MU Masih Cari Manajer Baru, Roy Keane Sarankan Eddie Howe

Roy Keane menilai Eddie Howe adalah sosok paling ideal untuk jabatan jangka panjang di Manchester United (MU).

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 09 Januari 2026, 20:00 WIB
Calon pelatih Timnas Inggris berikutnya adalah Eddie Howe. Howe sendiri bisa dikatakan salah satu pelatih muda yang naik daun di Inggris. Namun sang pelatih dilaporkan masih berkomitmen untuk menangani The Magpies, sehingga kemungkinan tidak mau mengambil pekerjaan ini. (Adrian DENNIS / AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United (MU), Roy Keane, menyerukan agar Eddie Howe ditunjuk sebagai manajer permanen Setan Merah menyusul pemecatan Ruben Amorim.

Meski ESPN melaporkan Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick telah mengadakan pembicaraan terkait posisi manajer interim, serta Darren Fletcher sempat memimpin tim saat menghadapi Burnley, Keane menilai Howe adalah sosok paling ideal untuk jabatan jangka panjang di Old Trafford.

Advertisement

“Saya akan memilih Eddie Howe. Saya menyukainya, saya suka apa yang telah dia lakukan. Dia sudah menangani banyak pertandingan,” kata Keane kepada Sky Sports.

Keane juga memuji kualitas sepak bola yang ditampilkan tim-tim asuhan Howe.

“Tim-timnya memainkan sepak bola yang bagus. Saya tahu itu tidak cocok untuk semua orang, dia punya para pengkritik, tetapi saya suka apa yang telah dia lakukan di Newcastle dan Bournemouth,” ujar mantan kapten MU itu.

 
 

Pengalaman dan Ketenangan Jadi Nilai Lebih Eddie Howe

Bertandang ke markas Sheffield Wednesday di Hillsborough Stadium, pasukan Eddie Howe banyak menyimpan pemain utamanya di bangku cadangan. (AFP/Lindsey Parnaby)

Menurut Roy Keane, pengalaman panjang Howe di dunia kepelatihan menjadi aset penting bagi Manchester United yang tengah mencari stabilitas.

“Dia sudah menangani 700 atau 800 pertandingan, dia masih pria yang relatif muda. Saya suka ketenangannya. Manchester United membutuhkan sedikit hal itu,” ujar Keane.

Roy Keane mengakui emosi tetap penting dalam sepak bola, tetapi ketenangan Howe justru dianggap krusial dalam situasi sulit. “Saya suka orang yang penuh emosi, saya sendiri orang yang emosional, tetapi saya juga menyukai ketenangannya.”

Selain itu, rekam jejak Howe di level tertinggi Eropa juga menjadi nilai tambah. “Dia sudah tampil di Liga Champions beberapa kali, memenangkan piala. Saya ingin melihat dia masuk ke sana.”


Kepribadian Manajer Lebih Penting dari Sekadar Taktik

Tokoh lainnya adalah Roy Keane. Menurutnya, Liga Super Eropa hanya bergantung kepada uang dan keserakahan dan berharap FIFA dapat menghentikannya. (AFP/Nick Potts/Pool)

Masa kepemimpinan Ruben Amorim di Manchester United (MU) berakhir setelah 14 bulan, dengan catatan rasio poin per pertandingan terburuk dalam sejarah klub di era Premier League.

Meski formasi 3-4-3 menjadi ciri khas Amorim, Keane menegaskan wibawa dan kepribadian manajer jauh lebih penting dibandingkan sistem permainan.

“Anda ingin seseorang masuk ke ruang ganti dan, begitu dia tiba, para pemain langsung berkata, ‘ini dia, kita akan menuju ke tempat yang lebih baik’,” ujar Keane.

“Kepribadian. Anda bisa berbicara soal sistem dan taktik, tetapi Anda ingin seseorang yang bisa masuk ke ruang ganti dan mengendalikan para pemain. Saya tidak bermaksud secara agresif.”

“Tetapi menanamkan keyakinan kepada para pemain, ‘inilah arah kita, kita akan berlari keras, bermain menyerang, sulit dikalahkan, kita akan melakukan pekerjaan berat'.”

Keane juga menyoroti aspek kerja tanpa bola yang menurutnya menjadi kunci kesuksesan tim-tim papan atas.

“Tim seperti Arsenal dan Manchester City, alasan mereka sukses adalah karena apa yang mereka lakukan saat tidak menguasai bola.”Ia bahkan melontarkan kritik keras terhadap performa United dalam laga terbaru.

“Standar pertandingan, MU melawan Burnley, benar-benar sebuah lelucon.”


Pandangan Berbeda dari Gary Neville

Mantan pesepak bola, Gary Neville, bersiap untuk mengambil bagian dalam acara panel Liga Inggris pada hari kedua konferensi tahunan Partai Buruh di Liverpool, Inggris barat laut, pada 23 September 2024. (Oli SCARFF /AFP)

Sementara itu, Gary Neville memiliki pandangan berbeda soal kandidat manajer. Ia menilai hanya satu nama yang benar-benar sesuai dengan kriteria klub.

“Jose Mourinho adalah satu-satunya penunjukan yang sesuai dengan kriteria klub. Dia sudah melatih di Premier League sehingga ada unsur risiko yang bisa dihilangkan," ujar Neville.

Neville menambahkan bahwa meski kesuksesan instan bisa terjadi, MU sebaiknya meminimalkan risiko. “Arne Slot memenangkan liga di musim pertamanya sehingga itu bisa terjadi, dan Jurgen Klopp melakukan pekerjaan yang luar biasa.”

“Namun, jika Anda ingin mengurangi risiko, atau setidaknya sebanyak mungkin, apakah mereka sudah melatih di liga ini? Apakah mereka mengenal negara ini dan sepak bolanya? Apakah mereka pernah melatih di Eropa dan tampil baik di Liga Champions? Apakah mereka pernah sukses dan memenangkan gelar? Bisakah mereka menghadapi atmosfer besar dan tekanan di klub besar? Anda melihat nama-nama seperti Carlo Ancelotti dan Thomas Tuchel,” lanjutnya.

Nama Ancelotti dan Tuchel masuk dalam daftar 12 kandidat manajer jangka panjang Manchester United versi ESPN, menandai bahwa perburuan pelatih baru di Old Trafford masih terbuka lebar.

Sumber: ESPN


Persaingan di Premier League

Berita Terkait