Chelsea Pecah Kongsi dengan Enzo Maresca, Lima Kandidat Kuat Calon Pengganti Mulai Mengemuka

Chelsea dikabarkan akan segera memasuki era baru setelah hubungan Enzo Maresca dengan pemilik klub memburuk secara drastis.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 03 Januari 2026, 09:00 WIB
Pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, disebut menjadi kandidat terkuat calon manajer anyar Chelsea, menggantkan Enzo Maresca. (AFP/Frederick FLORIN)

Bola.com, Jakarta - Chelsea dikabarkan akan segera memasuki era baru setelah hubungan Enzo Maresca dengan pemilik klub memburuk secara drastis. Laporan terbaru menyebutkan, manajer asal Italia itu bakal meninggalkan Stamford Bridge usai konflik internal yang tak lagi terbendung.

Kabar perpisahan ini muncul di tengah situasi internal Chelsea yang kembali bergejolak. Meski sempat menunjukkan progres, ketegangan antara Maresca dan jajaran pemilik klub disebut terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Advertisement

Pakar transfer ternama, Fabrizio Romano, melaporkan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan untuk berpisah. Dengan keputusan ini, Chelsea pun bergerak cepat memetakan sosok pengganti yang dinilai paling ideal untuk memimpin proyek jangka panjang klub London Barat tersebut.

Berdasarkan pembaruan odds dari Oddschecker, sejumlah nama pelatih papan atas mulai difavoritkan untuk mengisi kursi panas di Stamford Bridge.

 


1. Liam Rosenior, Favorit Utama dari Lingkaran Internal

Pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, disebut menjadi kandidat terkuat calon manajer anyar Chelsea, menggantkan Enzo Maresca. (AFP/Frederick FLORIN)

Nama Liam Rosenior muncul sebagai kandidat terkuat. Pelatih berusia 41 tahun itu saat ini menangani Strasbourg, klub afiliasi Chelsea di bawah naungan BlueCo.

Jurnalis The Guardian, Jacob Steinberg, secara eksplisit menyebut Rosenior sebagai solusi paling masuk akal. Ia dinilai sukses membangun Strasbourg menjadi kekuatan kompetitif di Ligue 1, meski klub tersebut sempat menuai protes dari suporter terkait kepemilikan.

Keunggulan Rosenior terletak pada pemahamannya terhadap struktur BlueCo dan filosofi permainan yang selaras dengan arah Chelsea. Namun, potensi penunjukannya juga berisiko memicu resistensi publik Strasbourg yang menilai klub mereka hanya dijadikan alat kepentingan.

 


2. Oliver Glasner, Pelatih Berkarakter yang Siap Tantangan Besar

Oliver Glasner, pelatih Crystal Palace. (Bola.com/cpfc.co.uk)

Oliver Glasner juga masuk radar serius. Pelatih Crystal Palace itu diketahui kurang puas dengan minimnya dukungan transfer di klubnya saat ini.

Di Chelsea, masalah tersebut diyakini tidak akan ia temui. Meski begitu, sistem tiga bek yang kerap digunakannya masih menimbulkan tanda tanya soal kecocokan dengan skuad The Blues.

“Sistem harus menyesuaikan pemain. Yang terpenting adalah kebiasaan, pola, dan perilaku pemain di lapangan,” tutur Glasner dalam wawancara dengan Sky Sports.

Kontrak Glasner sendiri akan berakhir Juni mendatang dan hingga kini belum diperpanjang.

 


3. Cesc Fabregas, Romantis dan Ambisius

Pelatih Como Cesc Fabregas. (Josep LAGO / AFP)

Nama Cesc Fabregas menawarkan nuansa nostalgia. Mantan gelandang Chelsea itu sedang mencuri perhatian lewat kinerja impresifnya bersama Como di Serie A.

Fabregas sukses membawa klub promosi tersebut bersaing di papan atas dan bahkan mengincar tiket Liga Champions. Namun, memboyongnya ke Stamford Bridge bukan perkara mudah karena pemilik Como dikenal sangat keras dalam negosiasi.

 


4. Xavi Hernandez, Opsi Berpengalaman dan Tersedia

Rumor pemecatan Xavi pun marak bermunculan beberapa hari terakhir. (JAVIER SORIANO / AFP)

Xavi Hernandez menjadi satu-satunya kandidat yang saat ini berstatus tanpa klub. Mantan pelatih Barcelona itu sebelumnya menolak tawaran dari Spartak Moskow karena memprioritaskan proyek yang tepat ketimbang finansial.

Gaya permainan berbasis penguasaan bola milik Xavi dinilai sejalan dengan fondasi yang ditinggalkan Maresca. Meski perjalanannya di Barcelona berakhir kurang harmonis, Xavi tetap punya rekam jejak membawa klub tersebut meraih gelar La Liga di tengah krisis finansial.

 


5. Marco Silva, Pilihan Aman tapi Minim Sensasi

Marco Silva. Pelatih asal Portugal berusia 44 tahun ini telah menangani 3 klub EPL, yaitu Hull City, Watford dan Everton. Prestasi terbaiknya dalah membawa Everton finish di posisi 8 pada musim debutnya 2018/2019. Musim 2021/2022 ini ia menangani Fulham di Championship. (AFP/Oli Scarff)

Marco Silva menjadi opsi paling pragmatis. Pelatih Fulham itu berpengalaman di Premier League dan dikenal mampu menjaga stabilitas tim.

Meski penunjukannya mungkin tak memicu euforia besar, Silva dianggap sosok yang paham struktur klub besar dan tidak berpotensi memicu konflik internal. Kontraknya yang juga akan habis dalam enam bulan ke depan membuat situasinya patut dipantau.


Persaingan di Liga Inggris

Berita Terkait