Owen Hargreaves: MU Pecat Ruben Amorim, Kebiasaan Lama yang Terus Berulang

Keputusan Manchester United memecat Ruben Amorim kembali menimbulkan tanda tanya besar.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 06 Januari 2026, 18:30 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim, memimpin sesi latihan tim di Kompleks Latihan Carrington di Manchester, Inggris barat laut, pada 14 Mei 2025 dalam sesi media menjelang final Liga Europa UEFA melawan Tottenham Hotspur. Final Liga Europa UEFA akan berlangsung pada 21 Mei di Bilbao. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Keputusan Manchester United memecat Ruben Amorim kembali menimbulkan tanda tanya besar. Mantan gelandang Setan Merah, Owen Hargreaves, mengaku terkejut dengan langkah klub yang kembali mengganti pelatih di tengah musim, meski posisi tim masih terbilang kompetitif.

Ruben Amorim resmi diberhentikan hanya sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United di Premier League. Laga tersebut menjadi akhir perjalanannya di Old Trafford, menyusul konflik internal yang memanas sebelum pertandingan dan pernyataan keras Amorim dalam konferensi pers yang menyindir manajemen klub.

Advertisement

Dalam wawancara dengan TNT Sports, Hargreaves secara terbuka mempertanyakan timing pemecatan tersebut.

“Saya benar-benar terkejut, dan saya rasa banyak orang merasakan hal yang sama,” ujar Hargreaves.

“United memang tidak tampil luar biasa, tapi mereka masih berada di posisi yang realistis untuk finis di empat atau lima besar. Waktu pemecatan ini sangat mengejutkan.”

 


Masalah Lama yang Terus Berulang

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim menyeka wajahnya dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Brentford di Gtech Community Stadium, London, Inggris, Minggu (04/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/PA/John Walton)

Saat ini, Manchester United berada di peringkat keenam klasemen sementara Premier League, hanya terpaut tiga poin dari zona Liga Champions. Menurut Hargreaves, kondisi tersebut menunjukkan bahwa keputusan klub tidak sepenuhnya didasarkan pada hasil semata.

Ia menilai pemecatan Amorim lebih mencerminkan masalah lama yang terus berulang di tubuh klub.

“Ketika terlalu banyak orang ikut campur dan semua punya pendapat sendiri, tidak semuanya bisa sejalan. Di situ komunikasi menjadi sangat penting,” kata Hargreaves.

Hargreaves juga menilai Amorim sebagai pelatih berkualitas yang terjebak dalam kompleksitas besar di Old Trafford.

“Dia pelatih top dengan kemampuan komunikasi yang sangat baik. Tapi ini liga yang berbeda, dengan tekanan dan ekspektasi yang jauh lebih besar di Manchester United,” ucapnya.


Manajemen Harus Tanggung Jawab

Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, bereaksi dalam pertandingan Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur di London, Inggris, Sabtu (8/11/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Lebih lanjut, Hargreaves meminta pemilik klub dan jajaran manajemen ikut bertanggung jawab.

“Mereka yang menunjuk Ruben, dan mereka juga harus ikut bertanggung jawab,” tegasnya. Ia turut menyinggung dugaan intervensi terhadap pendekatan taktik Amorim.

“Jika Anda menunjuk pelatih dengan filosofi tertentu, biarkan dia menjalankan pekerjaannya. Terlalu banyak intervensi tidak akan pernah berhasil.”

Untuk sementara, Darren Fletcher akan menangani Manchester United saat menghadapi Burnley. Namun, Hargreaves mengingatkan bahwa pergantian pelatih bukan solusi instan.

“Banyak orang berpikir dengan mengganti manajer semuanya akan langsung membaik. Kenyataannya tidak sesederhana itu,” ujarnya.

Sumber: TNT 

Penulis: Roby Dian

Berita Terkait