Dibandingkan Medio 2024, Milomir Seslija Merasa Situasi Persis Solo Musim Ini Jauh Lebih Sulit

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengungkapkan sejumlah kondisi yang membuat perjuangan anak asuhnya untuk lolos dari degradasi lebih sulit.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 06 Januari 2026, 08:15 WIB
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mulai mendapatkan tawaran dan godaan dari klub lainnya. Namun, juru taktik asal Bosnia-Herzegovina itu masih memprioritaskan bertahan bersama Laskar Sambernyawa. (Bola.com/Radifa Arsa)   

Bola.com, Solo - Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengungkapkan sejumlah kondisi yang membuat perjuangan anak asuhnya untuk lolos dari degradasi lebih sulit dibandingkan beberapa musim sebelumnya.

Jika melihat rekam jejak Milomir Seslija saat pertama kali menukangi Persis Solo pada musim 2023/2024, kondisi yang kini harus dihadapi tim berjuluk Laskar Sambernyawa pada BRI Super League 2025/2026 jauh lebih berat.

Advertisement

Pada musim pertamanya, pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu didatangkan Laskar Sambernyawa untuk menggantikan Leonardo Medina. Bedanya, saat itu Persis hanya mengalami tren lima laga tanpa kemenangan di kasta tertinggi.

Bahkan, posisi Laskar Sambernyawa ketika itu tak berada di zona degradasi. Adapun musim ini, Milo diminta untuk menyelamatkan nasib Persis yang berada di dasar klasemen dan dihantui tren 12 laga tanpa kemenangan.

Akhirnya, pada tiga pertandingan pertamanya mengambil alih tim asal Kota Bengawan itu, Milo juga masih belum mampu memberikan perubahan yang berarti. Sebab, anak asuhnya selalu kalah dari tiga laga terakhir tersebut.

 


Situasinya Beda, Lebih Sulit

Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija sebelum dimulainya laga perebutan peringkat ketiga Piala Presiden 2024 menghadapi Persija Jakarta di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (3/8/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Milo mengakui, kondisi yang dialaminya saat ini memang jauh lebih sulit dibandingkan ketika mengambil alih Laskar Sambernyawa pada Januari 2024. Apalagi, saat ini waktu yang dimiliki tidak begitu longgar.

Ketika itu, Milo setidaknya punya waktu sekitar tiga pekan selama jeda kompetisi untuk melakukan perbaikan. Bahkan, ada kesempatan untuk menggelar laga uji coba sebelum menatap lanjutan kompetisi.

“Saya pikir, saat ini Persis menghadapi situasi yang lebih sulit, dibandingkan dengan saat terakhir kali saya datang, situasinya ketika itu memang sama-sama sulit,” ujar pelatih berusia 61 tahun tersebut.

“Saat musim itu, saya punya waktu untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Kondisinya juga berbeda, karena ketika itu saya memiliki waktu untuk melakukan koreksi beberapa aspek,” lanjut Milomir Seslija.

 


Tidak Lihat Perkembangan

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menghampiri tribune penonton untuk merayakan kemenangan timnya bersama suporter yang hadir di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (24/2/2023). (Bola.com/Radifa Arsa)

Milo mengakui, beberapa laga terakhir ini memang tak ada perkembangan berarti yang diperlihatkan Persis Solo. Dia memberikan sejumlah catatan dari aspek-aspek yang masih terlihat stagnan tanpa perubahan.

“Saya punya keberanian dan saya tahu bagaimana mengelola situasi ini. Namun, yang jelas kami butuh waktu. Kami tidak bisa menoleransi jika dari laga ke laga lain, mereka bilang ada perkembangan. Tetapi saya tidak melihat adanya perkembangan itu.”

“Dari beberapa laga terakhir ini, mungkin saja kami tidak berkembang, kami tidak memenangkan duel. Kami tidak memperlihatkan reaksi. Kami tidak mampu menghentikan lawan,” ujar Milo.

 


Harus Tetap Bersatu

Di tengah kondisi ini, Milo berharap Persis Solo bisa tetap mendapatkan dukungan penuh dari suporternya. Sebab, sokongan dari penggemar sangat penting untuk membantu Sho Yamamoto dkk melewati masa-masa sulit seperti ini.

“Saya bisa mengakui jika ini adalah momen yang buruk. Namun, Solo harus bisa bertahan di kompetisi ini. Untuk bisa bertahan di kasta tertinggi di tengah situasi sulit ini, kami harus bisa tetap bersama-sama,” ujar dia.

“Jangan sampai terpecah belah dan mencoba melakukan yang terbaik. Ada banyak klub yang mungkin juga mengalami situasi hambatan psikologis atau mental-block. Namun, itu yang sudah kami coba untuk perbaiki,” lanjutnya.

 


Perpanjang Tren Buruk

Persis Solo menelan kekalahan 1-3 dari Persita Tangerang pada laga pekan ke-16 BRI Super League di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1/2026) sore WIB. (dok. Persis Solo)

Lagi dan lagi, Persis Solo harus melanjutkan tren buruknya. Sampai saat ini, Laskar Sambernyawa masih belum bisa merasakan kemenangan. Rekor itu setidaknya sudah berlangsung selama 15 laga terakhir.

Sebagai informasi, Laskar Sambernyawa terakhir kali merasakan kemenangan pada pertandingan pekan pertama, tepatnya saat menumbangkan Madura United dengan skor 1-2 di kandang lawan.

Sejak saat itu, sudah tak ada lagi hasil positif yang bisa diukir oleh Laskar Sambernyawa. Hingga akhirnya, mereka harus puas berada di posisi juru kunci klasemen karena hanya mengoleksi tujuh poin dari 17 laga.


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait