Ruben Amorim Didepak, Gary Neville: Saatnya MU Kembali ke DNA Sebenarnya

Legenda Manchester United, Gary Neville, menilai pemecatan Ruben Amorim menjadi bukti The Red Devils terlalu jauh meninggalkan jati diri.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 06 Januari 2026, 22:15 WIB
Manchester United - Ilustrasi Ruben Amorim (Bola.com/Adreanus Titus/Geaby Fadhilatu Sholikha)

Bola.com, Manchester - Ruben Amorim resmi dipecat dari jabatannya sebagai manajer Manchester United. Legenda MU, Gary Neville, menilai pemecatan Amorim menjadi bukti The Red Devils terlalu jauh meninggalkan jati diri dan harus segera kembali ke DNA sebenarnya.

Tim Setan Merah resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Portugal itu pada Senin (3/1/2026), setelah melontarkan kritik terbuka kepada jajaran petinggi klub menyusul hasil imbang 1-1 kontra Leeds United.

Advertisement

Ruben Amorim meninggalkan Old Trafford dengan MU berada di posisi keenam klasemen Premier League musim ini dan mendulang 31 poin. Amorim juga meninggalkan catatan kelam yang tak bisa dihindari.

Dia menjadi sosok di balik musim terburuk Manchester United di Premier League, baik itu posisi di klasemen, perolehan poin, dan jumlah gol. MU menutup liga musim 2024/2025 di peringkat ke-15 dengan nilai 42, dan hanya mencetak 44 gol.

 


Sistem Kaku, Hasil Tak Maksimal

Gary Neville. Salah satu legenda Manchester United yang pensiun pada Februari 2011 setelah hanya membela MU sepanjang kariernya mulai 1992/1993 ini bergabung dengan jaringan televis Sky Sports sebagai komentator dan pundit sejak musim 2011/2012. Profesi tersebut menjadi tidak asing baginya karena sebelumnya ia juga pernah menjadi pundit bagi jaringan televis ITV Sport di dua ajang sepak bola akbar, Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2008. Sempat meninggalkan Sky Sports untuk menukangi Valencia pada Desember 2015, ia kembali ke Sky Sports usai dipecat Valencia yang hanya dibesutnya selama 4 bulan di musim 2015/2016. (AFP/Glyn Kirk)

Selama 14 bulan duduk di kursi manajer Manchester United, Ruben Amorim kerap mendapat kritik karena bersikeras mempertahankan formasi 3-4-3. Padahal, skema tersebut dinilai tak cocok dengan karakter pemain yang dimiliki MU.

Strategi tersebut justru menjadi bumerang ketika performa tim terus menurun. Dalam periode kepelatihannya, hanya Ange Postecoglou yang mencatat kekalahan Premier League lebih banyak dibanding Amorim.

Pelatih Tottenham itu bahkan sukses mengalahkan MU dengan skor 1-0 di final Liga Europa musim lalu. Hasil tersebut kian mempertegas rapuhnya permainan Manchester United.

 


MU Kehilangan Akar Permainannya

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Gary Neville menilai problem utama Manhester United sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson pada 2013 adalah kegagalan klub untuk kembali pada akar filosofinya.

"Ada sebuah video bagus ketika Bobby Charlton menjelaskan apa itu Manchester United sebagai klub sepak bola," ujar Neville kepada Sky Sports News.

"Tentang sepak bola yang berani, atraktif, memainkan pemain muda, dan menghibur penonton. MU harus berani mengambil risiko dan memainkan sepak bola menyerang," lanjutnya.

 


Kembalikan DNA MU

Neville menegaskan MU seharusnya tidak mengubah identitas demi menyesuaikan dengan pelatih tertentu. Oleh karena itu, eks bek Timnas Inggris tersebut meminta The Red Devils untuk kembali ke DNA sebenarnya.

"MU harus menunjuk manajer yang cocok dengan DNA klub. Ajax tidak pernah berubah untuk siapa pun, Barcelona juga tidak. MU seharusnya sama," tegas Neville.

Dia juga menilai para manajer yang datang ke Old Trafford sebenarnya memiliki kualitas, namun membawa filosofi yang terlalu berbeda satu sama lain.

"Louis van Gaal punya filosofinya sendiri. Jose Mourinho juga. David Moyes, Erik ten Hag, semuanya datang dengan gaya berbeda. Ruben Amorim pun demikian. Tidak satu pun benar-benar cocok dengan cara bermain Manchester United. Eksperimen ini harus dihentikan," ucapnya.

Sumber: Fotmob


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait