Sikap Berseberangan Donald Trump: Maduro Dibidik, Eks Presiden Honduras Diampuni

Sikap berbeda ditunjukkan Presiden AS, Donald Trump. Ia membidik Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, akan tetapi awal Desember lalu membebaskan mantan Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 Januari 2026, 08:20 WIB
Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez (AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjukkan sikap yang kontras dalam menyikapi dua pemimpin Amerika Latin.

Di satu sisi, ia mengambil langkah keras terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Di sisi lain, Trump justru mengeluarkan pengampunan bagi mantan Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez.

Advertisement

Pengampunan itu diberikan pada Desember lalu, meski Hernandez sebelumnya dijatuhi hukuman 45 tahun penjara di Amerika Serikat.

Ia dinyatakan bersalah karena terlibat jaringan perdagangan narkoba yang mengirimkan ratusan ton kokain dari Honduras ke AS.

Hernandez dibebaskan dari Penjara Federal Hazelton, West Virginia, Senin (1-12-2025).


Divonis Bersalah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan konferensi pers di klub Mar-a-Lago miliknya pada Sabtu (3/1/2026), di Palm Beach, Florida, terkait serangan ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro. (Dok. AP/Alex Brandon)

Hernandez sempat mendapat sokongan dari sejumlah pejabat pemerintahan Trump pada periode pertama. Meski demikian, juri di New York akhirnya memvonisnya bersalah.

Pengadilan di kota yang sama juga akan menjadi tempat proses hukum terhadap Maduro.

Saat dimintai penjelasan mengenai alasan pengampunan tersebut, Trump mengaku tidak memiliki kedekatan dengan Hernandez.

"Saya tidak mengenalnya dan Saya tahu sangat sedikit tentang dia," ujar Trump dalam wawancara dengan Politico.

Ia menyebut mendapat informasi bahwa Hernandez "dijebak".

Negara itu ... berurusan dengan narkoba, seperti mungkin Anda bisa mengatakan hal yang sama tentang hampir setiap negara dan karena dia adalah presidennya, mereka memberinya hukuman sekitar 45 tahun penjara," kata Trump seperti dilaporkan Associated Press.


Tidak Adil

Presiden Donald Trump berbicara kepada media selama konferensi pers di klub Mar-a-Lago miliknya pada 3 Januari 2026, di Palm Beach, Florida. (Joe Raedle/Getty Images via AFP)

Pembelaan serupa kembali disampaikan Trump pada Sabtu (3-1-2026). Ia menilai Hernandez diperlakukan tidak adil.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers usai penangkapan Maduro, ketika pemerintah AS menyatakan presiden Venezuela tersebut akan menghadapi dakwaan terkait narkoba dan senjata.

Menanggapi pertanyaan wartawan soal perbedaan perlakuan terhadap Hernandez dan Maduro, Trump menyamakan kasus Hernandez dengan situasi yang ia alami sendiri.

"Pria yang saya ampuni itu ... diperlakukan seperti pemerintahan Biden memperlakukan seorang pria bernama Trump," katanya.

"Ini adalah seorang pria yang dianiaya dengan sangat tidak adil," ucap Trump seperti dikutip CNN.


Picu Kritik

Mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez. (Dok. AP/Andy Buchanan)

Hernandez, yang menjabat sebagai Presiden Honduras pada periode 2014 hingga 2022, divonis 45 tahun penjara serta denda sebesar 8 juta dolar AS oleh hakim AS atas kejahatan perdagangan narkoba.

Keputusan Trump memberikan pengampunan tersebut memicu kritik dari berbagai anggota Kongres AS, baik dari Partai Republik maupun Demokrat, yang mempertanyakan langkah itu di tengah upaya pemberantasan narkoba.

 

Sumber: merdeka.com

Berita Terkait