Bola.com, Jakarta - Arema FC mengakhiri paceklik kemenangan saat main di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Pada Minggu (11/1/2026), Julian Guevara dkk berhasil meraih kemenangan 2-1 saat menjamu Persik Kediri. Ini sekaligus jadi hasil yang apik untuk menutup putaran pertama.
Seperti diketahui, Arema tak meraih kemenangan dalam 6 laga kandang sebelumnya. Singo Edan menelan 5 kekalahan dan 1 hasil imbang. Namun, kemenangan lawan Persik tidak diraih dengan mudah.
Arema tertinggal lebih dulu oleh Persik lewat gol Moch Supriadi di menit 79. Singo Edan mendapatkan momen di injury time. Mereka berhasil mencetak dua gol untuk membalik keadaan. Gol pertama lahir lewat bunuh diri Moch Supriadi menit 90+5. Sedangkan gol kemenangan lahir di menit 90+7 lewat Ian Puleio.
Tambahan tiga poin membuat Arema naik dua posisi untuk menutup putaran pertama di urutan 10 dengan 21 poin. Setelah wasit meniup peluit panjang, suasana harus terlihat di Stadion Kanjuruhan.
Air Mata Pemain
Beberapa pemain tak kuasa membendung air mata, seperti Iksan Lestaluhu, Julian Guevara, Dedik Setiawan dan lainnya. Begitu juga dengan pelatih Marcos Santos yang memeluk para pemainnya di tengah hujan. Sedangkan Aremania yang ada di tribun bersorak merayakan kemenangan.
“Terimakasih Tuhan, Aremania, pengurus dan kerja keras pemain hingga menit akhir. Sehingga hari ini bisa bawa tiga poin,” kata Marcos.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri kritikan dari Aremania. Lantaran beberapa laga kandang, mereka harus pulang dengan kritikan dari suporter di pintu keluar Stadion Kanjuruhan.
“Kemenangan ini juga untuk Aremania, karena beberapa pertandingan lalu selalu pulang dengan kecewa. Jadi, pemain kerja keras sampai menit akhir juga karena dukungan Aremania,” lanjut pelatih asal Brasil tersebut.
Teriakan Aremania dan Hujan
Singo Edan berhasil comeback di laga ini karena bantuan dua hal. Pertama teriakan dari Aremania. Karena hingga menit akhir, kurang lebih dua ribu penonton memberikan dukungan.
Ketika tertinggal 0-1, Aremania meneriaki para pemain Persik untuk memberikan teror. Selain itu, mereka juga berteriak agar pemain bangkit. Sehingga pemain mengerahkan semua energinya hingga menit akhir.
Selain itu, cuaca hujan juga membantu Arema. Karena di menit akhir hujan deras turun. Pemain Persik sepertinya kurang siap dengan perubahan cuaca tersebut. Sementara pemain Arema seakan terbiasa dengan lapangan yang licin.
“Dukungan Aremania dan hujan juga turun membantu kami. Tiga pemain yang masuk di babak kedua juga memberi perubahan. Seperti Dwiki Mardianto, Ian Puleio dan Samuel Balinsa. Mereka bisa membantu pemain lain di lapangan,” jelas Marcos.