Arsenal Punya Kutukan Puncak Klasemen, Arteta: Mari Kita Patahkan!

Mikel Arteta ajak skuad Arsenal memecahkan "kutukan puncak klasemen".

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Januari 2026, 12:30 WIB
Mikel Arteta. Pelatih Arsenal asal Spanyol yang kini berusia 40 tahun ini menjadi pelatih termuda di Liga Inggris musim 2022/2023. Ia mulai menangani Arsenal pada 22 Desember 2019 menggantikan posisi pelatih caretaker Arsenal saat itu, Freddie Ljungberg. Sebelumnya Mikel Arteta menjadi asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City sejak 3 Juli 2016. Hingga 8 laga pada musim 2022/2023 ini Arsenal dibawanya menduduki puncak klasemen sementara dengan mengoleksi 21 poin dari hasil 7 kali menang dan 1 kali kalah. (AP/Kirsty Wigglesworth)

Bola.com, Jakarta - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menilai timnya berada dalam posisi tepat untuk mematahkan catatan yang selama ini membayangi klub, yakni kegagalan menjuarai Premier League, meski memulai tahun kalender di puncak klasemen.

Hasil imbang Manchester City melawan Sunderland pada Jumat dini hari WIB kemarin membuat Arsenal kini unggul empat poin dari pesaing terdekatnya, dengan separuh musim telah dilalui.

Advertisement

The Gunners berpeluang memperlebar jarak tersebut saat bertandang ke markas Bournemouth, Minggu (4-1-2026) dini hari WIB, sementara Man City baru akan menghadapi Chelsea 24 jam kemudian.

Namun, Arsenal kembali terancam tampil tanpa Declan Rice yang masih berkutat dengan cedera lutut.

 


Siap Ciptakan Sejarah

Arsenal menjalani 38 pertandingan Premier League 2003 - 2004 tanpa terkalahkan. Keberhasilan itu dikenal dengan sebutan The Invincible Arsenal (arsenalfc.com)

Arsenal terakhir kali meraih gelar liga pada 2004, saat tim "Invincibles" justru memulai tahun dengan tertinggal dari Manchester United.

Setelah itu, Meriam London sempat memimpin klasemen pada awal tahun 2008, 2014, 2016, 2022, dan 2023, tetapi selalu gagal mempertahankan posisi tersebut hingga akhir musim.

Arteta mengaku tidak menyadari catatan itu, tetapi ia menegaskan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Aston Villa di penghujung 2025 memberi keyakinan bahwa skuadnya siap menciptakan sejarah.

"Mari kita patahkan," ujar Arteta.

"Saya pikir itulah yang mereka tunjukkan setiap hari saat bersama kami, di latihan dan di setiap pertandingan. Anda bisa melihat hasrat mereka. Anda bisa melihat energi yang mereka keluarkan, betapa besar keinginan mereka. Itulah yang kami butuhkan. Masih ada lima bulan ke depan. Jalani hari demi hari. Nikmati proses berada di posisi kami sekarang dan kejar itu," tuturnya.

 


Terima Tekanan

Mikel Arteta memberikan instruksi pada skuad Arsenal di laga lawan Manchester City di pekan kelima Liga Inggris 2025/26 di Emirates Stadium, Minggu (21/09/2025). (AP Photo/Kin Cheung)

Arteta juga menekankan para pemain Arsenal harus menerima tekanan persaingan gelar, terutama setelah tiga musim beruntun finis sebagai runner-up.

Ketika ditanya apakah ada hal berbeda yang perlu dilakukan timnya, Arteta menjawab lugas.

"Menang lebih banyak pertandingan, itu saja," katanya.

"Saya pikir dari Januari ke Januari, dalam tiga tahun terakhir kami meraih lebih banyak poin dibanding tim mana pun di liga ini. Jadi, kami butuh lebih banyak poin, itu saja. Kami harus memenangkan lebih banyak pertandingan dan menjadi lebih baik. Itu satu-satunya cara. Ini sebuah keistimewaan bisa berada di sini dan di posisi kami sekarang," urainya.

 


Cedera Rice

Declan Rice diperiksa oleh dokter tim The Gunners di laga Arsenal vs Brentford di Emirates Stadium pada hari Kamis (04/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Arsenal sebelumnya berharap pembengkakan pada lutut Rice bisa mereda sehingga sang gelandang tampil melawan Bournemouth. Kondisinya akan kembali dievaluasi.

Arteta menepis anggapan bahwa cedera tersebut seharusnya bisa dihindari jika Rice ditarik keluar lebih cepat saat mengalami benturan dalam kemenangan atas Brighton pekan lalu.

"Tidak, tidak, tidak," kata Arteta.

"Dia mampu melanjutkannya. Itu hal yang normal. Terkadang Anda terkena benturan, dan selama pertandingan, dengan adrenalin dan karena tubuh masih panas, Anda bisa menahannya. Lalu tubuh bereaksi, dan reaksinya mungkin lebih besar dari yang kami perkirakan, sayangnya," ucap pelatih dari Spanyol tersebut.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait