Holiday Burnout: Fenomena Kelelahan dan Stres di Musim Liburan, Begini Cara Mengatasinya

Penjelasana apa itu holiday burnout dan cara mengatasinya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Desember 2025, 09:20 WIB
Ilustrasi holiday burnout, bekerja saat liburan. (Image by Freepik)

Bola.com, Jakarta - Musim libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) identik dengan kebahagiaan dan berkumpul bersama keluarga.

Namun, bagi sebagian orang, momen ini justru bisa menjadi sumber kelelahan fisik maupun mental, bahkan memicu stres dan kecemasan.

Advertisement

Fenomena ini dikenal dengan istilah holiday burnout atau kelelahan akibat liburan.

Kesibukan berbelanja hadiah, menghadiri berbagai acara, hingga tekanan finansial dan dinamika keluarga sering kali membuat tubuh dan pikiran terasa terkuras. Risiko terkena penyakit musiman pun biasanya meningkat di akhir tahun.

Profesor kebijakan dan manajemen kesehatan dari Universitas George Washington, Leana Wen, mengatakan menjaga kesehatan mental dan fisik selama liburan memerlukan kesadaran dan strategi tepat.

Wen menekankan, liburan seharusnya menjadi waktu untuk memulihkan diri. Dengan mengenali batas kemampuan diri dan menjaga kesehatan mental, momen akhir tahun dapat dinikmati dengan lebih tenang, bermakna, dan menyenangkan.


Tiga Faktor Utama Holiday Burnout

Ilustrasi menanggung beban finansial. Credit: Paxels.com/ Punttim

Wen mengidentifikasi tiga penyebab utama holiday burnout:

1. Beban logistik dan finansial

Mengatur perjalanan, menyiapkan hidangan, mengurus anak-anak, hingga membeli hadiah dan menjamu tamu membutuhkan energi ekstra dan dapat menekan kondisi keuangan.

2. Ketegangan dalam hubungan keluarga

Tidak semua pertemuan keluarga berjalan mulus. Adanya konflik atau trauma masa lalu dalam keluarga dapat menimbulkan kecemasan emosional.

3. Kesehatan mental yang terabaikan

Liburan kadang memperburuk kondisi depresi atau kecemasan yang sudah ada, bahkan rasa kehilangan orang terkasih terasa lebih berat saat perayaan berlangsung.


Kenali Penyebab Kelelahan

Ilustrasi kurang tidur. (Sumber: Freepik/benzoix).

Wen menyarankan agar setiap orang meluangkan waktu untuk memahami sumber kelelahan yang dialami.

Pertanyaan sederhana seperti "Apakah saya kurang tidur?" atau "Apakah saya kekurangan paparan sinar matahari?" bisa membantu.

Kurangnya cahaya matahari, misalnya, dapat memicu Seasonal Affective Disorder (SAD) yang membuat seseorang mudah murung dan lelah.

Jika kelelahan terus berlanjut meski sudah cukup beristirahat, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan. Kondisi medis seperti anemia atau hipotiroidisme bisa menjadi penyebab dan memerlukan penanganan tepat.

Menjaga kesehatan fisik dan mental adalah kunci agar tetap bugar dalam kehidupan sehari-hari.


Cara Mengembalikan Energi saat Liburan

Ilustrasi tidur nyenyak. Credit: pexels.com/Vlada

Beberapa strategi bisa membantu memulihkan stamina dan menjaga kesehatan mental selama musim liburan:

1. Menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau

Jalan santai di taman kota atau ruang hijau lain dapat mengurangi stres, meningkatkan mood, dan menstabilkan tekanan darah, sekaligus menyegarkan pikiran.

2. Aktif bergerak dan tidur cukup

Olahraga ringan di dalam atau luar ruangan mendorong produksi endorfin yang meningkatkan perasaan bahagia. Tidur berkualitas juga penting untuk memulihkan energi tubuh.

3. Memberi waktu untuk diri sendiri

Luangkan momen pribadi untuk refleksi atau relaksasi. Jika merasa kesepian, bergabung dengan teman dekat atau kegiatan sukarela bisa menjadi solusi.

4. Atur ekspektasi dan prioritas

Tidak semua tugas harus diselesaikan sendiri. Buat daftar prioritas dan jangan ragu meminta bantuan dari orang lain.

5. Hindari pelampiasan melalui alkohol

Mengonsumsi alkohol atau zat adiktif lain hanya memberikan kelegaan sementara dan berisiko memperburuk depresi atau kecemasan.

 

Sumber: merdeka.com

Berita Terkait