Imbas Bencana Sumatra: 70.000 Hektar Sawah Rusak, Produksi Beras Nasional Bakal Terdampak

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah meninjau kondisi persawahan yang terdampak bencana.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 02 Januari 2026, 15:35 WIB
Gambar udara ini menunjukkan jembatan rusak akibat banjir bandang di jalan utama yang menghubungkan Aceh dan Sumatra Utara di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia pada 28 November 2025. (Chaideer MAHYUDDIN/AFP)

Bola.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah meninjau kondisi persawahan yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara hingga Sumatra Barat. 

Dia pun tidak menampik bencana Sumatra bakal turut berimbas terhadap produksi beras nasional lantaran ada 70.000 hektar sawah yang terdampak di daerah bencana. 

Advertisement

"Memang dalam hal ini karena luasannya cukup banyak 70.000 hektar, otomatis akan berdampak terhadap hasil (produksi beras) masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota untuk diserap menjadi beras kami," ujarnya di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (2/1/2025).

Pemerintah melalui Kementan disebutnya segera berupaya memulihkan area persawahan tersebut. Rizal pun berharap agar sawah-sawah terdampak bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar bisa ikut menyambut panen dalam waktu dekat.

"Kami berharap ini akan segera pulih dalam waktu dekat. Karena program dari pak mentan segera akan ditindaklanjuti. Mudah-mudahan dalam waktu 2-3 bulan bisa operasional kembali," ungkap dia.

 


Bantuan Benih hingga Alat Mesin Pertanian

Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Padang, Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah dengan jumlah terdampak terbesar, yaitu 20.983 warga. Tampak dalam foto, warga bertahan di tepi sungai saat banjir melanda Padang, Provinsi Sumatra Barat, pada Kamis 27 November 2025. (REZAN SOLEH/AFP)

Sebagai tindaklanjut bencana Sumatra, Kementerian Pertanian berencana memberikan bantuan benih hingga alat mesin pertanian (alsintan) kepada para petani di wilayah terdampak.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkap rencana pemulihan kembali sawah yang rusak terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Sudaryono mencatat ada lebih dari 70 ribu hektare sawah yang terdampak bencana Sumatra. 15-20 ribu hektare di antaranya lenyap dan gagal panen atau puso.

"Nah yang puso itu, yang 15-20 ribu hektare itulah kemudian nanti pemerintah datang, kan itu sudah tidak bentuk sawah lagi, nanti kita ada cetak sawah, kita bikinkan sawahnya, kita kasih benihnya, kita kasih alatnya, jadi dikembalikan," ungkap Sudaryono beberapa waktu lalu.

 

 


Proses Pendataan

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono mengirimkan bantuan untuk korban bencana Sumatera dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). (Liputan6.com/Arief)

Proses pendataan akan dilakukan mulai Januari 2026, bulan ini. Kemudian cetak sawah akan beriringan dengan pembersihan dan pemulihan akses jalan dan perkotaan.

Selain sektor pertanian, Sudaryono juga akan memulihkan peternakan yang terdampak. Misalnya, bisa melalui program peternakan ayam petelur Merah Putih.

"Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi, ya kita akan dari sisi pertanakan kan kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana," jelasnya. 

Berita Terkait