Cerita Roman Abramovich Pernah Ingkari Janji Bonus ke Skuad Chelsea

Mantan pemain The Blues, Joe Cole, mengungkapkan miliarder asal Rusia tersebut pernah mengingkari janji bonus yang ia ucapkan langsung di ruang ganti setelah laga krusial Liga Champions.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 01 Januari 2026, 07:45 WIB
Pemilik Chelsea, Roman Abramovich sebelum menyaksikan Liga Inggris antara Chelsea dan Sunderland di stadion Stamford Bridge di London pada 19 Desember 2015. Dari pernikahannya tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak. (AP Photo/Matt Dunham)

Bola.com, Jakarta - Mantan pemilik Chelsea, Roman Abramovich, kembali menjadi sorotan. Mantan pemain The Blues, Joe Cole, mengungkapkan miliarder asal Rusia tersebut pernah mengingkari janji bonus yang ia ucapkan langsung di ruang ganti setelah laga krusial Liga Champions.

Abramovich resmi membeli Chelsea pada 1 Juli 2003. Saat itu, sulit membayangkan klub London Barat tersebut akan menjelma menjadi kekuatan besar sepak bola dunia. Chelsea baru saja finis di peringkat keempat Liga Inggris dan mencapai perempat final Piala FA serta Piala Liga di bawah asuhan Claudio Ranieri.

Advertisement

Kesepakatan penjualan klub dari Ken Bates ke Abramovich kabarnya bernilai 140 juta poundsterling, terdiri dari 60 juta pound untuk klub dan 80 juta pound untuk melunasi utang.

Memasuki musim 2004/2005, Chelsea memasuki era baru. Jose Mourinho, yang baru saja membawa Porto menjuarai Liga Champions, ditunjuk sebagai pelatih dan langsung mencetak sejarah dengan menjuarai Premier League dalam dua musim pertamanya.

Namun setahun sebelumnya, ketika Ranieri masih menangani tim, Chelsea sudah menunjukkan potensi besar. Pada musim Liga Champions 2003/2004, The Blues melaju hingga semifinal sebelum disingkirkan AS Monaco.

Salah satu momen paling berkesan terjadi pada babak perempat final, ketika Chelsea menyingkirkan Arsenal dengan agregat 3-2. Kemenangan 2-1 di leg kedua di Highbury menjadi titik balik, sekaligus melahirkan cerita kontroversial di ruang ganti.

 

 


Janji Bonus di Ruang Ganti

1. Roman Abramovich - Pemilik Chelsea ini menolak keinginan Mourinho untuk memboyong bek baru, John Stones. Akibatnya terbukti lini belakang The Blues tampil mengecewakan musim ini. (AFP/Carl Court)

Dalam buku terbarunya yang terbit pada 2025 berjudul Luxury Player, mantan gelandang Chelsea, Joe Cole, mengungkapkan kisah di balik kemenangan tersebut.

“Pada malam itu, Roman datang ke ruang ganti seperti biasa bersama orang-orangnya,” tulis Joe Cole, seperti dikutip dari Sportbible, Rabu (31/12/2025). 

Ia menggambarkan Abramovich sebagai sosok yang jarang menunjukkan emosi, namun malam itu tampak sangat bersemangat.

“Bukan hanya karena kami lolos ke semifinal. Setiap pemain sudah mengamankan bonus 50 ribu pound untuk mencapai empat besar,” lanjut Cole.

Suasana semakin memanas ketika Adrian Mutu mematikan musik dan berteriak, “bonus dobel”. Para pemain kemudian menoleh ke arah Abramovich.

“‘Bonus dobel,’ teriak Roman setuju. Ruangan langsung meledak,” kenang Cole.

 


Bonus Tak Pernah Dibayar

Roman Abramovich dan Dasha Zhukova bertepuk tangan saat final Liga Champions antara Bayern Munich dan Chelsea, Jerman pada 19 Mei 2012. Abramovich dan Zhukova mengumumkan perceraiannya setelah 10 tahun menikah. (AP Photo/Matt Dunham)

Namun cerita belum berhenti di situ. Mutu kembali mematikan musik dan berteriak, “dobel lagi”. Para pemain kembali menatap Abramovich, tetapi sebelum sang pemilik sempat mengucapkan apa pun, stafnya sudah menariknya keluar dari ruang ganti, tepat sebelum ia disebut hampir menjanjikan tambahan 1 juta pound lagi.

Joe Cole kemudian mengungkapkan fakta pahit. Bonus yang dijanjikan Abramovich itu tak pernah dibayarkan kepada para pemain.

Alasannya, perubahan skema bonus di tengah musim melanggar aturan yang berlaku saat itu.

Meski demikian, peran Abramovich dalam transformasi Chelsea tak terbantahkan. Selama masa kepemilikannya dari 2003 hingga 2022, Chelsea meraih 21 trofi utama, termasuk dua gelar Liga Champions.

Penjualan Chelsea dan Dana BekuPada 2022, Abramovich menjual Chelsea kepada konsorsium Todd Boehly dan Clearlake Capital dengan nilai sekitar 2,5 miliar poundsterling. Namun, dana hasil penjualan tersebut hingga kini masih dibekukan di rekening bank Inggris.

Abramovich dijatuhi sanksi oleh pemerintah Inggris menyusul invasi ilegal Rusia ke Ukraina pada Maret 2022. Ia tidak bisa mengakses dana tersebut, meski secara hukum uang itu masih menjadi miliknya.

Pria berusia 59 tahun itu sebelumnya berjanji bahwa hasil penjualan Chelsea akan digunakan untuk membantu para korban perang Ukraina.

Namun hingga kini, janji tersebut belum direalisasikan, meski Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, telah mendesaknya untuk segera membayar sekarang.

Sumber: Sportbible   

Berita Terkait