Ferguson (c) AFP

Namun, saat suasana pesta berlangsung, McAllister membuat komentar spontan yang ternyata didengar langsung oleh Ferguson.

“Saya bisa mendengar komunikasi dari ruang siaran di Anfield,” kata McAllister dalam wawancara dengan Sport & Fitness Middle East pada 2017.

“Ketika Ferguson muncul di TV dengan wajah merah, dia berkata, ‘Saya ingin menegaskan, Leeds tidak memenangkan liga, Manchester United yang kehilangannya'."

Mendengar pernyataan itu, McAllister berseloroh santai di ruang tamu. “Wajah merah besar itu, seperti biasa tidak terlalu anggun dalam kekalahan," ujar McAllister. 

”Namun tak lama kemudian, legenda MU Denis Law, yang saat itu menjadi komentator, berkata di saluran komunikasinya. “Gary, Fergie bisa mendengarmu.”

Sejak saat itu, Ferguson tidak pernah menyapa McAllister selama lebih dari 20 tahun.

“Dia berjalan melewatiku di bandara Lithuania dan hotel di Albania, tapi tak pernah sekalipun menoleh ke arahku,” kenangnya sambil tertawa.


Berdamai pada 2006

Mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson (tengah), menyaksikan dari tribune menjelang pertandingan leg kedua semifinal Liga Europa antara Manchester United dan Athletic Bilbao di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 8 Mei 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Meski sempat saling mendiamkan selama dua dekade, hubungan keduanya akhirnya membaik pada 2006, ketika istri McAllister, Denise, meninggal dunia karena kanker.

“Inilah ukuran sejati seorang Alex Ferguson,” ujar McAllister.

“Ketika kamu jadi lawannya, kamu adalah musuh. Tapi saat aku mengalami masa paling berat dalam hidupku, siapa orang pertama yang menelpon? Alex Ferguson," imbuhnya. 

Ferguson bahkan mengundangnya ke pusat latihan Carrington dan memberikan akses untuk datang ke Old Trafford kapan pun ia mau.

“Kartu ucapan belasungkawa pertama yang aku terima datang dari istrinya,” tambah McAllister.

“Di lapangan dia keras dan penuh ambisi, tapi di balik itu ada sisi lembut yang luar biasa. Selama 20 tahun aku seolah tidak ada, tapi akhirnya aku tahu siapa dia sebenarnya.”  

Sumber: Sportbible

Berita Terkait