Bola.com, Jakarta - Arsenal tengah berada di posisi ideal dalam perburuan gelar Premier League musim ini. The Gunners memimpin klasemen sementara dengan keunggulan lima poin, sebuah margin yang memberi rasa percaya diri, tetapi belum sepenuhnya aman di tengah ketatnya persaingan.
Pertanyaan besar pun mengemuka, berapa sebenarnya jumlah poin yang dibutuhkan untuk menjadi juara Premier League musim ini? Jawabannya tidak sesederhana melihat klasemen saat ini, sebab standar juara liga dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan.
Sejak kedatangan Pep Guardiola di Manchester City pada 2016, ambang batas poin untuk mengangkat trofi Premier League melonjak signifikan. Dominasi dan konsistensi City membuat tim-tim pesaing dipaksa tampil nyaris sempurna sepanjang musim.
Data menunjukkan, sejak Guardiola meraih gelar Premier League pertamanya pada musim 2017/2018, rata-rata poin juara liga mencapai angka 92,5. Angka ini jauh di atas rata-rata historis Premier League yang biasanya berada di kisaran 87 poin.
Proyeksi Poin Arsenal Musim Ini
Pada musim lalu, Liverpool justru menjadi juara dengan raihan relatif rendah, yakni 84 poin, sementara Arsenal harus puas sebagai runner-up dengan selisih 10 poin. Namun, skenario serupa tampaknya sulit terulang musim ini.
Hingga pekan ke-19, Arsenal mencatatkan rata-rata 2,37 poin per pertandingan. Jika performa tersebut mampu dipertahankan hingga akhir musim, pasukan Mikel Arteta diproyeksikan finis dengan total 90 poin.
Catatan itu akan menyamai rekor terbaik Arsenal di era Premier League, setara dengan tim legendaris Invincibles musim 2003/2004. Selain itu, angka tersebut juga menjadi rekor pribadi bagi Arteta, melampaui raihan terbaiknya pada musim 2023/2024 saat Arsenal mengoleksi 89 poin.
Tekanan dari Manchester City
Manchester City masih menjadi pesaing terdekat Arsenal. Tim asuhan Guardiola saat ini mencatatkan rata-rata 2,2 poin per laga dan diproyeksikan mengakhiri musim dengan 84 poin, jumlah yang cukup untuk juara musim lalu, tetapi kemungkinan besar belum memadai musim ini.
Agar mampu menembus atau melampaui batas 90 poin, City dituntut tampil lebih konsisten di paruh kedua musim. Tanda-tanda kebangkitan sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa bulan terakhir.
Sejak awal November, City menjadi tim dengan perolehan poin terbanyak di Premier League. Mereka memenangi delapan dari sembilan laga terakhir dengan rata-rata impresif 2,67 poin per pertandingan. Jika ritme ini mampu dipertahankan hingga akhir musim, City berpotensi finis dengan 93 poin.
Sebagai perbandingan, Aston Villa diproyeksikan mengakhiri musim dengan 78 poin, sementara Liverpool diperkirakan hanya meraih 68 poin. Gambaran ini semakin menegaskan bahwa persaingan juara musim ini hampir pasti hanya melibatkan Arsenal dan Manchester City.
Dengan dinamika tersebut, peluang besar menunjukkan bahwa gelar Premier League musim ini akan ditentukan oleh raihan poin di kisaran akhir 80-an hingga awal 90-an. Melihat ketatnya duel Arsenal dan Manchester City, ambang batas juara hampir pasti lebih tinggi dibanding musim lalu.