Bola.com, Jakarta - Penjaga gawang Barcelona, Marc-Andre ter Stegen, kini berada di persimpangan jalan terkait masa depannya.
Setelah lama bersikukuh ingin bertahan dan bersaing memperebutkan posisi utama, kiper veteran asal Jerman itu disebut mulai melunak dan membuka pintu untuk hengkang.
Sejak kedatangan Joan Garcia pada musim panas lalu, ter Stegen tetap menyatakan komitmennya untuk berjuang mempertahankan tempat di bawah mistar.
Namun, situasi berubah seiring keputusan pelatih Hansi Flick yang terus mempercayakan Garcia sebagai kiper utama, termasuk di ajang-ajang piala. Kondisi tersebut membuat peluang bermain ter Stegen makin terbatas.
Pelatih Girona, Michel Sanchez, secara terbuka mengungkapkan ketertarikannya. Saat itu, kiper berusia 33 tahun tersebut belum berniat meninggalkan Camp Nou. Kini, dengan minimnya menit bermain, sikapnya disebut telah berubah.
Tekanan juga datang dari Timnas Jerman. Direktur olahraga DFB, Rudi Voller, bersama pelatih Julian Nagelsmann, secara terbuka menegaskan bahwa ter Stegen harus tampil reguler di level klub jika ingin berangkat ke Piala Dunia 2026 sebagai kiper utama Die Mannschaft.
Pesan itu kian memperjelas bahwa bertahan di bangku cadangan bukanlah opsi ideal.
Lampu Hijau
Satu di antara kendala utama kepindahan ter Stegen sebelumnya adalah faktor keluarga. Ia ingin tetap tinggal di Katalonia agar dekat dengan anak-anaknya.
Dalam konteks itu, opsi peminjaman ke Girona menjadi solusi yang masuk akal: tetap berada di wilayah yang sama sekaligus mendapatkan kesempatan bermain reguler.
Menurut laporan Sport, ter Stegen kini siap memberi lampu hijau untuk pindah ke Girona jika kedua klub mampu mencapai kesepakatan.
Barcelona terbuka terhadap opsi melepas sang kiper, mengingat gajinya yang besar kini hanya membebani bangku cadangan.
Negosiasi Masih Berliku
Meski begitu, kesepakatan belum tentu mudah tercapai. Barcelona dikabarkan meminta 20-25 persen dari gaji ter Stegen ditanggung oleh Girona sebagai syarat peminjaman.
Dengan gaji sang kiper yang diperkirakan mencapai 12 juta euro per tahun, tuntutan itu bernilai cukup signifikan.
Di sisi lain, ter Stegen tidak berniat memotong gajinya demi memuluskan kepindahan. Sementara Girona disebut hanya sanggup menanggung sekitar 1 juta euro dari total gaji tersebut.
Jika dirata-ratakan hingga akhir musim, selisihnya berada di kisaran 1,5-2 juta euro.
Secara logika, kepindahan ini menguntungkan semua pihak: Barcelona mengurangi beban gaji, Girona mendapatkan kiper berpengalaman, dan ter Stegen memperoleh menit bermain yang krusial bagi karier internasionalnya.
Namun, agar transfer ini terwujud, satu di antara pihak harus lebih dulu mengalah di meja negosiasi.
Sumber: Football Espana