Bola.com, Jakarta - Kekalahan menyakitkan kembali dialami Tottenham Hotspur di Premier League. Bertandang ke markas Bournemouth, The Lilywhites tumbang dengan skor 2-3 dalam laga yang ditentukan pada menit-menit akhir.
Hasil tersebut tak hanya memperpanjang catatan buruk Tottenham musim ini, tetapi juga memicu reaksi keras dari salah satu pemain intinya, Cristian Romero. Bek asal Argentina itu secara terbuka meluapkan kekecewaannya, sekaligus menyindir jajaran petinggi klub.
Kekalahan ini menjadi yang kedelapan bagi Spurs di liga dan membuat posisi mereka terpuruk di peringkat ke-14 klasemen sementara Premier League.
Tottenham sejatinya mengawali pertandingan dengan sangat baik. Mathys Tel membawa tim tamu unggul cepat saat laga baru berjalan lima menit.
Namun, Bournemouth bangkit sebelum jeda. Gol Evanilson dan Eli Junior Kroupi membalikkan keadaan dan membuat tuan rumah memimpin 2-1 di babak pertama.
Spurs sempat bernapas lega ketika Joao Palhinha menyamakan kedudukan pada menit ke-78. Sayangnya, harapan itu sirna setelah Antoine Semenyo mencetak gol penentu kemenangan Bournemouth pada menit kelima masa tambahan waktu.
Romero: Saat Sulit, Pihak Lain Harus Bicara
Usai pertandingan, Cristian Romero menyampaikan permintaan maaf kepada suporter melalui media sosial. Namun, pernyataannya tidak berhenti di situ. Ia juga menyoroti minimnya tanggung jawab dari jajaran manajemen klub.
“Permintaan maaf untuk semua suporter yang selalu mengikuti kami ke mana pun, yang selalu ada dan akan terus ada. Kami para pemain bertanggung jawab, tidak diragukan lagi. Saya yang pertama,” tulis Romero.
“Tapi di momen seperti ini, seharusnya ada pihak lain yang keluar dan berbicara, bukan kami saja. Namun, hal itu tidak terjadi, dan ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Mereka hanya muncul saat semuanya berjalan baik,” lanjutnya.
Romero menegaskan bahwa para pemain akan tetap bekerja keras dan saling mendukung untuk membalikkan situasi, meski tekanan terus meningkat.
“Kami akan tetap di sini, bekerja, bersatu, dan memberikan segalanya untuk mengubah keadaan. Dalam situasi seperti ini, diam, bekerja lebih keras, dan maju bersama adalah bagian dari sepak bola,” tuturnya.
Bukan Kali Pertama Mengkritik Manajemen
Ini bukan kali pertama Romero melontarkan kritik terbuka terhadap dewan Tottenham. Pada Desember lalu, setelah kekalahan 3-4 dari Chelsea, ia juga menuding manajemen gagal memberikan dukungan yang memadai.
Ia menyoroti bagaimana klub-klub rival terus berinvestasi demi menjaga daya saing.
“Manchester City selalu bersaing setiap tahun. Liverpool memperkuat skuadnya. Chelsea terus memperkuat tim, meski sempat gagal, dan sekarang mereka mulai melihat hasilnya. Hal-hal seperti itu yang harus ditiru,” kata Romero kala itu.
“Beberapa tahun terakhir selalu sama. Pertama pemain disalahkan, lalu staf pelatih diganti. Padahal orang-orang yang bertanggung jawab itu tetap sama. Semoga mereka sadar siapa yang sebenarnya harus bertanggung jawab,” lanjutnya.
Tekanan Bertambah untuk Tottenham
Pernyataan keras Romero menambah tekanan di internal Tottenham, terutama bagi jajaran petinggi klub. Dengan performa liga yang jauh dari harapan, stabilitas tim kembali dipertanyakan.
Tottenham dijadwalkan menghadapi Aston Villa pada ajang Piala FA, Sabtu (10/1/2026). Laga tersebut bisa menjadi momen krusial bagi pasukan Thomas Frank untuk meredam gejolak dan memulihkan kepercayaan publik.
Namun, jika hasil buruk kembali berlanjut, suara-suara kritis dari ruang ganti seperti yang disampaikan Romero diyakini akan semakin nyaring terdengar.
Sumber: Instagram