Bola.com, Jakarta - Laga perempat final Piala Afrika 2025 antara Nigeria dan Aljazair berakhir panas. Kemenangan 2-0 Super Eagles di Marrakesh, Sabtu (waktu setempat), bukan hanya memastikan tiket semifinal bagi Nigeria, tetapi juga memicu kericuhan serius sesaat setelah pertandingan usai.
Ketegangan memuncak begitu peluit panjang dibunyikan. Sejumlah pemain Aljazair meluapkan kekecewaan mereka kepada perangkat pertandingan. Situasi semakin tak terkendali hingga wasit harus dikawal petugas keamanan meninggalkan lapangan demi keselamatan.
Salah satu sosok yang paling disorot dalam insiden tersebut adalah kiper Aljazair, Luca Zidane. Putra legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, itu tampak terlibat langsung dalam konfrontasi fisik dengan pemain Nigeria.
Amarah Aljazair Meledak Usai Peluit Akhir
Nigeria memastikan kemenangan lewat dua gol di babak kedua. Victor Osimhen membuka keunggulan melalui sundulan keras tak lama setelah turun minum, sebelum berperan sebagai pemberi assist untuk gol Akor Adams.
Namun, dominasi Nigeria di atas lapangan tidak diterima dengan lapang dada oleh Aljazair. Begitu laga berakhir, para pemain Desert Foxes langsung mengepung wasit untuk memprotes sejumlah keputusan.
Sorotan utama tertuju pada insiden babak pertama ketika bek Nigeria, Junior Ajayi, dinilai melakukan handball di kotak penalti. Wasit bergeming dan tidak menunjuk titik putih, keputusan yang kemudian menjadi pemantik utama kemarahan Aljazair.
Situasi di lapangan berubah menjadi kacau. Keributan terjadi di berbagai sudut, memaksa petugas keamanan turun tangan untuk mengevakuasi wasit dari lapangan.
Luca Zidane Terseret dalam Konfrontasi
Di tengah kekacauan tersebut, Luca Zidane terlihat kehilangan kendali emosi. Kiper berusia 27 tahun itu tertangkap kamera menarik seorang pemain Nigeria, yang diidentifikasi sebagai Raphael Onyedika atau Fisayo Dele-Bashiru.
Aksi tersebut memancing reaksi cepat dari pemain lain dan ofisial kedua tim. Beberapa orang harus turun tangan untuk memisahkan Zidane dan mencegah bentrokan berkembang lebih jauh.
Luca Zidane sejatinya tampil impresif sepanjang turnamen. Ia mencatatkan tiga clean sheet sebelum akhirnya kebobolan dua gol saat menghadapi Nigeria. Turnamen ini juga menjadi Piala Afrika pertamanya bersama Aljazair setelah memutuskan berpindah kewarganegaraan dari Prancis beberapa bulan lalu.
Ketegangan bahkan disebut berlanjut hingga lorong stadion. Beberapa laporan yang belum terverifikasi menyebutkan adanya upaya penyerangan terhadap wasit, meski situasi akhirnya berhasil dikendalikan.
Nigeria Melaju, Aljazair Kembali Tersandung
Kekalahan ini menambah catatan pahit Aljazair di Piala Afrika. Dalam tujuh penampilan terakhir mereka di fase gugur, lima di antaranya berakhir di babak perempat final.
Sebaliknya, Nigeria melangkah mantap ke semifinal dan akan menantang tuan rumah Maroko. Super Eagles terus menjaga ambisi meraih gelar Piala Afrika pertama mereka sejak 2013.
Pada perempat final lainnya, Mesir sukses menyingkirkan Pantai Gading. Hasil tersebut menghadirkan semifinal sarat gengsi antara Mesir dan Senegal, yang akan mempertemukan dua bintang besar Afrika, Mohamed Salah dan Sadio Mane.
Drama di laga Nigeria kontra Aljazair menjadi pengingat betapa tingginya tensi dan taruhan di Piala Afrika 2025. Sepak bola Afrika kembali menunjukkan sisi emosionalnya, baik di dalam maupun di luar lapangan.