Peter Schmeichel Kritik Ego Direktur MU setelah Pemecatan Ruben Amorim

Peter Schmeichel menilai bahwa ego Wilcox berpotensi membuat Setan Merah kembali mengalami kemunduran dalam proses pembangunan tim.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 11 Januari 2026, 08:00 WIB
Kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel mengikuti sesi wawancara khusus bersama awak media di SCTV Tower, Jakarta, Sabtu (5/8/2023) (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United (MU), Peter Schmeichel, melontarkan kritik tajam kepada direktur sepak bola klub, Jason Wilcox, menyusul pemecatan Ruben Amorim.

Schmeichel menilai bahwa ego Wilcox berpotensi membuat Setan Merah kembali mengalami kemunduran dalam proses pembangunan tim.

Advertisement

Amorim dipecat pada Senin lalu setelah berselisih dengan jajaran petinggi klub terkait sistem permainan yang ia terapkan, yakni menggunakan tiga bek tengah dalam formasi lima bek.

Pelatih asal Portugal itu juga dikabarkan tidak puas dengan situasi di balik layar dan secara khusus melayangkan kritik kepada Wilcox sebelum masa jabatannya yang berlangsung 14 bulan berakhir.

Dalam konferensi pers terakhirnya yang penuh emosi, Amorim bahkan beberapa kali menyebut nama Wilcox. Ia juga menyuarakan ketidakpuasan karena hanya disebut sebagai pelatih kepala, bukan manajer.


Waktu Pemecatan Dinilai Tidak Tepat

Ruben Amorim. (AP Photo/Dave Shopland)

Schmeichel menilai pemecatan Amorim bisa membuat MU kembali mundur, terlebih saat ini klub masih mencari pelatih interim hingga akhir musim. Dua nama yang mencuat sebagai kandidat adalah Ole Gunnar Solskjær dan Michael Carrick.

Namun, menurut Schmeichel, masalah utama bukanlah pada keputusan berpisah dengan Amorim, melainkan pada waktu pemecatan tersebut.

“Saya benar-benar, benar-benar terkejut. Saya tidak melihat itu akan terjadi, dan saya tidak bisa memahaminya. Sampai sekarang saya masih tidak bisa memahami alasannya,” ujar Schmeichel kepada Viaplay.

Schmeichel menambahkan bahwa meski ada ketidakpuasan internal, waktu pengambilan keputusan terasa janggal.

“Ketika Anda berbicara dengan orang-orang di dalam klub, mereka mengatakan, ‘Sudah waktunya kami melakukan itu, kami tidak bahagia’. Tapi kenapa memilih momen itu? Momen itu tidak masuk akal bagi saya. Kenapa? Kenapa sekarang? Kenapa tidak sejak Oktober, misalnya?” ujar Schmeichel.

Mantan kiper Timnas Denmark itu juga menyinggung kemungkinan bahwa keputusan tersebut dipicu oleh perasaan pribadi Wilcox.

“Jika Jason Wilcox merasa dirinya dihina oleh apa pun yang terjadi dalam pertemuan itu, maka bukan egonya yang menentukan atau memutuskan siapa manajernya,” ujar Schmeichel.

“Mereka bisa saja berkata, ‘Oke, itu tidak bagus. Sulit bekerja dengan orang ini.’ Apa pun yang mereka pikirkan, pilihlah waktunya.”

“Kenapa harus membuat klub mundur lagi? Apa pun yang mereka lakukan sekarang, itu akan selalu membuat klub kembali mundur,” lanjutnya.


Alasan Resmi Klub dan Situasi Terkini

Manchester United - Ilustrasi Logo MU (Bola.com/Adreanus Titus)

Sementara di sisi lain, MU menegaskan keputusan memecat Amorim diambil demi menjaga peluang meraih posisi terbaik di Premier League musim ini.

“Dengan Manchester United berada di posisi keenam Premier League, pimpinan klub dengan berat hati memutuskan ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan,” demikian pernyataan resmi klub.

“Ini akan memberi tim kesempatan terbaik untuk meraih posisi tertinggi yang memungkinkan di Premier League.”

“Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya bagi klub dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya,” lanjutnya.

Untuk sementara, mantan gelandang MU, Darren Fletcher, mengambil alih tugas di pinggir lapangan. Ia memimpin tim saat bermain imbang 2-2 melawan Burnley yang tengah berjuang menghindari degradasi.

Fletcher juga dijadwalkan memimpin Manchester United dalam laga Piala FA melawan Brighton di Old Trafford pada Minggu mendatang.

Sumber: Daily Mail


Persaingan di Premier League