David Raya di Ambang Sejarah, Arsenal Bisa Cetak Rekor Bersama sang Kiper

David Raya siap catat penampilan bersejarah, Arsenal berpeluang memecahkan rekor.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 Desember 2025, 14:30 WIB
Kiper Arsenal, David Raya, berteriak dalam pertandingan Premier League antara FC Liverpool dan FC Arsenal di Liverpool, Inggris, Minggu, 31 Agustus 2025. (Foto AP/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - David Raya akan menorehkan catatan penting bersama Arsenal, sekaligus berpeluang mengantar klub London Utara itu mencetak rekor baru di Premier League.

Menembus lini belakang Arsenal sudah menjadi pekerjaan berat bagi para lawan. Namun, tantangan itu masih harus ditambah dengan satu rintangan lain: David Raya.

Advertisement

Kiper asal Spanyol tersebut kembali menjadi sosok kunci di balik solidnya pertahanan The Gunners, terutama di kompetisi domestik.

Sejak melakoni debutnya di Premier League bersama Brentford, yang kebetulan terjadi saat menghadapi Arsenal pada Agustus 2021, tidak ada penjaga gawang lain di liga yang mampu mencatatkan clean sheet lebih banyak dari Raya.

Hingga kini, ia telah mengoleksi 58 nirbobol di Premier League dan berpeluang menambah jumlah tersebut menjadi 59 ketika Arsenal menjamu Brighton & Hove Albion di Emirates Stadium, Sabtu (27-12-2025).

Laga kontra Brighton juga berpotensi menjadi penampilan ke-150 Raya di semua ajang bersama Arsenal, jika ia diturunkan.

Raya pertama kali bergabung dengan Meriam London pada Agustus 2023 dengan status pinjaman, sebelum transfernya dipermanenkan pada musim panas berikutnya.


Dukungan buat Raya

Kiper Arsenal, David Raya mengumpan bola ke rekannya saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Inggris, Sabtu (24/08/2024) malam WIB. (AFP/Adrian Dennis)

Keberhasilan Raya tentu tidak terlepas dari tembok kukuh di depannya. Sejak pertama kali dimainkan bersama pada musim 2022/23, duet bek tengah William Saliba dan Gabriel Magalhaes menjelma menjadi satu di antara pasangan paling solid di Premier League.

Keduanya telah tampil berdampingan dalam 129 pertandingan di semua kompetisi.

Dari jumlah tersebut, Arsenal hanya menelan 21 kekalahan saat Saliba dan Gabriel bermain bersama, di luar adu penalti.

Jika dikerucutkan ke Premier League, angka kekalahan itu bahkan hanya 12 laga, dan musim ini baru sekali terjadi, yakni saat Arsenal kalah 0-1 dari Liverpool di Anfield.

Hanya, manajer Arsenal, Mikel Arteta, belum bisa menurunkan duet andalannya secara bersamaan sejak hasil imbang 2-2 melawan Sunderland pada 8 November. Cedera yang dialami Saliba dan Gabriel membuat Arteta harus merombak lini belakangnya dalam beberapa laga penting.

Hasil imbang tersebut juga menjadi momen pertama Arsenal kebobolan dua gol dalam satu pertandingan Premier League saat Saliba dan Gabriel bermain bersama sejak 30 November tahun lalu, ketika The Gunners menang telak 5-2 atas West Ham United.


Statistik

William Saliba. Bek tengah Prancis berusia 21 tahun ini kini memasuki musim ke-4 berseragam Arsenal sejak didatangkan dari Saint-Etienne pada awal musim 2019/2020. Ia didatangkan Unai Emery yang saat itu tengah menjalani musim keduanya bersama Arsenal dengan nilai transfer 30 juta euro atau kini setara Rp470 miliar. (AFP/Glyn Kirk)

Meski begitu, data menunjukkan betapa jarangnya Raya benar-benar diuji. Berdasarkan catatan Opta, Arsenal sejauh ini hanya menghadapi rata-rata 2,18 tembakan tepat sasaran per pertandingan, angka terendah sepanjang sejarah Premier League.

Statistik itu sedikit terdongkrak oleh dua laga terakhir melawan Chelsea dan Aston Villa, di mana Arsenal masing-masing kebobolan empat dan enam tembakan tepat sasaran.

Pada kedua pertandingan tersebut, Saliba dan Gabriel tidak tampil bersama di jantung pertahanan.

Saat menghadapi Chelsea, Arteta menurunkan duet rekrutan musim panas, Piero Hincapie dan Cristhian Mosquera, sebagai bek tengah, dengan Riccardo Calafiori dan Jurrien Timber mengisi posisi bek kiri dan kanan.

Dua laga berselang, melawan Aston Villa, susunan lini belakang kembali berubah: Hincapie berduet dengan Timber di tengah, Ben White bermain sebagai bek kanan, sementara Calafiori tetap di sisi kiri.

Arsenal gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan itu, hanya bermain imbang 1-1 melawan Chelsea yang bermain dengan sepuluh orang, lalu kalah 1-2 dari Aston Villa setelah gol penentu Emi Buendia tercipta di detik-detik akhir laga.


Kabar Baik

Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, merayakan golnya setelah pertandingan Liga Champions UEFA - pekan ke-4 fase grup antara Slavia Praha dan Arsenal FC di Praha, Republik Ceko, pada 4 November 2025. (Michal Cizek / AFP)

Kabar baiknya, Saliba telah bermain penuh selama 90 menit dalam tiga pertandingan terakhir Arsenal.

Dalam periode tersebut, The Gunners hanya menghadapi total empat tembakan tepat sasaran, sebuah angka yang menegaskan betapa vital peran bek asal Prancis itu di lini belakang.

Sementara itu, Gabriel yang sempat mengalami cedera otot saat membela Timnas Brasil pada November lalu, kini telah kembali menjalani latihan individu dan diperkirakan bisa kembali beraksi, Januari mendatang.

Dengan Arsenal hanya unggul dua poin di puncak klasemen Premier League jelang periode padat akhir tahun, kembalinya duet Saliba dan Gabriel di lini belakang menjadi kabar yang sangat dinantikan oleh Arteta.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait