2 Bulan Penuh Gejolak: Cerita Lengkap Ketengangan Enzo Maresca dengan Chelsea yang Membuatnya Angkat Kaki dari Stamford Bridge

Kepergian Enzo Maresca dari Chelsea terjadi kurang dari enam bulan setelah ia mengantar klub itu menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 02 Januari 2026, 11:30 WIB
Reaksi pelatih Chelsea, Enzo Maresca, saat melawan Qarabag di Liga Champions, Kamis 6 November 2025. (AP Photo)

Bola.com, London - Kepergian Enzo Maresca dari Chelsea terjadi kurang dari enam bulan setelah ia mengantar klub itu menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025. Keputusan berpisah diumumkan ketika performa tim berjulukan The Blues itu sedang menurun di Premier League.

Chelsea hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhir Premier League bersama Maresca. Posisi The Blues tertahan di peringkat kelima klasemen, terpaut 15 poin dari Arsenal yang berada di puncak.

Advertisement

Hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth pada 30 Desember 2025 menjadi laga terakhir Maresca di pinggir lapangan. Seusai pertandingan itu, sang pelatih tidak hadir dalam sesi media.

Asisten pelatih Chelsea, Willy Caballero, menyebut Maresca dalam kondisi tidak sehat sehingga tidak dapat berbicara kepada wartawan. Namun, sumber internal klub menyebut absennya Maresca berkaitan dengan pertimbangannya atas masa depan sendiri.

Dua hari setelah laga tersebut, Chelsea dan Maresca resmi mengakhiri kerja sama. Perpisahan itu menutup periode yang sebelumnya sempat berjalan stabil.


Memanas

Ekspresi kecewa pelatih Chelsea, Enzo Maresca pada laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Fulham di Stamford Bridge, London, Inggris, Jumat (27/12/2024) WIB. (AFP/Glyn Kirk)

Pada akhir November 2025, Chelsea berada dalam situasi positif dengan menempati peringkat ketiga Premier League. The Blues juga mencatat kemenangan besar atas Barcelona di ajang Liga Champions.

Performa tersebut membuat Maresca terpilih sebagai manajer terbaik Premier League edisi November 2025 pada 12 Desember 2025. Namun, tren positif itu tidak berlanjut di bulan berikutnya.

Satu-satunya kemenangan Premier League Chelsea pada Desember terjadi saat menundukkan Everton 2-0. Seusai laga tersebut, Maresca melontarkan pernyataan yang mengejutkan internal klub.

"Banyak orang membuat 48 jam terakhir ini menjadi yang terburuk bagi saya sejak datang ke klub ini," ujar Maresca dinukil dari BBC.

Berdasarkan laporan BBC, pernyataan itu dinilai kurang sejalan dengan kondisi tim yang baru saja menang. Pihak manajemen memandang komentar tersebut ditujukan kepada struktur klub.


Tawaran dari 2 Klub

Di balik layar, muncul perbedaan pandangan terkait pengelolaan pemain. Klub menyebut beberapa rekomendasi medis tidak dijalankan dan berpotensi meningkatkan risiko cedera.

Maresca, di sisi lain, merasa mendapat tekanan dalam pemilihan pemain dan pergantian pemain saat pertandingan. Dia menilai keputusan teknis seharusnya berada sepenuhnya di tangan pelatih.

Chelsea sebenarnya masih berencana melakukan evaluasi menyeluruh pada akhir musim. Namun, ketidakpuasan yang berkembang membuat opsi berpisah menjadi semakin realistis.

Selain itu, Maresca merasa kurang mendapat dukungan terbuka dari klub atas pekerjaannya. Faktor tersebut turut memperlebar jarak antara kedua belah pihak.

Di tengah pekerjaannya bersama Chelsea, Maresca mendapatkan ketertarikan dari dua klub yang terdiri dari Manchester City dan Juventus.


Terus Bersitegang

Maresca menyatakan spekulasi akan berhenti jika ia mendapat kontrak baru. Saat itu, ia masih terikat kontrak hingga 2029 dan baru menjalani 18 bulan masa kerja.

Hubungan kerja dengan pemilik klub tetap berjalan tegang. Manajemen menginginkan rotasi pemain, sementara Maresca menilai rotasi tersebut berdampak pada hasil di Premier League.

Ketegangan juga muncul ketika Maresca menyampaikan kritik secara terbuka melalui media. Klub menilai jalur internal seharusnya digunakan terlebih dahulu.

Tekanan dari tribune semakin terasa pada pekan-pekan terakhir. Keputusan menarik keluar Cole Palmer dalam beberapa laga mendapat reaksi keras dari pendukung.

Chelsea kini bersiap menghadapi periode padat kompetisi. The Blues dijadwalkan bertemu Manchester City, Arsenal, Napoli, dan sejumlah laga domestik penting lainnya.

Target utama klub musim ini adalah kembali ke Liga Champions. Dengan posisi kelima saat ini, peluang tersebut masih terbuka meski situasi tim sedang bertransisi.

Sumber: BBC


Persaingan Musim Ini

Berita Terkait