Pengakuan Jujur Robert Lewandowski soal Awal Kariernya di Barcelona: Sempat Ada Jarak dengan Pemain Muda

Striker veteran berusia 37 tahun itu mengatakan sikap dan mentalitasnya, yang terbentuk selama bertahun-tahun di Bayern Munchen, sempat menimbulkan jarak dengan generasi muda di ruang ganti Barcelona.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 06 Januari 2026, 14:45 WIB
Empat menit berselang, Barcelona mencetak gol kedua melalui aksi Robert Lewandowski. Tampak dalam foto, penyerang Barcelona asal Polandia, Robert Lewandowski (kanan) merayakan gol kedua timnya saat pertandingan pekan ke-18 Liga Spanyol 2025/2026 melawan RCD Espanyol di Stadion RCDE, Sabtu 3 Januari 2026 waktu setempat atau Minggu (4/1/2026) dini hari WIB. (MANAURE QUINTERO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Robert Lewandowski membuka cerita mengenai kehidupannya di Barcelona dan mengakui perilakunya di awal kedatangan tidak selalu diterima dengan baik oleh para pemain muda klub.

Striker veteran berusia 37 tahun itu mengatakan sikap dan mentalitasnya, yang terbentuk selama bertahun-tahun di Bayern Munchen, sempat menimbulkan jarak dengan generasi muda di ruang ganti Barcelona.

Advertisement

Lewandowski menjelaskan awalnya ia datang dengan niat untuk memberi nasihat dan membagikan pengalamannya. Namun seiring waktu, ia menyadari dirinya juga memiliki banyak hal yang bisa dipelajari dari para pemain muda Barcelona.

 

Perbedaan Mentalitas Bayern Munchen dan Barcelona

Pemain Barcelona, Robert Lewandowski merayakan golnya ke gawang Osasuna dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2024/2025 di Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Spanyol, Jumat (27/03/2025) waktu setempat. (AFP/Lluis Gene)

Dalam wawancara di High Performance podcast, Robert Lewandowski menyoroti perbedaan besar antara Bayern Munchen dan Barcelona, khususnya dalam hal mentalitas pemain.

“Ketika di Bayern, mentalitasnya berbeda karena kami memiliki pemain yang lebih berpengalaman dan lebih tangguh. Saat saya menandatangani kontrak di Barcelona, saya melihat banyak pemain muda yang perlu lebih keras terhadap diri mereka sendiri,” ujar Lewandowski.

Robert Lewandowski juga mengungkapkan klub secara khusus memintanya menjadi sosok panutan bagi para pemain muda.

“Klub juga mengatakan kepada saya bahwa mereka membutuhkan sosok seperti saya, seseorang yang bisa mengajarkan bahwa berada di puncak bukan hanya soal satu, dua, atau tiga minggu, dan apa yang Anda lakukan di gym itu penting, serta penting untuk bekerja keras setiap hari,” lanjutnya.


Belajar dari Generasi Muda dan Mengubah Pendekatan

Dua pemain Barcelona, Robert Lewandowski dan Lamine Yamal, sama-sama sukses menjebol gawang Real Madrid dalam laga El Clasico pada jornada 11 La Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Minggu (27/10/2024) dini hari WIB. Barcelona menang telak 4-0 di markas Real Madrid. (AP Photo/Manu Fernandez)

Namun, seiring mengenal para pemain muda Barcelona lebih dekat, Lewandowski menyadari pendekatan awalnya tidak sepenuhnya disukai. Dari situ, ia mulai mengubah cara pandangnya.

“Namun kemudian, ketika saya mulai mengenal mereka, saya juga mulai belajar dari mereka. Saya mulai melihat mereka tidak menyukai perilaku seperti ini, dan saya juga melihat mereka memahami sepak bola dengan sangat baik," ujarnya.

Robert Lewandowski bahkan membandingkan pemahaman sepak bola generasi saat ini dengan zamannya dulu.

“Saya pikir bertahun-tahun lalu, pada usia seperti para pemain Barcelona saat ini, kami para profesional tidak memahami sepak bola sebaik mereka sekarang. Empati, segala hal yang mengelilingi sepak bola, dan itu juga sangat membantu saya.”

Robert Lewandowski juga menyinggung jarak usia yang jauh antara dirinya dan sebagian rekan setimnya, sambil mengakui bahwa ia perlu menyesuaikan diri.

“Saya berada di dunia yang berbeda, di generasi yang berbeda. Saya lebih tua dari ayah para pemain. Saya lebih tua dari ayah Lamine, misalnya, dan karena itu saya berkata pada diri saya sendiri: ‘Ayo, saya juga harus belajar dari mereka'.”

Pengakuan ini menunjukkan sisi rendah hati Lewandowski sebagai pemain senior, yang tak hanya datang untuk mengajar, tetapi juga siap belajar dari generasi baru di Barcelona.

Sumber: Barca Blaugranes


Persaingan di La Liga Spanyol

Berita Terkait